Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Semarang Berubah Jadi Panggung Keberagaman Saat Pawai MTQ
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Semarang Berubah Jadi Panggung Keberagaman Saat Pawai MTQ

Bendera daerah berkibar, pakaian adat berjejer, marching band mengiringi langkah, sampai atraksi debus ikut menyita perhatian. Sabtu pagi, jalanan Semarang bukan cuma jadi jalur pawai, tapi berubah menjadi panggung kecil yang mempertemukan warna-warni Indonesia dalam Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI.

T. Budianto
Last updated: September 12, 2026 4:40 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
MARCHING BAND: Barisan penabuh drum dan pengibar bendera yang tergabung dalam Barisan Marching Band AMNI dan juga barisan pertama dalam pawai MTQ Nasional 2026 di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026). (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Ada yang berjalan membawa bendera daerah, ada yang mengenakan pakaian khas daerah, sementara dari barisan lain terdengar suara marching band. Sabtu (12/9/2026) pagi, ruas jalan Kota Semarang berubah menjadi panggung keberagaman saat ribuan peserta mengikuti Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI.

Dari Balai Kota Semarang, rombongan bergerak menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah. Sekitar 1.000 orang ikut dalam pawai sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer tersebut.

Kafilah dari 38 provinsi menjadi bagian dari iring-iringan. Mobil hias ikut mempercantik barisan, sementara sejumlah kafilah menampilkan ciri khas daerahnya masing-masing.

Begitu tiba di depan kompleks Gubernuran Jawa Tengah, suasana kembali ramai. Para kafilah bergantian menunjukkan penampilan di hadapan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.

Salah satu yang mencuri perhatian yakni kafilah Banten dengan atraksi debusnya. Penampilan tersebut menjadi gambaran bahwa MTQ tidak hanya mempertemukan peserta untuk berkompetisi membaca dan memahami Alquran, tetapi juga membawa warna budaya dari berbagai penjuru Indonesia.

Bagi Taj Yasin, pertemuan berbagai budaya dalam satu panggung itu justru menjadi pesan penting dari gelaran MTQ XXXI. Ia menyebut pawai tersebut sekaligus menandai dimulainya rangkaian MTQ yang akan berlangsung di 12 venue di Kota Semarang.

“Keberagaman kebudayaan dan adat ini bisa bersatu padu membangun Indonesia. Lewat MTQ Nasional, kita membumikan Alquran. Ini adalah buah keberkahan untuk kita bersama. Tidak melihat suku, ras, agama, semuanya berkumpul dan kita bersatu,” ujarnya, Sabtu (12/9/2026).

Cerita Berbeda

Semangat itu tak hanya terlihat dari kemeriahan pawai. Kafilah Nusa Tenggara Timur (NTT) datang membawa cerita berbeda. Di tengah kondisi daerah yang sempat diguncang bencana gempa, 80 anggota kafilah NTT tetap berangkat ke Semarang. Mereka datang dari wilayah kepulauan Flobamorata, meliputi Flores, Sumba, Timor, Alor, dan Lembata.

Pengurus LPTQ NTT, Hamdan Saleh Batjo mengatakan, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk mengikuti MTQ. Justru momentum ini menjadi ruang untuk kembali menguatkan ukhuwah sekaligus semangat memasyarakatkan Al-Qur’an.

“Sekalipun NTT mengalami bencana, tetapi semangat ukhuwah Islam dan memasyarakatkan Alquran di seluruh Indonesia dan Nusantara ini, menjadi satu hal yang membangkitkan semangat NTT dalam mengikuti kegiatan MTQ kali ini,” katanya.

Dari jalanan Semarang pagi itu, pesan MTQ pun terasa lebih sederhana. Puluhan rombongan datang dengan pakaian, budaya, dan cerita yang berbeda. Namun, semuanya berjalan dalam satu iring-iringan yang sama.

Pawai pun bukan sekadar pembuka acara. Ia menjadi semacam potret kecil Indonesia. beragam ketika datang, tetapi bisa bertemu dan berjalan bersama dalam satu tujuan.

Indonesia memang kadang terlihat seperti kumpulan puzzle yang berbeda bentuk. Tapi di Semarang pagi itu, semuanya dipaksa ketemu dalam satu frame. Beda pakaian boleh, beda budaya boleh, tapi barisannya jangan sampai beda arah. (dul)

You Might Also Like

Sampah Jateng Tembus 6,4 Juta Ton Per Tahun, Baru 30 Persen Terurus

Gratis! 76 Bus Angkutan Balik Bawa Perantau Jateng Kembali ke Ibu Kota

Satu Tahun Agustina-Iswar: Titik Lama Belum Beres, Banjir Muncul di Area Baru

Dari Rokok ke Raket: Michael Bambang Hartono Tutup Usia, Warisannya Nggak Main-Main

Tumbal Pernikahan Anak Dedi Mulyadi, 3 Orang Tewas Desak-desakan

TAGGED:agustina wilujengahmad luthfiheadlinemtq nasional semarangpemkot semarangpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Mau Jajanan Pasar Jadi Mesin Ekonomi? Samuel Wattimena: Mulai dari Data!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Semarang Berubah Jadi Panggung Keberagaman Saat Pawai MTQ

Mau Jajanan Pasar Jadi Mesin Ekonomi? Samuel Wattimena: Mulai dari Data!

PAWAI TAARUF--Rombongan FKUB mengusung tema toleransi dengan menampilkan tokoh lintas agama di Pawai Taaruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026). (bae)

Pawai MTQ Tampilkan Toleransi, Semarang Tegaskan Rumah bagi Semua

PAWAI MTQ--Mobil hias dari Provinsi Riau tampil dalam rangkaian pawai MTQ di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026). (bae)

Mobil Hias Kafilah MTQ Nasional di Semarang Pamerkan Budaya dari Berbagai Provinsi

Wali Kota Semarang Lepas Pawai Taaruf MTQ Nasional dengan Kibaran Bendera

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

ISI BBM - Ilustrasi pelanggan mengisi BBM di SPBU.
Ekonomi

Harga BBM di Jateng Turun! Dompet Auto Senyum di Tahun Baru

Januari 1, 2026
Sepak Bola

Widodo C Putro Puas Agresivitas dan Komunikasi Pemain

Juli 25, 2026
Supriyono alias Botok bersama aktivis Pati lainnya mengikuti rapat di DPR.
Politik

Akhirnya DPR Kasih Kepastian, RUU Perampasan Aset Diketok Desember

Agustus 27, 2026
Pendidikan

Program Sekolah Rakyat Telan Rp4 Triliun

Juli 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Semarang Berubah Jadi Panggung Keberagaman Saat Pawai MTQ
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?