BACAAJA, SEMARANG- Pawai taaruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang tak hanya menampilkan budaya dari 38 provinsi. Pawai ini juga menjadi panggung untuk menunjukkan wajah toleransi Kota Semarang.
Barisan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) berada di bagian depan pawai. Rombongan ini membawa mobil hias yang diisi perwakilan tokoh agama dari berbagai agama.
Baca juga: Bukan Cuma Pawai, Semarang Mau Pamer Toleransi di Jalanan Kota
“Dalam mengenal karakter sebagai tuan rumah Kota Semarang ada barisan FKUB yang berada di garda paling depan yang menegaskan bahwa Semarang adalah rumah bagi semua, rumah yang inklusif, damai, dan penuh toleransi,” kata Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, Sabtu (12/9/2026).
Menurutnya, pawai taaruf juga memperlihatkan keberagaman yang ada di Indonesia. Selain kafilah dari seluruh provinsi, rombongan dari 35 kabupaten/kota juga ikut meramaikan kegiatan tersebut.
Bentuk Indonesia
“Senang banget ya. Dan ini adalah bentuk dari Indonesia yang sesungguhnya. Selama 81 tahun kita merdeka dan hari ini kita melihat begitu persatuan dan kesatuan luar biasa,” ujarnya.
Agustina mengaku bangga Semarang dipercaya menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXI. Ia menilai keberagaman agama yang terlihat dalam pawai menjadi gambaran bahwa toleransi tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat.
Baca juga: Pembukaan MTQ Nasional Bisa Ditonton Bareng dari Videotron
Ia juga menyebut peran FKUB cukup besar dalam menjaga kerukunan di Kota Semarang. Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya dilakukan FKUB tingkat kota, tetapi juga hingga tingkat kecamatan.
“Yang paling berjasa di dalam proses mempertahankan toleransi dan kota harmoni ini adalah kawan-kawan di FKUB, baik itu yang di tingkat kota maupun di tingkat kecamatan-kecamatan,” katanya.
Kalau ada yang mengira MTQ cuma soal lomba Alquran, Semarang punya cara lain menjawabnya. Barisan terdepan justru diisi tokoh lintas agama. Sebab toleransi, kalau cuma dipajang di spanduk, ya namanya slogan. Kalau ikut jalan, baru terasa. (bae)

