BACAAJA, SEMARANG – Aktivitas gempa susulan pascagempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terus terjadi.
Dilansir dari unggahan akun Instagram resmi BMKG @infobmkg, hingga Selasa (18/8/2026) pukul 17.00 WIB tercatat telah terjadi 2.403 gempa susulan sejak gempa utama pada 15 Agustus 2026.
Berdasarkan data BMKG, gempa susulan terbesar mencapai Magnitudo 6,2 dan yang terkecil Magnitudo 1,3. Dari total kejadian tersebut, sebanyak 24 gempa memiliki magnitudo di atas 5,0, sementara 72 gempa dilaporkan dirasakan masyarakat.
Bacaaja: 61 Mahasiswa UMY Selamat dari Gempa NTT
Bacaaja: Ada 37 Gempa Susulan Guncang NTT, BNPB: Dua Korban Jiwa di Sikka
Peta sebaran yang dibagikan BMKG menunjukkan ribuan gempa susulan masih terkonsentrasi di sepanjang jalur Flores Back Arc Thrust, tepat di sekitar lokasi gempa utama.
Titik-titik gempa yang terlihat sangat rapat mengindikasikan aktivitas penyesuaian lempeng bumi masih berlangsung pascagempa besar yang mengguncang wilayah Flores beberapa hari lalu.
Meski sebagian besar gempa susulan berkekuatan kecil, jumlahnya yang terus bertambah membuat kekhawatiran masyarakat belum mereda. Hal itu terlihat dari respons warganet yang membanjiri kolom komentar unggahan BMKG.
Salah satu komentar yang menyita perhatian datang dari akun @ririendjl26 yang menuliskan, “kapan berakhir ee tuhan.”
Komentar tersebut seolah mewakili kegelisahan banyak warga yang hingga kini masih merasakan trauma dan ketidakpastian akibat rentetan gempa susulan yang belum menunjukkan tanda-tanda berhenti.
Dari pola sebaran pada peta BMKG, gempa susulan masih terfokus di sekitar sumber gempa utama.
Kondisi ini menunjukkan proses pelepasan dan penyesuaian energi di zona patahan masih berlangsung. Namun, fenomena tersebut merupakan hal yang umum terjadi setelah gempa besar. (dul)

