Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Buya Yahya Ingatkan Efek Ribut di Depan Anak
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Buya Yahya Ingatkan Efek Ribut di Depan Anak

Nugroho P.
Last updated: Agustus 28, 2026 11:11 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Buya Yahya.
SHARE

BACAAJA, CIREBON – Anak ternyata bukan cuma mendengar apa yang diucapkan orang tuanya. Mereka juga diam-diam merekam bagaimana ayah dan ibunya saling memperlakukan, termasuk saat hubungan keduanya sedang tidak baik-baik saja.

Karena itu, Buya Yahya mengingatkan orang tua agar lebih hati-hati ketika menghadapi konflik rumah tangga. Jangan sampai pertengkaran yang seharusnya menjadi urusan pasangan justru berubah menjadi tontonan yang membekas di hati anak.

Pesan tersebut disampaikan Buya Yahya dalam ceramah yang dikutip dari kanal YouTube @albahjahtv. Ia menekankan pentingnya menghadirkan suasana penuh penghargaan di hadapan anak, meski dalam kehidupan rumah tangga tetap ada persoalan yang harus diselesaikan.

“Jangan biasa ribut di depan anak-anak, wahai para orang tua,” ujar Buya Yahya.

Menurutnya, kebiasaan orang tua bertengkar di depan anak bisa membuat anak belajar pola hubungan yang keliru. Anak berpotensi menganggap sikap saling menyerang dan bermusuhan sebagai sesuatu yang wajar dalam keluarga.

Buya Yahya menggambarkan bagaimana perilaku orang tua bisa ditiru anak. Ketika ayah dan ibu terus bertengkar, anak dapat menyerap konflik tersebut dan kemudian membawa pola itu dalam cara berpikir maupun bersikap.

“Bapak ibunya sering berantem, yang satu kucing, satu kambing, akhirnya anaknya berkata, ‘Bapakku kambing, Ibuku kucing’,” jelasnya.

Sebaliknya, Buya Yahya mengajak orang tua memberikan contoh hubungan yang hangat di depan anak. Hal sederhana seperti saling menghormati dan menempatkan pasangan pada posisi yang baik bisa menjadi pelajaran berharga.

“Coba jika pemandangan indah Anda hadirkan di depan sang anak,” sarannya.

Ia kemudian memberikan contoh sederhana. Saat anak pulang sekolah dan hendak bersalaman dengan ibunya, sang ibu bisa mengarahkan anak untuk lebih dulu menyapa ayahnya sebagai imam dalam keluarga.

“Sayang, ayahmu dulu dong, ayahmu kan imam di rumah ini,” kata Buya Yahya mencontohkan.

Menurutnya, sikap tersebut bisa dilanjutkan oleh sang ayah. Ketika anak menghampirinya, ayah justru bisa meminta anak untuk lebih dulu menghormati ibunya.

“Ti dak, umimu dulu sayang, umimu yang mengandungmu, umimu yang melahirkanmu, umimu yang harus kau dahulukan,” ujarnya.

Dari contoh sederhana itu, anak melihat bahwa ayah dan ibu sama-sama saling menghargai. Pesan tersebut bisa tertanam tanpa harus disampaikan lewat ceramah panjang kepada anak.

“Lihat pemandangan indah yang ada di hati anak, apa penghormatan dia berpikir dalam hatinya,” kata Buya Yahya.

Ia menegaskan, usia anak yang masih kecil bukan alasan untuk menganggap mereka tidak memahami suasana rumah. Anak tetap bisa menangkap rasa hormat, kasih sayang, maupun ketegangan yang terjadi antara orang tuanya.

“Biarpun anak kecil, dia ngerti, ‘Ibuku menghargai Ayahku, Ayahku menghargai Ibuku’,” jelasnya.

Sebaliknya, pertengkaran yang terus dipertontonkan di depan anak justru bisa menanamkan kebiasaan bermusuhan. Apalagi jika salah satu orang tua sampai mengajak anak membenci atau menyalahkan pasangannya.

“Allah bukan berantem depan anak, bilang ayahmu begini, akhirnya mengajari anaknya agar bermusuhan,” tegas Buya Yahya.

Nasihat tersebut menjadi pengingat bahwa rumah bukan cuma tempat anak tumbuh secara fisik. Rumah juga menjadi sekolah pertama tempat mereka belajar soal cinta, penghormatan, komunikasi, dan cara memperlakukan orang lain.

Karena itu, ketika ada persoalan rumah tangga, Buya Yahya mengingatkan pentingnya menjaga anak agar tidak ikut terseret ke dalam konflik. Menyelesaikan masalah dengan lebih dewasa bisa sekaligus menjadi contoh baik bagi anak tentang bagaimana sebuah hubungan dijaga. (*)

You Might Also Like

Ngopi Pagi Langsung Gas, Beneran Bikin Fresh atau Malah Drama

Puasa Bedug Dulu Dicengin, Kata Buya Yahya Keren

Rahasia Kulit Glowing ala Davina Karamoy, Simpel, Cepat, Tapi Tetap Kece!

Teh Hangat Saat Sahur, Aman atau Bikin Lemas

Suka Makan Mi Instan Tapi Takut Gemuk? Intip Tips Ala Korea Ini!

TAGGED:buya yahyaislamribut di depan anak
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dzikir Sambil Tiduran, Boleh Nggak Sih?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Buya Yahya Ingatkan Efek Ribut di Depan Anak

Dzikir Sambil Tiduran, Boleh Nggak Sih?

Benteng Van der Wijck Siap Naik Kelas

Harga Ayam di Medan Melejit, Pasokan Mulai Seret

Ilustrasi roda pesawat terbang.

Mayat Misterius di Ruang Roda Pesawat usai Terbang dari Tokyo Bikin Geger

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Nyeri Gigi Menyerang, Dzikir Ini Jadi Teman Menenangkan

Juni 24, 2026
Tips

Jumat Buat Muslimah, Amalan Ringan Tapi Pahalanya Nggak Main-main

April 2, 2026
Info

Lupa Niat Puasa, Siang Masih Bisa Nggak Ya?

Februari 20, 2026
Tips

Ginjal Tetap Aman, Deretan Makanan Ini Diam Diam Menjaga

Maret 31, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Buya Yahya Ingatkan Efek Ribut di Depan Anak
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?