BACAAJA, SEMARANG- Sebanyak 45 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Jawa Tengah resmi memasuki masa pemusatan pendidikan dan pelatihan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Jateng.
Mereka tak hanya disiapkan untuk bertugas pada Upacara HUT ke-81 RI di tingkat provinsi, tetapi juga diproyeksikan menjadi Duta Pancasila hingga pertengahan 2027.
Kepala Badan Kesbangpol Jateng Harso Susilo menjelaskan, seluruh peserta saat ini telah memasuki tahap karantina setelah sebelumnya lolos dari rangkaian seleksi panjang yang dimulai sejak awal tahun.
“Seleksi di kabupaten dan kota sudah berjalan sejak Januari-Februari. Setiap daerah mengirimkan satu pasang terbaik ke provinsi, sehingga ada 70 peserta yang kemudian kami seleksi menjadi 45 orang,” ujar Harso. Selasa (4/8/2026).
Baca juga: Alumni Paskibraka Diajak Perangi Narkoba
Menurutnya, selama berada di BPSDMD para peserta menjalani pembinaan sejak pagi hingga malam. Pada pagi dan sore hari mereka fokus berlatih baris-berbaris dan fisik bersama pelatih dari TNI, Polri, serta Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Jawa Tengah.
Sementara malam hari dimanfaatkan untuk memperkuat wawasan kebangsaan, ideologi Pancasila, kepemimpinan, hingga pembentukan karakter.
Tahap Orientasi
Sekitar dua pekan menjelang 17 Agustus, latihan akan dipindahkan ke Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang sebagai tahap orientasi dan adaptasi lapangan sebelum bertugas. Harso menegaskan, tugas para anggota Paskibraka tidak berhenti setelah upacara kemerdekaan selesai.
Mereka akan dikukuhkan sebagai Duta Pancasila dan menjalankan masa tugas hingga 1 Juni 2027. Peran tersebut diharapkan mampu menularkan semangat nasionalisme kepada generasi muda di daerah masing-masing.
“PR kami bukan hanya mengukuhkan Duta Pancasila, tetapi bagaimana setelah itu mereka benar-benar aktif menggerakkan nilai-nilai kebangsaan di lingkungannya,” katanya.
Selain menjadi agen penguatan ideologi Pancasila, para purna Paskibraka juga akan dilibatkan dalam pembinaan calon Paskibraka di daerah, termasuk memberikan pelatihan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan.
Baca juga: Dicoret Paskibraka Nasional, Dua Siswi Ini Justru Dapat Beasiswa ke China
Harso menilai pembinaan karakter generasi muda menjadi tantangan besar saat ini. Karena itu, materi selama karantina tidak hanya berorientasi pada kemampuan fisik, tetapi juga memperkuat disiplin, kepemimpinan, serta kecintaan terhadap bangsa.
“Kami ingin mereka menjadi pemimpin masa depan yang tetap ingat jati diri, bangsa, dan daerah asalnya. Itu yang terus kami tanamkan selama pemusatan,” ujarnya.
Seragam Paskibraka memang hanya dipakai beberapa hari. Tapi nilai disiplin, tanggung jawab, dan cinta tanah air seharusnya dipakai seumur hidup. Sebab mengibarkan bendera itu mudah jika tali tidak kusut. Yang lebih sulit adalah menjaga semangat kebangsaan agar tidak ikut kusut setelah upacara selesai. (dul)

