Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Mengerikan! 1.778 Anak di Jateng Jadi Korban Kekerasan, DP3AKB: 47 Persen Kasus Seksual
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Mengerikan! 1.778 Anak di Jateng Jadi Korban Kekerasan, DP3AKB: 47 Persen Kasus Seksual

R. Izra
Last updated: Agustus 12, 2026 2:10 pm
By R. Izra
4 Min Read
Share
Ilustrasi anak korban kekerasan. (ist)
Ilustrasi anak korban kekerasan. (ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Kasus kekerasan terhadap anak masih jadi momok mengerikan di Jawa Tengah (Jateng). Angkanya bikin ngelus dada. Terlebih, sebagian besar merupakan korban kasus kekerasan seksual.

Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Anak (PHPA) DP3AKB Jawa Tengah, Ilma Patriani, menyatakan sepanjang semester pertama 2026, tercatat 1.778 anak menjadi korban kekerasan. Kasusnya tersebar di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Yang paling bikin perhatian, hampir separuh kasus tersebut merupakan kekerasan seksual. Persentasenya mencapai 47 persen.

Bacaaja: Pelaku Kekerasan Seksual Anak Mayoritas Orang Terdekat
Bacaaja: Begini Perkembangan Kasus Eks Kapolres Ngada Terkait Kekerasan Seksual Anak 

“Anak-anak kita ini darurat kekerasan, terutama kekerasan seksual,” ujar Ilma, dalam Podcast Ruang Baca yang dilansir dari kanal YouTube Bacaajadotco.

Ilma menjelaskan, kekerasan terhadap anak punya banyak bentuk. Selain kekerasan seksual, ada juga kekerasan fisik, penelantaran, perundungan, perdagangan anak hingga eksploitasi.

Karena itu, menurut Ilma, persoalan ini nggak bisa cuma diserahkan kepada pemerintah. Keluarga, sekolah, lingkungan, komunitas, bahkan anak-anak sendiri punya peran dalam menciptakan lingkungan yang aman.

“DP3AKB Provinsi Jawa Tengah tidak bisa berdiri sendiri. Sistem perlindungan anak ini perlu dilakukan secara komprehensif, holistik dan terintegrasi,” jelasnya.

Untuk mencegah kekerasan, DP3AKB Jateng menggandeng banyak pihak. Mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, organisasi masyarakat, lembaga keagamaan hingga komunitas anak.

Ada juga Forum Anak Jawa Tengah dan Forum Genre. Keduanya dilibatkan sebagai pendidik sebaya maupun konselor sebaya.

Menurut Ilma, ada alasan kenapa teman sebaya ikut dilibatkan. Anak terkadang justru lebih nyaman bercerita kepada teman yang seusia atau punya pengalaman yang mirip. Dengan begitu, persoalan yang dialami bisa lebih cepat diketahui dan ditangani.

Pemerintah juga sudah memiliki sejumlah layanan untuk menangani persoalan anak. Salah satunya Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga). Layanan ini membantu keluarga menghadapi persoalan pengasuhan maupun hubungan di dalam keluarga.

Sementara untuk anak yang menjadi korban kekerasan, tersedia layanan melalui UPTD PPA.

Pendampingan bisa mencakup bantuan hukum, layanan medis, dukungan psikologis hingga reintegrasi sosial. Bentuk layanan disesuaikan dengan hasil asesmen kebutuhan korban.

Ilma juga menegaskan, anak yang menjadi korban maupun anak yang berhadapan dengan persoalan sebagai pelaku tetap membutuhkan perhatian dan intervensi yang sesuai dengan prinsip perlindungan anak.

Jangan diam!

Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Anak (PHPA) DP3AKB Provinsi Jateng, Ilma Patriani. (Foto: Ist)

Ilma mengingatkan masyarakat agar nggak memilih diam ketika mengetahui adanya dugaan kekerasan terhadap anak. Menurutnya, keberanian untuk melapor penting agar korban bisa segera mendapatkan penanganan.

“Jangan pernah takut untuk speak up atau melapor. Dengan speak up, korban akan segera tertangani dengan maksimal,” katanya.

