BACAAJA, JOMBANG – Nama Menteri Agama (Menag) cum Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, masuk dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatuk Ulama (PBNU) dalam Muktamar ke-35 yang digelar di Jombang, Jawa Timur (Jatim).
Bahkan sempat beredar kabar, Nasaruddin mundur dari jabatan Menag demi meraih kursi Ketum PBNU. Namun, pada akhirnya isu ini dibantah oleh Kemeng.
Saat Muktamar ke-35 NU tengah berlangsung, Menang Nasaruddin Umar bikin pernyataan mengejutkan. Secara tiba-tiba ia mengundurkan diri dari bursa calon Ketua Umum PBNU.
Nasaruddin memastikan tidak ikut bertarung dalam Muktamar ke-35 NU.
Bacaaja: CEK FAKTA: Menag Mundur demi Penuhi Syarat Nyalon Ketua Umum PBNU, Hoaks!
Bacaaja: Viral Jet Pribadi Menag, KPK Mulai Buka Data
Pilih fokus jadi Menag
Nama Nasaruddin Umar sempat ramai didorong sejumlah kolega dan sahabat dari berbagai daerah untuk maju sebagai calon Ketum PBNU.
Namun, Nasaruddin memilih jalan lain. Ia ingin fokus menjalankan tugas sebagai Menteri Agama.
Menurutnya, pekerjaan di Kementerian Agama bukan perkara ringan. Tugasnya luas dan membutuhkan konsentrasi penuh.
“Yang terbaik buat saya … lebih baik saya berkonsentrasi di Kementerian Agama,” tegas Nasaruddin di Jombang, Kamis (27/8/2026).
Nasaruddin juga menegaskan, keputusan tersebut bukan berarti dirinya meninggalkan NU. Ia tetap akan memperhatikan perkembangan NU dan warga Nahdliyin.
“Tanpa harus meninggalkan konsen saya terhadap Nahdlatul Ulama,” ujarnya.
Nasaruddin mengakui sebelumnya banyak kolega dan sahabat dari berbagai daerah yang mendorongnya maju dalam kontestasi Ketum PBNU. Namun, dukungan tersebut tidak mengubah pilihannya.
Ia memilih tetap menjalankan amanah sebagai Menteri Agama sekaligus membantu Presiden Prabowo Subianto dalam urusan kehidupan dan kerukunan umat beragama.
Karena itu, Nasaruddin meminta maaf kepada mereka yang sebelumnya berharap dirinya memimpin PBNU.
“Maka dengan demikian, saya minta maaf kepada teman-teman dari berbagai daerah yang mungkin telah mengimajinasikan saya untuk memimpin PBNU,” katanya.
Nasaruddin berharap Muktamar ke-35 NU tetap berjalan lancar dan kondusif. Menurutnya, forum tersebut harus menghasilkan keputusan terbaik.
Bukan cuma untuk warga Nahdliyin. Tapi juga untuk bangsa Indonesia secara lebih luas.
“Mudah-mudahan muktamar ini berjalan lebih lancar, dan menghasilkan hasil-hasil muktamar yang lebih baik untuk bangsa, khususnya untuk Nahdliyyin,” pungkasnya.
Dengan pernyataan ini, Nasaruddin secara resmi menutup peluangnya masuk dalam perebutan kursi Ketum PBNU.
Untuk sementara, ia memilih fokus di pemerintahan. Bursa Ketum PBNU pun makin menarik untuk diikuti. Sejumlah nama yang telah muncul antara lain: petahana Gus Yahya; Pengasuh Ponpes Tebuireng, Gus Kikin; Ketua PWNU Jateng Gus Rozin; Gus Yusuf, dan lainnya. (*)

