BACAAJA, SEMARANG – Ada yang baru di Lawang Sewu Semarang. Bangunan cagar budaya itu jadi lokasi pameran kisah Arthur Rimbaud, penyair legendaris Prancis yang pernah melintasi Pulau Jawa 150 tahun silam.
Pameran bertajuk “Arthur Rimbaud: Perjalanan Melintasi Jawa” resmi dibuka oleh Duta Besar Prancis, Fabien Penone, bersama Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti.
Sejak dibuka, pengunjung tampak memenuhi area pameran. Mereka berhenti di depan panel-panel informasi, membaca satu per satu kisah perjalanan Rimbaud hingga karya-karya puisinya yang dipamerkan.
Bacaaja: Jejak Sastra di Dua Stasiun Tua, Dubes Prancis Lacak Perjalanan Penyair Dunia di Jalur Kereta Jawa
Bacaaja: Kata Mas Tri Sastra Nggak Bikin Kaya, tapi Kenapa Masih Banyak yang Bertahan?
Di sepanjang ruang pamer, pengunjung diajak mengikuti jejak Rimbaud sejak meninggalkan Prancis, tiba di Batavia, singgah di Semarang, lalu melanjutkan perjalanan dengan kereta menuju Kedungjati dan Tuntang.
Jalur yang pernah dilalui penyair muda itu dipetakan secara rinci lengkap dengan penjelasan sejarahnya.
Tak hanya perjalanan di Jawa, pameran juga mengulas perjalanan hidup Rimbaud sejak kecil, hubungannya dengan penyair Paul Verlaine, hingga karya-karya sastra yang membuat namanya dikenang sebagai salah satu penyair paling berpengaruh dalam sejarah Prancis.
Beberapa puisi dan kisah hidupnya ditampilkan dalam panel berbahasa Indonesia dan Prancis. Pengunjung terlihat bergantian mendekat, mengamati foto, peta, hingga naskah yang dipajang di setiap sudut ruang pamer.
Duta Besar Prancis, Fabien Penone, mengatakan pameran ini menjadi cara untuk memperkenalkan kisah lengkap Arthur Rimbaud kepada masyarakat Indonesia.
“Pameran ini memaparkan kisah lengkap Arthur Rimbaud kepada Anda,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Menurut Penone, perjalanan Rimbaud di Jawa Tengah kini telah menjadi simbol panjangnya hubungan budaya antara Prancis dan Indonesia.
Ia mengungkapkan, pada peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 2025, sosok Rimbaud bahkan dimasukkan dalam publikasi yang mengangkat tokoh-tokoh Prancis yang memiliki kaitan dengan Indonesia.
Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyebut hubungan Semarang dan Prancis hari ini ibarat sebuah resonansi.
“Resonansi itu ketika dua hal berbeda saling bertemu, saling menguatkan, dan menghasilkan getaran yang lebih besar. Saya melihat hubungan Kota Semarang dengan Prancis tumbuh melalui cara seperti ini, dari jejak-jejak sejarah lalu berkembang melalui kebudayaan, dan hari ini menemukan ruang baru melalui sastra, seni, dan kolaborasi antarmanusia,” kata politikus PDIP itu.
Menurut Agustina, momen 150 tahun kedatangan Arthur Rimbaud menjadi pengingat bahwa jejak sejarah yang singkat pun bisa meninggalkan pengaruh panjang.
“Tahun ini adalah momen yang istimewa. Seratus lima puluh tahun lalu Arthur Rimbaud menapakkan kaki di Semarang. Jejaknya mungkin singkat, tapi meninggalkan resonansi sejarah yang tersisa sampai hari ini,” ujarnya.
Pameran di Lawang Sewu ini diinisiasi Alliance Francaise Semarang bersama Pemerintah Kota Semarang, Universitas Negeri Semarang (Unnes), PT KAI, dan KAI Wisata. (bae)

