BACAAJA, SEMARANG– Laga perdana Liga 2 Championship benar-benar bukan jalan-jalan sore buat PSIS Semarang. Bermain di Stadion Jatidiri, Jumat (11/9/2026), Mahesa Jenar harus bekerja keras sebelum akhirnya menaklukkan PSPS Pekanbaru dengan skor 2-1.
Sejak menit awal, PSIS langsung tampil agresif di depan publik sendiri. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-26. Berawal dari sepak pojok, Fitra Ridwan mengirim bola matang ke depan gawang PSPS. M Akbar Arjunsyah yang berdiri di posisi tepat langsung menyambutnya dengan sundulan keras. Gawang PSPS pun jebol. PSIS unggul 1-0.
Tapi keunggulan itu ternyata belum aman. Menjelang turun minum, tepatnya menit 45+2, PSPS berhasil menyamakan kedudukan. Gol tersebut lahir dari kaki Antonio Augusto Gamaroni De Carvalho yang memanfaatkan kemelut setelah tendangan bebas. Bola akhirnya bersarang di gawang Muhammad Rizky Darmawan. Skor 1-1 bertahan sampai jeda.
Memasuki babak kedua, situasinya malah berbalik. PSPS lebih banyak menguasai bola dengan persentase mencapai 53 persen. Serangan tim tamu pun beberapa kali membuat lini belakang PSIS harus bekerja ekstra. Namun, pertahanan Mahesa Jenar yang dikomandoi Komang Tri Arta Wiguna masih cukup disiplin untuk menahan tekanan.
Baca juga: PSIS Bergabung di Grup Berat
PSIS kemudian mencoba keluar dari kepungan lewat serangan balik cepat. Strategi itu akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-72. Deri Antony Corfe menjadi aktor penting dalam proses gol kedua PSIS. Legiun asing tersebut melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti dan melihat Lorensius Amanat Sabda berada dalam posisi yang lebih menguntungkan.
Alih-alih memaksakan diri menembak, Corfe memilih mengirim umpan matang. Lorensius tak menyia-nyiakannya. Jebret! Bola diceploskan ke gawang PSPS. PSIS kembali unggul 2-1 dan Stadion Jatidiri langsung bergemuruh.
Tingkatkan Tekanan
Tertinggal, PSPS mencoba meningkatkan tekanan di sisa pertandingan. Pelatih Akhyar Ilyas melakukan sejumlah perubahan untuk mengejar gol penyama. Namun, PSIS tak mau lagi memberi ruang.
Lini pertahanan Mahesa Jenar tampil rapat dan berhasil mematahkan berbagai upaya PSPS. Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap 2-1. Tiga poin pun resmi menjadi milik PSIS. Kemenangan tersebut menjadi modal berharga bagi skuad asuhan Widodo Cahyono Putro untuk mengawali perjalanan di Liga 2 Championship.
Laga pertama memang penuh tekanan. Apalagi PSIS sempat kehilangan keunggulan dan harus menghadapi dominasi lawan di babak kedua. Namun, mentalitas pemain akhirnya berbicara.
Kapten PSIS, Komang Tri Arta Wiguna, menegaskan tim sudah bertekad mengamankan tiga poin sejak awal. “Betul, laga pertama tidak mudah. Tetapi kami sudah sepakat untuk bekerja keras meraih tiga poin pertama,” tegasnya seusai pertandingan.
Baca juga: PSIS Siap Tempur!
Di kubu PSPS, perjuangan keras belum cukup untuk membawa pulang poin dari Jatidiri. Tim tamu harus mengakui keunggulan tuan rumah setelah sempat memberikan perlawanan sengit.
Sebelum pertandingan, pemain PSPS Asir juga sempat menyampaikan optimisme timnya untuk meraih hasil maksimal. “Kami ingin menampilkan yang terbaik, semoga bisa mendapatkan hasil yang baik. Insyaallah 3 poin,” ujarnya. Sayangnya, tiga poin itu akhirnya cuma jadi target yang tertinggal di Semarang.
PSIS memang sempat dibuat sibuk di babak kedua. Tapi begitulah sepak bola: yang penting bukan siapa yang paling lama pegang bola, melainkan siapa yang paling pintar memanfaatkan celah. Kali ini, umpan Corfe dan kaki Sabda yang jadi pembeda. PSPS boleh dominan, Mahesa Jenar yang pulang bawa tiga poin. (tebe)

