Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Perkawinan Anak di Jateng Turun 53 Persen, Nawal Yasin Dorong Kolaborasi Pencegahan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Perkawinan Anak di Jateng Turun 53 Persen, Nawal Yasin Dorong Kolaborasi Pencegahan

T. Budianto
Last updated: Oktober 28, 2026 10:27 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
ZOOM MEETING: Tampilan paparan Strategi Pelaksanaan Pandu Cinta yang disampaikan Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin dalam kegiatan Penguatan Pandu Cinta secara daring, Selasa (27/10/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Jumlah anak yang menikah pada usia di bawah 19 tahun di Jawa Tengah turun sekitar 53 persen dalam lima tahun terakhir. Meski menunjukkan tren positif, upaya pencegahan perkawinan anak dinilai masih membutuhkan kolaborasi lintas lembaga dan penguatan ketahanan keluarga.

Berdasarkan data Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Tengah, jumlah anak yang menikah di bawah usia 19 tahun turun dari 13.595 anak pada 2021 menjadi 6.383 anak pada 2025.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin mengatakan, penurunan tersebut perlu dijaga melalui gerakan bersama yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, setiap lembaga perlu mengidentifikasi celah yang masih memungkinkan terjadinya perkawinan anak.

“Sehingga kita butuh gerakan bersama, kolaborasi, kita membahas apa saja celah-celah yang bisa kita lakukan untuk menutup pernikahan anak-anak ini,” katanya saat menjadi narasumber kegiatan Penguatan Pandu Cinta (Pelayanan Terpadu Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak) melalui Zoom Meeting, Selasa (27/10/2026).

Baca juga: Kawin Anak di Semarang Kini Nggak Bisa Asal Gas

Data Kanwil Kemenag Jateng menunjukkan, jumlah anak yang menikah di bawah usia 19 tahun mencapai 13.595 anak pada 2021. Angka tersebut turun menjadi 11.686 anak pada 2022, kemudian 10.531 anak pada 2023, dan 7.903 anak pada 2024, sebelum kembali turun menjadi 6.383 anak pada 2025.

Nawal menegaskan, pencegahan perkawinan anak perlu melibatkan Dinas Perempuan dan Anak, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Kementerian Agama, Pengadilan Tinggi Agama, serta organisasi masyarakat. Langkah tersebut juga sejalan dengan arahan Gubernur Jateng.

Menurut Nawal, perkawinan anak dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari tradisi dan norma sosial, kekhawatiran orang tua terhadap pergaulan anak, kondisi ekonomi keluarga, rendahnya tingkat pendidikan, hingga tekanan lingkungan.

Jalan Keluar

Dalam sebagian masyarakat, perkawinan masih dipandang sebagai jalan keluar untuk mengatasi kekhawatiran terhadap pergaulan anak. Padahal, persoalan tersebut perlu direspons melalui edukasi, pendampingan, dan pengasuhan yang tepat.

Faktor ekonomi juga menjadi perhatian. Penguatan ketahanan keluarga dan ekonomi dinilai dapat membantu mengurangi dorongan menikahkan anak pada usia dini.

“Kita bisa menghadirkan upaya-upaya untuk dia memiliki ketahanan keluarga, ketahanan ekonomi dengan program-program pendampingan. Maka ini yang harus cepat kita lakukan,” ungkap istri Wagub Jateng tersebut.

Ia mengingatkan, perkawinan anak berpotensi memengaruhi tumbuh kembang, keberlanjutan pendidikan, kehidupan sosial, dan kesehatan anak, sekaligus meningkatkan risiko kekerasan.

Baca juga: Biar Nggak Kaget: Wagub Mau Ada Kelas Pra-Nikah

Karena itu, upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan kampanye atau program yang dijalankan masing-masing lembaga. Koordinasi diperlukan agar layanan yang tersedia dapat menjangkau anak dan keluarga yang membutuhkan secara lebih menyeluruh.

