Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bahaya Ruang Digital, Densus 88 Minta Orang Tua Awasi Anak dari Paparan Ekstremisme
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Bahaya Ruang Digital, Densus 88 Minta Orang Tua Awasi Anak dari Paparan Ekstremisme

R. Izra
Last updated: Maret 14, 2026 8:24 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
Katim Semarang Raya Satgaswil Jateng Densus 88 Polri, Iptu Yusuf saat diskusi dan buka bersama di kantor bacaaja.co, Jumat (13/3/2026). (bae)
Katim Semarang Raya Satgaswil Jateng Densus 88 Polri, Iptu Yusuf saat diskusi dan buka bersama di kantor bacaaja.co, Jumat (13/3/2026). (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Densus 88 Antiteror menilai pencegahan ekstremisme pada anak tidak bisa hanya mengandalkan polisi. Peran orang tua di rumah dianggap jadi kunci agar anak tidak terjerumus ke kelompok radikal di internet.

Katim Semarang Raya Satgaswil Jateng Densus 88 Polri, Iptu Yusuf mengatakan sosialisasi yang mereka lakukan mulai menyasar keluarga. Tujuannya agar orang tua lebih waspada terhadap aktivitas anak, terutama di dunia digital.

“Sampai saat ini kami melihat kalau sosialisasi ini menyentuh orang tua, paling tidak (outputnya) ada rasa kewaspadaan di rumah,” ucapnya saat diskusi dan buka bersama di kantor bacaaja.co, Jumat (13/3/2026).

Bacaaja: Pengakuan Siswa SMAN 6 Semarang: Auto Melek Isu Radikalisme Usai Meet & Greet Densus
Bacaaja: Cerita Densus 88 Gagalkan Aksi Anak SMP di Jateng Mau Serang Teman

Menurut Yusuf, banyak orang tua sebenarnya tidak tahu anak mereka berinteraksi dengan siapa di internet. Bahkan ada yang baru sadar setelah mendapat penjelasan dari aparat.

“Di beberapa desa yang kami datangi, orang tua justru berterima kasih. Selama ini mereka tidak paham soal itu,” katanya.

Ia menjelaskan keluarga adalah lingkungan pengawasan paling kecil tapi paling penting. Jika orang tua tidak tahu apa yang terjadi pada anaknya, maka paham ekstrem bisa masuk tanpa disadari.

“Kalau pengawasnya saja tidak tahu apa yang terjadi pada anaknya, ini yang jadi celah,” jelas Yusuf.

Karena itu Densus mulai memberikan indikator sederhana kepada orang tua. Misalnya perubahan perilaku anak, aktivitas mencurigakan di internet, hingga ketertarikan pada konten kekerasan.

Harapannya, orang tua bisa lebih cepat mengenali tanda-tanda tersebut. Dengan begitu pengawasan di rumah bisa lebih ketat.

“Paling tidak orang tua bisa melihat, oh anak saya sudah mulai begini,” katanya.

Dalam beberapa sosialisasi di desa, warga bahkan mulai berani melaporkan temuan mencurigakan. Ada yang mengaku pernah menemukan perilaku serupa di lingkungan sekolah.

Informasi seperti itu kemudian ditindaklanjuti oleh aparat. Jika sudah berkaitan dengan ideologi tertentu, maka penanganannya juga melibatkan tokoh agama dan pihak terkait lainnya.

Menurut Densus, pencegahan ekstremisme memang harus dilakukan bersama. Mulai dari keluarga, sekolah, tokoh masyarakat hingga aparat keamanan.

Sebelumnya, Kanit Idensos Satgas Wilayah Jateng Densus 88, Lugito Gopar, menyebut ada 22 anak sekolah di Jawa Tengah yang terpapar paham intoleransi dan radikalisme.

Puluhan anak itu sudah lebih dulu mendapat pembinaan bersama aparat kewilayahan. Kasusnya tersebar di berbagai daerah seperti Pekalongan, Pemalang, Tegal, Banyumas, Semarang, Magelang, Solo, Jepara, hingga Kudus.

Menurut Gopar, sebagian besar paparan itu berasal dari media sosial. Anak-anak terhubung dengan konten atau grup yang mengarah pada kekerasan dan ideologi ekstrem. (*)

You Might Also Like

PSIS Punya Stadion, Kendal Punya Skor

Prabowo Absen di Acara Zikir dan Doa Kebangsaan, Ada Apa?

“Ta Pa Kalembingu”, Filosofi Orang Sumba yang Anggap Saudara Seperti Baju Sendiri

Isu Anggaran Disentil, MBG Diklaim Aman Kok

Banjir Bandang Sumatera, Delapan Perusahaan Dijatuhi Sanksi

TAGGED:anak terpapar ekstrimismeDensus 88iptu yusufruang digital
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Andrie Yunus bersama Koalisi Masyarakat Sipil menerobos rapat pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI di Hotel Fairmont Jakarta, pada Sabtu (15/3/2025) silam. Sosok Andrie Yunus, Aktivis HAM Korban Teror Air Keras: Berani Geruduk Rapat RUU TNI
Next Article Buka puasa bersama Densus 88, Peradi SAI Semarang, dan sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus, di Kantor Bacaaja, Jalan Galunggung No.16, Gajahmungkur, Semarang, Jumat (13/3/2026). (dul) Bukber Densus 88 x Peradi SAI di Bacaaja: Serunya Diskusi Ruang Digital dan Bahaya Radikalisme

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kronologi Dugaan Korupsi Pita Cukai Djarum: Berawal dari OTT DJBC hingga Penggeledahan di Kudus

UAH Jelaskan Ziarah Kubur, Bukan Sekadar Tradisi Jumat

Ilustrasi petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT).

7 Jam Geledah Kantor DLH Klaten, Penyidik KPK Sita 2 Koper Dokumen

Posbankum Desa Plumbon Siap Jadi Tempat Curhat Hukum

KONFERENSI PERS - PB Porprov Jawa Tengah 2026 menggelar konferensi pers di Co Work Space Gubernuran Jateng, Kamis (29/10/2026). (dul)

Dua Atlet Porprov Jateng Meninggal, SOP Pertandingan dan Layanan Medis Jadi Sorotan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

TURNAMEN ESPORT--Pelajar dari berbagai daerah bertanding game Mobile Legends: Bang Bang, di Salatiga, Sabtu (18/7/2026). (ist)
Olahraga

Pelajar Adu Skill Mobile Legends di Campus School Battle 2026 di Salatiga

Juli 18, 2026
Polisi memberikan keterangan peristiwa pemusnahan amunisi kadaluarsa Garut yang menwaskan 11 orang
Daerah

2 TNI dan 9 Warga Sipil Tewas Saat Pemusnahan Amunisi Kedaluwarsa

Juli 10, 2025
Sepak Bola

Jatidiri Deg-degan: Pemain Pilar Absen, Asing Nunggu Lampu Hijau

Januari 16, 2026
DAMPINGI KORBAN--Zainal Petir (kemeja putih) mendampingi kliennya (duduk) yang menjadi korban kasus deepfake AI. (ist)
Hukum

Nestapa Mahasiswi Solo Korban Konten Cabul, Lapor Polisi Didampingi Petir

Juli 28, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bahaya Ruang Digital, Densus 88 Minta Orang Tua Awasi Anak dari Paparan Ekstremisme
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?