Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tak Ada PHK PPPK Makassar Pilih Bertahan Di Tengah Tekanan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Tak Ada PHK PPPK Makassar Pilih Bertahan Di Tengah Tekanan

Langkah ini ditegaskan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang memilih untuk tetap mempertahankan seluruh tenaga PPPK di lingkup pemerintah kota. Di saat banyak daerah mulai menghitung ulang beban pegawai, Makassar justru mengambil jalan berbeda.

Nugroho P.
Last updated: April 4, 2026 10:19 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi PPPK.
SHARE

BACAAJA, MAKASSAR – Di tengah isu efisiensi anggaran yang bikin banyak daerah mulai was-was, kabar berbeda justru datang dari Makassar. Pemerintah kota setempat memastikan tidak akan ada pemutusan hubungan kerja bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja alias PPPK, keputusan yang langsung jadi angin segar bagi ribuan pegawai.

Langkah ini ditegaskan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang memilih untuk tetap mempertahankan seluruh tenaga PPPK di lingkup pemerintah kota. Di saat banyak daerah mulai menghitung ulang beban pegawai, Makassar justru mengambil jalan berbeda.

Munafri menegaskan bahwa tidak ada rencana merumahkan pegawai, apalagi melakukan pemangkasan. Baginya, PPPK bukan sekadar angka dalam struktur anggaran, tapi bagian penting dari pelayanan publik yang berjalan setiap hari.

Ia bahkan menyebut PPPK sebagai “pahlawan” yang bekerja bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk keluarga dan masyarakat luas. Pernyataan ini sekaligus jadi sinyal kuat bahwa kebijakan yang diambil tidak semata soal hitung-hitungan fiskal.

Di balik keputusan tersebut, sebenarnya ada tekanan yang cukup besar. Regulasi dari pusat melalui Undang-Undang tentang hubungan keuangan daerah membatasi porsi belanja pegawai maksimal 30 persen dari total anggaran.

Banyak daerah mulai kelimpungan karena angka tersebut sudah terlampaui. Akibatnya, opsi pengurangan tenaga kerja sering jadi jalan cepat untuk menyesuaikan kondisi anggaran.

Namun, Pemkot Makassar memilih pendekatan yang berbeda. Alih-alih memangkas pegawai, mereka mencoba mencari solusi lain agar keseimbangan anggaran tetap terjaga tanpa mengorbankan tenaga kerja.

Munafri mengakui bahwa situasi ini bukan perkara mudah. Tapi menurutnya, pemerintah daerah juga harus memikirkan dampak sosial dari setiap kebijakan, terutama bagi pegawai yang menggantungkan hidupnya dari pekerjaan tersebut.

Baginya, menjaga keberlangsungan hidup pegawai sama pentingnya dengan menjaga stabilitas keuangan daerah. Karena di balik angka-angka itu, ada keluarga yang harus tetap makan dan hidup layak.

Sebagai solusi, Pemkot Makassar mulai menggenjot Pendapatan Asli Daerah atau PAD. Langkah ini dianggap sebagai kunci agar kebutuhan belanja pegawai tetap terpenuhi tanpa harus bergantung penuh pada dana pusat.

Strategi ini melibatkan pembukaan peluang ekonomi baru, sekaligus optimalisasi sektor pajak daerah. Dengan begitu, pemasukan daerah diharapkan bisa meningkat secara bertahap.

Pendekatan ini memang tidak instan, tapi dinilai lebih berkelanjutan. Ketimbang memotong tenaga kerja, memperkuat sumber pendapatan justru bisa memberi dampak jangka panjang yang lebih stabil.

Munafri juga menegaskan bahwa PPPK memiliki peran penting dalam jalannya pemerintahan. Mereka berada di garis depan pelayanan, mulai dari administrasi hingga sektor teknis lainnya.

Kalau tenaga ini dikurangi, dampaknya bisa langsung terasa ke masyarakat. Pelayanan bisa terganggu, bahkan kualitasnya bisa menurun.

Karena itu, keputusan mempertahankan PPPK bukan hanya soal kebijakan internal, tapi juga soal menjaga kualitas layanan publik secara keseluruhan.

Di tengah ketidakpastian yang dirasakan banyak pegawai di daerah lain, langkah Makassar ini jadi contoh bahwa masih ada opsi selain pemangkasan.

Meski begitu, tantangan tetap ada. Pemerintah daerah harus konsisten menjalankan strategi peningkatan PAD agar kebijakan ini tidak jadi beban di kemudian hari.

Publik pun kini ikut mengamati, apakah langkah ini bisa berjalan mulus atau justru menemui hambatan di tengah jalan.

Yang jelas, untuk saat ini, ribuan PPPK di Makassar bisa sedikit bernapas lega. Mereka tetap bisa bekerja, menghidupi keluarga, dan menjalankan tugas tanpa bayang-bayang PHK.

Keputusan ini sekaligus menunjukkan bahwa kebijakan publik tidak selalu harus dingin dan kaku. Ada sisi kemanusiaan yang tetap bisa dijaga, bahkan di tengah tekanan anggaran sekalipun. (*)

You Might Also Like

Roadshow Bunda Literasi Semarang, Agustina: Kobarkan Semangat Gemar Membaca kepada Anak-anak

Pemerintah Dorong Keraton Solo “Naik Level”

Abah Khan Pakai Kaus ‘Ngopeni-Nglakoni’ saat Diserahkan, Kiai Semarang Cabuli Santri

Prabowo Gas Utang Jumbo Rp781,9 T, Pecahin Rekor Sejak Pandemi

Tanda-Tanda Kemarau Datang Lebih Cepat di Sejumlah Wilayah, Termasuk Jateng

TAGGED:medanPHkPPPK
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Prabowo Mau Sulap Motor Bensin Jadi Motor Listrik, Ini Alasannya
Next Article Prajurit TNI Jadi Korban di Lebanon, PDIP: PBB Jangan Diam, Dunia Butuh Sikap Tegas!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Rebahan Bareng di Taman, Cara Gen Z Lepas Penat Lagi Naik Daun

Nyeri Sehabis Makan Santan? Bisa Jadi Empedu Lagi Kasih Kode

POLISI - Ilustrasi anggota Polri (polisi).

Ngeri! Oknum Polisi di Tegal Siksa Istri, Korban Disuruh Racik Narkoba hingga Disiram Air Keras

Debt Collector Main Tarik Paksa Kendaraan, Risikonya Bisa Berujung Pidana

Buah Favorit Bisa Jadi Kunci Berat Badan Tetap Aman dan Nyaman

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi jenazah korban.
Info

Lagi Glamping, Satu Keluarga Tewas di Posong Temanggung

Mei 28, 2026
Pemudik sedang berada di Res Area Tol Semarang-Solo.
Info

Lalu Lintas Nataru di Jateng Belum Padet Banget, Luthfi: Masih Cenderung Datar

Desember 23, 2025
Info

Orang Berkurban Apa Boleh Makan Daging Kurbannya Sendiri?

Mei 24, 2026
PETA PERINGATAN DINI BENCANA - Tiga daerah di Jateng dikategorikan warna oranye yang berarti status siaga cuaca ekstrem hingga akhir Mei 2026. (ist)
Info

BMKG Keluarin Warning: 3 Daerah di Jateng Siaga Cuaca Ekstrem hingga Akhir Mei

Mei 22, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tak Ada PHK PPPK Makassar Pilih Bertahan Di Tengah Tekanan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?