“Kita perlu duduk bersama. Tidak kemudian kita bekerja sendiri-sendiri hanya memikirkan program kita sendiri. Tetapi bagaimana caranya situasi untuk golnya itu, kita harus melakukan gerakan-gerakan bersama,” ucap Nawal.

Melalui Pandu Cinta, Nawal mendorong penguatan layanan terpadu yang menghubungkan berbagai lembaga dalam sistem rujukan yang jelas. Dengan begitu, upaya pencegahan dapat terhubung dengan pendampingan dan penanganan ketika anak menghadapi persoalan atau berada dalam situasi rentan.

Penurunan angka perkawinan anak menjadi perkembangan positif. Namun, keberlanjutan tren tersebut membutuhkan upaya yang menyentuh akar persoalan, mulai dari edukasi keluarga dan perlindungan anak hingga penguatan kondisi sosial ekonomi masyarakat. (tebe)

You Might Also Like

Banjarnegara Heboh, Ketua DPRD Anas Hidayat Mundur, Ternyata Ada Isu Tunjangan

Dalih Polisi Ubah TKP Kecelakaan Iko Juliant Unnes: Bisa Jadi Anggota Tak Tahu Nama Jalan

Setor 26 Nama Sekaligus, Kasus MBG Makin Bikin Geger

PLΝ Icon Plus Bangun Kebiasaan Peduli Kesehatan Personel melalui Daily Health Checking

BGN Pangkas 1.653 Sekolah dari Sasaran MBG

TAGGED:pemprov jatengperkawinan anaktp pkk jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article KABAR DUKA - Atlet pencak silat Kota Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinata, meninggal dunia pada Rabu (28/10/2026), setelah sempat menjalani operasi akibat cedera saat bertanding. Atlet Pencak Silat Semarang Meninggal setelah Pertandingan Porprov Jateng, Sempat Jalani Operasi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Perkawinan Anak di Jateng Turun 53 Persen, Nawal Yasin Dorong Kolaborasi Pencegahan

KABAR DUKA - Atlet pencak silat Kota Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinata, meninggal dunia pada Rabu (28/10/2026), setelah sempat menjalani operasi akibat cedera saat bertanding.

Atlet Pencak Silat Semarang Meninggal setelah Pertandingan Porprov Jateng, Sempat Jalani Operasi

Pantura Mulai Tenggelam, Sastra Pertunjukan Harus Menyuarakan Persoalan Krisis Lingkungan

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.

Nusron Dipanggil Lagi, MAKI Minta KPK Tak Lembek

TUNTUT HAK ATAS TANAH - Petani Punderejo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Petani Pundenrejo (Germapun) menggelar aksi demonstrasi di Kanwil BPN Jateng, Selasa (27/10/2026). Mereka menuntut hak atas tanah seluan 7,3 hektar yang disengketakan oleh PT Laju Perdana Indah dikembalikan kepada rakyat. (dul)

Petani Pundenrejo Pati Demo di Kantor BPN Jateng, Tuntut Lahan Pertanian Dikembalikan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Plesir

Libur Lebaran, Kunjungan Wisata di Jateng Naik Lima Persen

Maret 26, 2026
RAIH 11 PENGHARGAAN - Contact Center PLN Icon Plus kembali mencatatkan prestasi dalam ajang The Best Contact Center Indonesia (TBCCI) 2026 dengan meraih 11 medali yang terdiri dari dua platinum, lima gold, tiga silver, dan satu bronze.
Info

Raih 11 Medali, PLN Icon Plus Masuk Top 10 TBCCI 2026

September 28, 2026
Pendidikan

Sekolah Sepi Murid, 127 Guru Kulon Progo Bakal Digeser

Oktober 22, 2026
Pendidikan

Sekolah Tetap Masuk, Belajar Online Nggak Jadi Opsi Dulu

Maret 25, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Perkawinan Anak di Jateng Turun 53 Persen, Nawal Yasin Dorong Kolaborasi Pencegahan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?