Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menurun, PVMBG Kasih Peringatan: Bukan Berarti Berhenti
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Erupsi Gunung Anak Krakatau Menurun, PVMBG Kasih Peringatan: Bukan Berarti Berhenti

R. Izra
Last updated: September 7, 2026 10:46 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
Erupsi Gunung Anak Krakatau
SHARE

BACAAJA, SERANG – Letusan Gunung Anak Krakatau mulai mengecil. Terjadi penurunan aktivitas vulkanik. Namun, belum sepenuhnya aman.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberi peringatan. Aktivitas vulkanik yang menurun bukan berarti erupsi sudah selesai. Potensi letusan susulan masih tetap ada.

Kepala PVMBG Rita Susilawati mengatakan alat pemantauan memang mencatat adanya penurunan aktivitas. Namun, kondisi tersebut belum bisa dijadikan tanda bahwa Gunung Anak Krakatau bakal berhenti beraktivitas.

“Menurunnya itu bukan berarti akan berhenti aktivitasnya. Kemungkinan masih akan terjadi erupsi,” kata Rita seusai meninjau Pos Pemantau Gunung Api Anak Krakatau di Kabupaten Serang, Minggu (6/9/2026).

Bacaaja: KAI Semarang Tambah Kereta ke Jakarta Antisipasi Lonjakan Penumpang Imbas Erupsi
Bacaaja: Usai Anak Krakatau, Semeru Menyusul Erupsi Abu Vulkanik Membumbung 1.000 Meter

Karena itu, pemantauan tetap dilakukan 24 jam nonstop. Setiap perubahan aktivitas akan terus dipantau dan dilaporkan kepada pemerintah daerah untuk menentukan langkah penanganan jika kondisi berubah.

Meski trennya menurun, Gunung Anak Krakatau masih sempat mengalami erupsi pada Minggu (6/9/2026). Berdasarkan data Magma Indonesia, tercatat dua aktivitas erupsi.

Erupsi pertama terjadi sekitar 03.53 WIB, sedangkan erupsi berikutnya tercatat sekitar 07.10 WIB.

Keduanya tidak terlihat secara visual dari pos pemantauan. Namun, aktivitas tersebut terekam seismograf. Erupsi pukul 07.10 WIB tercatat memiliki amplitudo maksimum 50 milimeter dengan durasi sekitar 16 detik. Sebelumnya, aktivitas erupsi juga sudah berlangsung sejak Sabtu (5/9/2026).

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Suwarno menjelaskan, letusan yang berlangsung terus-menerus tanpa jeda masih dihitung sebagai satu kejadian erupsi.

Erupsi baru dihitung sebagai kejadian berbeda jika aktivitas sebelumnya sudah benar-benar berhenti, kemudian muncul letusan lagi setelah jeda.

Waspadai sebaran abu vulkanik

Bukan cuma erupsi yang perlu diwaspadai. Sebaran abu vulkanik juga jadi perhatian. PVMBG mengatakan arah pergerakan abu sangat bergantung pada kondisi angin. Jadi, arahnya bisa berubah sewaktu-waktu.

Pada 6 September 2026, abu vulkanik terpantau bergerak ke arah barat, bagian selatan Selat Sunda, hingga Samudra Hindia.

PVMBG juga bekerja sama dengan BMKG dan memanfaatkan data dari stasiun pemantauan di Australia untuk memantau perubahan arah angin. Hal ini penting karena abu vulkanik bisa mengganggu aktivitas penerbangan.

Sehari sebelumnya, kolom abu Anak Krakatau diperkirakan mencapai sekitar 150 meter di atas puncak dan terbawa angin ke arah barat laut.

Sebaran abu bahkan dilaporkan mencapai sejumlah wilayah Lampung, seperti Tanjung Karang, Bandar Lampung, hingga Tanggamus.

Status masih siaga

Sampai sekarang, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. Status ini tidak cuma ditentukan dari seberapa besar letusan yang terjadi. PVMBG juga mempertimbangkan potensi ancamannya terhadap masyarakat.

Karena itu, masyarakat, wisatawan, maupun nelayan diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah. Yang juga penting, waktu erupsi secara pasti memang tidak bisa diprediksi.

PVMBG hanya bisa membaca tanda-tanda vulkanik melalui pemantauan berbagai indikator, seperti aktivitas kegempaan, tinggi kolom abu, serta arah penyebaran material vulkanik.

“Yang bisa kita lakukan adalah melakukan pemantauan dan membaca tanda-tandanya,” ujar Rita. (*)

You Might Also Like

Gombel Ditutup, Jangli Ikut “Sesak Napas”

Terbongkar! Begini Cara Gus Yazid Samarkan Duit Hasil Korupsi Jatah Eks-Pangdam Widi

Dua Sekda Klaten Terseret Korupsi Plasa yang Bikin Negara Rugi Rp6 Miliar

KPK Tangkap Dua Kepala Daerah dari Partai Gerindra, Selain Bupati Pati Ada Wali Kota Madiun

Investasi Jateng Ngebut Tembus Rp48,54 Triliun

TAGGED:erupsigunung anak krakatauheadlineletusanpvmbg
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) safari politik untuk membesarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kerja Keras Jokowi Besarkan PSI Sia-sia? Survei PPI Ungkap Hal Ini
Next Article BERIKAN MAKANAN: Wisatawan memberikan makanan kepada sejumlah monyet di Goa Kreo, Gunungpati, Semarang, Jumat (29/5/2026). (dul) Semarang Bakal Kedatangan Banyak Tamu MTQ Nasional, Monyet Gua Kreo Siap Sambut Wisatawan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Abu Vulkanik Bikin MBG Jabar Ikut Jeda

RUU Perampasan Aset Dianggap Leled, DPR Angkat Bicara

Gus Ipul Siapkan Sanksi untuk ASN yang Main Judol

SIDANG KORUPSI--Bupati Pati, Sudewo, memberi keterangan dalam sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (7/9/2026). (bae)

Jaksa KPK Kulik Biaya Nyaleg, Sudewo: Tanya ke Rumput yang Bergoyang

SIAP SAMBUT WISATAWAN - Petugas keamanan berdiri di pintu masuk wisata Taman lele semarang, Senin (7/9/2026). Taman Lele siap menyambut keramaian tamu MTQ Nasional yang digelar di Semarang. (dul)

Taman Lele Siap Sambut Keramaian Tamu MTQ Nasional di Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sirkular

Menuju Energi Bersih, PLN Siapkan PLTS Berbaterai untuk Karimunjawa

Juli 16, 2025
ILUSTRASI KERACUNAN MBG: Anggota TNI dan Polri mengevakuasi salah satu siswa yang diduga keracunan MBG di SMA 2 Kudus, Kamis, (29/1/2026). (Foto: Ist)
Daerah

MBG Berujung Mulas: 70 Siswa SMA 2 Kudus Diduga Keracunan

Januari 29, 2026
Dua begal sadis yang beraksi di Jl. Halmahera, Semarang, diringkus polisi.
Hukum

Tampang Duo Begal Sadis Halmahera Semarang, Eksekutor Ditangkap di Magelang

April 8, 2026
Ekonomi

Cek Harga Beras, Tim Gabungan Turun ke Pasar Banjarnegara

Oktober 23, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menurun, PVMBG Kasih Peringatan: Bukan Berarti Berhenti
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?