BACAAJA, SEMARANG – KH Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf gagal maju menjadi calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) karena terganjal masa iddah politik. Dalam persyaratan calon Ketua Umum PBNU, kandidat calon harus mengundurkan diri dari partai politik, minimal setahun sebelum masa pencalonan.
Sementara, Gus Yusuf belum genap setahun mundur dari Ketua DPW PKB Jateng. Walhasil, Gus Yusuf gagal maju menjadi calon Ketua Umum PBNU.
Meski demikian, Gus Yusuf sudah legawa. Ia pun menitipkan pesan dan harapan untuk Ketua Umum PBNU periode 2026-2031 terpilih, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) yang merupakan pengasuh Ponpes Tebuireng, Jombang.
Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, Magelang, itu berharap pergantian kepemimpinan di tubuh PBNU menjadi momentum untuk memperkuat persatuan sekaligus membawa organisasi ke arah yang lebih baik.
Bacaaja: BREAKING NEWS: Muktamar NU Rusuh! Aturan Masa Iddah Politik Jadi Pemicu
Bacaaja: Paket Istana Menang di Muktamar NU? KH Miftachul Akhyar-Gus Kikin Terpilih Jadi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU
“Harapan saya, semoga NU ke depan lebih baik, lebih solid, dan bermartabat. Itu saja. Insyaallah, kita harus positif thinking,” kata Gus Yusuf saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (1/9/2026).
Gus Yusuf sebelumnya juga masuk dalam bursa kandidat Ketua Umum PBNU. Namun, ia menyambut positif hasil Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, yang menetapkan Gus Kikin sebagai pemimpin baru PBNU.
Ia berharap Gus Kikin bersama jajaran pengurus yang baru mendapat kekuatan lahir dan batin dalam menjalankan amanah serta membawa NU menghadapi berbagai tantangan ke depan.
“Semoga beliau diberikan kekuatan lahir batin oleh Allah untuk membawa NU ke depan lebih baik,” ujarnya.
Gus Kikin sendiri terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Dalam proses tersebut, Gus Kikin sebelumnya masuk dalam lima nama kandidat Ketua Umum PBNU. Empat nama lainnya yakni Wakil Ketua Umum PBNU Zulfa Mustofa, Abdussalam Sochib atau Gus Salam, Ketua Umum PBNU periode sebelumnya Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, serta Abdul Ghofar Rozin.
Melalui musyawarah AHWA, para anggota kemudian mencapai mufakat untuk menetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031.
“Secara mufakat memutuskan untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmat 2026-2031,” ujar anggota AHWA Anwar Iskandar dalam sidang pleno Muktamar ke-35 NU, Senin (31/8/2026).
Terpilihnya Gus Kikin sekaligus menandai dimulainya kepemimpinan baru PBNU untuk lima tahun mendatang.
Bagi Gus Yusuf, hasil tersebut kini perlu disambut secara positif oleh seluruh elemen NU. Ia berharap proses pergantian kepemimpinan dapat menjadi titik untuk kembali memperkuat kekompakan organisasi.
Menurutnya, NU ke depan membutuhkan persatuan dan soliditas agar tetap memiliki marwah serta mampu menjalankan perannya di tengah masyarakat.
“Harapan saya, semoga NU ke depan lebih baik, lebih solid, dan bermartabat,” kata gus yusuf. (dul)