Perlindungan anak juga nggak boleh baru dilakukan setelah kekerasan terjadi. Edukasi soal hak anak, kesehatan reproduksi, lingkungan yang aman, sampai keberanian menyampaikan pengalaman yang nggak menyenangkan perlu dikenalkan sejak dini.

Sebab, menciptakan lingkungan aman untuk anak bukan cuma tugas pemerintah.

“Semua anak harus kita lindungi tanpa terkecuali karena semua anak adalah anak kita,” tutur Ilma.

Angka 1.778 korban sepanjang 2026 menjadi pengingat bahwa perlindungan anak di Jawa Tengah masih punya pekerjaan rumah besar.

Dan pekerjaan itu nggak bisa diselesaikan sendirian. Semua pihak harus ikut bergerak. (dul)

You Might Also Like

Palang Sudah Turun, Gas Masih Naik: Drama Harian di Perlintasan Jrakah

Sarasehan Diaspora NU di 5 Benua, ISNU Jateng: Santri Go Global, Indonesia Maju!

Pakar Bocorkan Rencana Proyek Halte Modern dan Jalur Khusus Trans Semarang

Banjir Pati Belum Reda, 51 Desa Terdampak, Pemkab Perpanjang Tanggap Darurat

Pak Luthfi Bilang ASN Nggak Boleh Santai

TAGGED:anakanak korban kekerasandp3akb jatengheadlinejateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article MANIFESTO PETANI NAHDLIYIN - Pembacaan manifesto petani Nahdliyin di Ponpes Al Itqon, Bugen, Semarang, Senin (10/8/2026). (ist) 7 Poin Manifesto Muktamar Petani Nahdliyin di Semarang, akan Dibawa ke Muktamar NU di Jombang
Next Article Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Golkar, Andhika Satya Wasistho. (ist) Perpres Ojol Jadi UMKM Disoal Mas Dewan RI, Andhika Soroti Perlindungan dan Jaminan Sosial

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PENGENALAN DUNIA KERJA - PLN Icon Plus ajak siswa SLB B Yakut Purwokerto kenali ekosistem dunia kerja melalui program program BERDAYA.

PLN Icon Plus Ajak Siswa SLB B Yakut Purwokerto Kembangkan Kemampuan melalui Program Magang Industri

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Golkar, Andhika Satya Wasistho. (ist)

Perpres Ojol Jadi UMKM Disoal Mas Dewan RI, Andhika Soroti Perlindungan dan Jaminan Sosial

Ilustrasi anak korban kekerasan. (ist)

Mengerikan! 1.778 Anak di Jateng Jadi Korban Kekerasan, DP3AKB: 47 Persen Kasus Seksual

MANIFESTO PETANI NAHDLIYIN - Pembacaan manifesto petani Nahdliyin di Ponpes Al Itqon, Bugen, Semarang, Senin (10/8/2026). (ist)

7 Poin Manifesto Muktamar Petani Nahdliyin di Semarang, akan Dibawa ke Muktamar NU di Jombang

MENGENAL TEKNOLOGI - Siswa SLB B Yakut Purwokerto mengenal teknologi komunikasi lewat Program BERDAYA dari PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Rabu (5/8/2026).

PLN Icon Plus Kenalkan Teknologi Telekomunikasi kepada Siswa SLB B Yakut Purwokerto melalui Praktik

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pihak Unkatur dan Semarang Zoo foto bareng usai meneken perjanjian kerja sama. (humas semarang zoo)
Pendidikan

Kuliah Praktik Ala Unkartur Semarang: Ngatur Jam Makan dan Ngurusin Mood Satwa

September 12, 2025
Ilustrasi polisi sedang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP.) (grafis/wayu)
Hukum

Fakta Baru Kematian Diplomat Arya Daru: Misteri 4 Sidik Jari di Lakban

November 27, 2025
Daerah

Ekraf Lokal Makin Mendunia, DPR Minta Distributor Dukung Produk Anak Bangsa

Juli 28, 2025
Hukum

Baru Naik Pangkat, Syahduddi Langsung Bongkar Jaringan Narkoba di Semarang

Maret 21, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mengerikan! 1.778 Anak di Jateng Jadi Korban Kekerasan, DP3AKB: 47 Persen Kasus Seksual
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?