Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Jangan Buang Sisa Makanan, KKN UIN Walisongo Tunjukkan Cara Jadi Cuan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Jangan Buang Sisa Makanan, KKN UIN Walisongo Tunjukkan Cara Jadi Cuan

Sisa sayur, buah, sampai makanan yang biasanya langsung masuk tong sampah ternyata bisa punya nasib lebih produktif. Di Desa Karangrowo, Demak, sampah organik dikenalkan bukan sebagai barang buangan, tapi sebagai “menu makan” maggot yang ujung-ujungnya juga bisa membuka peluang cuan.

T. Budianto
Last updated: Agustus 24, 2026 4:50 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
WORKSHOP SAMPAH: Mahasiswa KKN Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) 22 UIN Walisongo Semarang Posko 103 menggelar workshop pengelolaan sampah organik berbasis budidaya maggot di Gedung Serbaguna Kantor Desa Karangrowo, Jumat (21/8/2026). (Foto: dul)
SHARE

BACAAJA, DEMAK- Sisa makanan yang biasanya berakhir di tempat sampah ternyata bisa punya “pekerjaan” baru. Di Desa Karangrowo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, sampah organik rumah tangga dikenalkan sebagai pakan yang bisa menghidupi maggot sekaligus membuka peluang usaha.

Ide sederhana itu dibawa mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram (MIT) 22 UIN Walisongo Semarang Posko 103 melalui workshop pengelolaan sampah organik berbasis budidaya maggot di Gedung Serbaguna Kantor Desa Karangrowo, Jumat (21/8/2026).

Sebanyak 26 kader kesehatan desa mengikuti kegiatan tersebut. Mereka tak hanya mendapat penjelasan soal cara memelihara maggot, tetapi juga diajak memahami bagaimana sampah rumah tangga yang selama ini dianggap tidak berguna bisa masuk ke dalam sebuah siklus yang lebih bermanfaat. Workshop tersebut menghadirkan Mirza Musyaffa dari Komunitas Nol Sampah (Komunals) Gunungpati, Kota Semarang.

Ketua pelaksana kegiatan, Ahmad Fajar mengatakan, persoalan sampah organik perlu dicari solusinya dari tingkat paling sederhana, yakni rumah tangga.

Baca juga: Beda Nasib Ormawa Fakultas UIN Semarang dan UIN Jogja

“Tujuan workshop ini untuk mengelola sampah organik melalui budidaya maggot, agar sampah organik atau sampah rumah tangga tidak terbuang sia-sia,” ujarnya, Senin (24/8/2026).

Dalam budidaya maggot, sisa makanan bukan lagi sekadar limbah. Buah, sayuran, dan makanan sisa dapat dimanfaatkan sebagai pakan. Namun, ada satu hal yang tidak boleh disepelekan, yakni kondisi makanan yang diberikan.

Mirza menjelaskan, pakan maggot sebaiknya tidak terlalu keras, terlalu kering, maupun terlalu basah. Tekstur yang sesuai akan membuat maggot lebih mudah menguraikan makanan.

“Pemberian makanan untuk maggot ini bisa dengan buah-buahan, sayuran atau yang lainnya, asalkan teksturnya tidak keras. Itu akan membuat maggot susah mengurainya karena mereka menyerap makanan tersebut,” jelasnya.

Perjalanan Produksi

Peserta juga diajak mengenal perjalanan hidup maggot. Dimulai dari telur, kemudian menjadi larva, berkembang menjadi lalat dewasa, hingga kembali menghasilkan telur. “Proses budidaya maggot ini perlu diperhatikan agar di setiap fasenya bisa diproses dan terbudidaya dengan baik,” tambah Mirza.

Menariknya, manfaat budidaya ini tidak berhenti pada persoalan sampah. Maggot yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak maupun dijual kepada pihak yang membutuhkan. Artinya, satu aktivitas bisa menghasilkan dua manfaat: volume sampah organik berkurang, sementara hasil pengolahannya berpotensi memiliki nilai ekonomi.

