Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: 7 Poin Manifesto Muktamar Petani Nahdliyin di Semarang, akan Dibawa ke Muktamar NU di Jombang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

7 Poin Manifesto Muktamar Petani Nahdliyin di Semarang, akan Dibawa ke Muktamar NU di Jombang

R. Izra
Last updated: Agustus 12, 2026 10:56 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
MANIFESTO PETANI NAHDLIYIN - Pembacaan manifesto petani Nahdliyin di Ponpes Al Itqon, Bugen, Semarang, Senin (10/8/2026). (ist)
MANIFESTO PETANI NAHDLIYIN - Pembacaan manifesto petani Nahdliyin di Ponpes Al Itqon, Bugen, Semarang, Senin (10/8/2026). (ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Sebelum Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) digelar di Jombang, petani Nahldiyin menggelar Muktamar Petani di Pondok Pesantren Al-Itqon, Bugen, Semarang.

Muktamar petani melahirkan manifesto yang akan dibawa ke Muktamar NU di Jombang, pada akhir bulan Agustus ini.

Manifesto muktamar petani dibacakan pada penutupan gelaran tersebut, Senin (10/8/2026).

Isi manifestonya cukup tegas. Intinya, petani ingin punya kemerdekaan, kemuliaan, dan kedaulatan dalam menjalankan kehidupan serta usaha pertanian.

Dalam deklarasi itu, petani Nahdliyin menegaskan bahwa kemerdekaan petani merupakan anugerah Allah SWT sekaligus hak dasar yang melekat pada setiap petani.

Nggak berhenti di situ. Mereka juga meminta negara benar-benar memberikan perlindungan kepada petani.

Petani berdaulat, berikut tujuh poin manifesto

Ada tujuh poin utama yang disampaikan dalam Manifesto Petani Nahdliyyin. Pertama, kemerdekaan petani disebut sebagai anugerah Allah SWT dan hak dasar setiap petani.

Kedua, kemuliaan petani dinilai hanya bisa terwujud jika petani benar-benar merdeka. Karena itu, negara diminta memberikan perlindungan.

Ketiga, petani harus punya kedaulatan atas hal-hal yang menentukan keberlangsungan pertanian. Mulai dari tanah, air, benih, pupuk, teknologi budidaya, modal, sampai akses pasar.

Keempat, PBNU didorong membuat roadmap petani Nahdliyin. Dorongan itu dikaitkan dengan pesan untuk mencintai petani serta pandangan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari yang menyebut petani sebagai penolong negeri.

Kelima, negara diminta menempatkan petani sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek.

Keenam, keberlangsungan kehidupan petani kecil juga harus dijamin untuk masa depan.

Sementara poin ketujuh cukup menohok. Pemerintah didorong mengganti regulasi yang dianggap merugikan petani. Salah satunya adalah Undang-Undang Cipta Kerja yang dalam manifesto tersebut dinilai memudahkan kebijakan impor hasil pertanian.

Manifesto tersebut nggak berhenti sebagai deklarasi di forum petani. Rekomendasi yang dihasilkan akan dibawa sebagai bahan perjuangan dalam Muktamar NU ke-35 di Tambakberas.

Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah yang juga pengasuh Ponpes Al-Itqon KH Ubaidullah Shodaqoh mengatakan, pertanian harus masuk dalam roadmap pembangunan NU.

Menurutnya, hal itu penting karena banyak warga Nahdliyin yang menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian.

“Ini utamanya pertanian ini targetnya bagaimana membawa aspirasi dari teman-teman petani ini dalam Muktamar NU yang akan datang. Sehingga roadmap pembangunan NU itu, pertanian merupakan salah satu prioritas yang dikedepankan,” ujar KH Ubaidullah.

Ia juga menekankan pentingnya kedaulatan petani. Petani, kata dia, harus punya kemampuan untuk menentukan kebutuhan pangan sekaligus mengelola dan memasarkan hasil produksinya sendiri.

