BACAAJA, SEMARANG – Rencana penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Simpang Lima Semarang membuat sejumlah pedagang harus berpindah sementara dari lokasi berjualan. Masa relokasi diperkirakan berlangsung sekitar lima hingga enam bulan.
Salah seorang pedagang, Mufidah (43), mengatakan selama proses tersebut kawasan lama akan ditata dan dibangun kembali, termasuk penyediaan tempat untuk para pedagang.
“Katanya untuk sementara, sekitar 5-6 bulan paling lama. Nunggu tempatnya jadi, nanti dibuatin taman dan tempat jualannya dibangun lagi,” kata Mufidah, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, pedagang dari sejumlah titik akan dipindahkan ke lokasi relokasi yang berbeda. Setelah penataan selesai, pedagang direncanakan kembali ke tempat semula.
Bacaaja: Bersolek buat MTQ, PKL Simpang Lima Diminta Geser
Bacaaja: Duit Retribusi Seret, Lapak PKL Simpang Lima Bakal Ditata Ulang
Meski demikian, relokasi tetap menimbulkan kekhawatiran bagi pedagang. Perpindahan lokasi dikhawatirkan memengaruhi jumlah pelanggan dan pendapatan selama masa pembangunan.
“Namanya pindah tempat ya tidak enak. Tapi kalau tempatnya sudah jadi, nanti kembali lagi,” ujarnya.
Para pedagang kini berharap ada kepastian mengenai lokasi relokasi, lama pembangunan, dan mekanisme pengembalian mereka ke tempat semula.
“Kami maunya jelas, pindahnya ke mana dan nanti setelah selesai kembali ke mana,” kata Mufidah. (dul)