Ida, salah satu peserta workshop, mengaku tertarik mencoba budidaya maggot setelah mengikuti kegiatan tersebut. “Tentunya saya merasa senang karena dapat pengetahuan baru. Saya juga sudah sedikit penasaran bagaimana proses budidayanya, jadi kemungkinan akan mencoba sendiri di rumah,” tuturnya.

Baca juga: Maba UIN Walisongo Menangis Bahas Nasib Guru

Koordinator Divisi Kesehatan Masyarakat (KesMas) KKN Posko 103, Sulis, berharap, workshop tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan baru, tetapi benar-benar dicoba oleh masyarakat.

“Diharapkan setelah adanya workshop ini masyarakat menjadi paham bagaimana solusi lain yang bisa diterapkan untuk permasalahan sampah organik rumah tangga yang ada di Karangrowo selama ini, yaitu dengan budidaya maggot,” katanya.

Sesuatu yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata bisa menjadi bagian dari siklus baru, sisa makanan menjadi pakan, pakan menjadi maggot, dan maggot berpotensi menjadi sumber penghasilan. (dul)

You Might Also Like

79.8 Ribu Pendaftar Gagal Masuk Undip Lewat UTBK SNBT 2025

Cara SDN Tandang 03 Semarang Rayakan Hari Anak Bikin Siswa Lupa Gadget

Takut Di-Merger, Nggak Jadi Join: LPM Esensi Resmi “Pause” di 2026

Jago Bobol Celah NASA, Siswa Pinrang Bikin Daerah Ikut Bangga

Undip Kembangkan Sentra Domba Terpadu di Desa Tumbrep

TAGGED:kknmaggotuin walisongo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Muktamar NU Digelar, Makam Gus Dur Buka 24 Jam
Next Article Dari Walet hingga Produk Kayu, Ekspor Jateng Tembus Rp10,9 Triliun

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

MAKNA KEMERDEKAAN - Bagi PLN Icon Plus, semangat kemerdekaan diwujudkan melalui kontribusi hadirkan solusi teknologi, telekomunikasi, konektivitas, dan layanan digital.

PLN Icon Plus Regional Jawa Bagian Tengah Maknai HUT ke-81 RI: Perkuat Sinergi dan Kontribusi bagi Indonesia

Kurangi Penggunaan Air Tanah, PDAM dan Satpol PP Mulai “Sisir” Kawasan Industri

Empat Sekolah Satu Meja, BOSKIN Tak Cuma Habis di Laporan

ATAS PERMINTAAN APARAT - Bank Mandiri, melalui akun IG resmi mereka menyatakan pemblokiran rekening Supriyono alias Botok, warga Pati, atas permintaan aparat. Namun, Mandiri tak menjelaskan instirusi aparat negara tersebut.

Teguh Pati Pertanyakan Rekening Bank Mandiri Botok Diblokir: Kami Ini Salah Apa?

Dari Walet hingga Produk Kayu, Ekspor Jateng Tembus Rp10,9 Triliun

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

BEASISWA KHUSUS - Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jawa Tengah, Prof Hasyim Muhammad, memberikan keterangan mengenai beasiswa khusus untuk santri, Sabtu (22/8/2026). (dul)
Pendidikan

Kabar Gembira! Ada Beasiswa Rp6 Juta per Orang untuk 420 Santri Ma’had Aly Jateng

Agustus 22, 2026
Pendidikan

Gaji Guru Rp5 Juta Mengemuka, DPR Buka Harapan

Juni 24, 2026
Pendidikan

Jawa Tengah Masih Kekurangan 2.298 Guru

Juli 31, 2025
Pendidikan

Bocah Boyolali Bikin NASA Kasih Salut

Juli 17, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Jangan Buang Sisa Makanan, KKN UIN Walisongo Tunjukkan Cara Jadi Cuan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?