“Kita harus kuat sendiri, harus berdaulat sendiri, menentukan makan sendiri, menjual sendiri,” tegasnya.

Lewat manifesto ini, petani Nahdliyin berharap isu pertanian nggak cuma ramai saat forum berlangsung. Mereka ingin agenda pertanian benar-benar masuk dalam gerakan dan kebijakan NU ke depan.

Target akhirnya jelas: memperkuat kemandirian ekonomi, menjaga kedaulatan pangan, dan membuat petani kecil punya posisi yang lebih kuat. Bukan cuma jadi penonton. Apalagi sekadar jadi objek kebijakan. (*)

You Might Also Like

Duit Seret, Semangat Tetep Ngegas

Pemkot Semarang Dorong Seni-Budaya Hidup Sampai Tingkat Kampung

Rakyat Selalu Bertaruh Nyawa saat Coba Bersuara, Jejak Demo Berdarah di Indonesia

Jahitan Kasus Sritex Mulai Terurai, Tiga Tersangka Siap Dipermak Tipikor

Bazar Keramik Sango Diserbu Pengunjung, Jastip Ikut Ngeborong Buat Dijual Lagi

TAGGED:bugenheadlinemuktamar numuktamar petaniponpes al itqonSemarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article MENGENAL TEKNOLOGI - Siswa SLB B Yakut Purwokerto mengenal teknologi komunikasi lewat Program BERDAYA dari PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Rabu (5/8/2026). PLN Icon Plus Kenalkan Teknologi Telekomunikasi kepada Siswa SLB B Yakut Purwokerto melalui Praktik
Next Article Ilustrasi anak korban kekerasan. (ist) Mengerikan! 1.778 Anak di Jateng Jadi Korban Kekerasan, DP3AKB: 47 Persen Kasus Seksual

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sentra Bandeng Tambakrejo Naik Kelas, Agustina Soroti Jalan hingga Mesin Presto

Cegah Gangguan Penerbangan, Bandara Ahmad Yani Sisir Area Runway

PIAGAM PENGHARGAAN: Kolase foto piagam penghargaan Kantor Advokat da. Kurator LDN Ernst yang diberikan Hukumonline dalam ajang pemeringkatan Top 100 Indonesian Law Firm 2026. (ist)

LDN Ernst Raih Dua Penghargaan, Diakui Law Firm Terbaik di Jateng

FOOD FESTIVAL - Pembeli sedang memesan cahkwe di food festival kawasan Pecinan Semarang, Jumat (25/9/2026). (dul)

Berburu Kuliner di Heritage Food Festival Pecinan Semarang, Pengunjung Soroti Tenant Halal dan Nonhalal

Anak bungsu pasangan Soekarno-Fatmawati, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra (Guruh Soekarnoputra).

Profil Guruh Soekarnoputra, Jejak Sosok Politikus Marhaenis cum Seniman

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Korban Pengeroyokan di Veteran Semarang Minta Polisi Segera Tetapkan Tersangka

September 22, 2026
BELAJAR PERTANIAN - Emak-emak Semarang bersama Yayasan El Wahid Foundation belajar pertanian hidroponik yang tak membutuhkan lahan luas.
Info

Emak-emak Semarang Belajar Pertanian Hidroponik: Gak Perlu Lahan Luas

Juli 28, 2026
Info

Semarang Punya Sunset, Punya Pantai, Tapi Kok Belum Jadi Primadona?

Juni 20, 2026
UMKM GO DIGITAL - Mahasiswa FISIP Universitas Brawijaya (UB) dampingi 26 pelaku UMKM Pandangajeng, Malang, naik level melalui program 'UMKM go Digital'.
Info

UMKM Pandanajeng Malang Naik Level, go Digital bareng Mahasiswa FISIP UB

Agustus 6, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 7 Poin Manifesto Muktamar Petani Nahdliyin di Semarang, akan Dibawa ke Muktamar NU di Jombang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?