Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Piala Dunia Hanya Melahirkan Satu Juara, Ekonomi Membutuhkan Semua Pemain
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Opini

Piala Dunia Hanya Melahirkan Satu Juara, Ekonomi Membutuhkan Semua Pemain

Redaktur Opini
Last updated: Agustus 3, 2026 9:54 am
By Redaktur Opini
11 Min Read
Share
SHARE

Evita Yuliati, analis Yunior Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah.

Tim yang bekerja sama, disiplin menjalankan strategi, serta mampu menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan memiliki peluang lebih besar untuk menjadi juara.

Saat sebuah tim berlaga di Piala Dunia, perhatian penonton biasanya tertuju pada pemain bintangnya. Ia dielu-elukan. Fotonya menghiasi berbagai media. Dan namanya diharapkan tercantum di papan skor. Namun, mungkinkah satu pemain memenangkan pertandingan tanpa dukungan rekan-rekannya?

Jawabannya hampir pasti tidak!

Gol memang dicetak oleh seorang pemain. Tetapi kemenangan lahir dari kerja sama seluruh tim. Penjaga gawang mengamankan gawang dari serangan lawan. Pemain belakang menutup ruang. Gelandang mengatur tempo permainan. Penyerang menyelesaikan peluang. Pelatih menyusun strategi, sedangkan suporter menjaga semangat tim.

Demikian pula pertumbuhan ekonomi tidak mungkin hanya mengandalkan satu kementerian, satu perusahaan besar, satu bank, atau satu kebijakan. Pertumbuhan ekonomi membutuhkan seluruh pemangku kepentingan yang menjalankan peran dan tanggung jawabnya masing-masing.

Momentum Piala Dunia 2026 mengingatkan kita akan pentingnya kerja sama. Turnamen yang berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 itu menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan melibatkan 48 tim dan 104 pertandingan. Di balik persaingan memperebutkan satu gelar juara, terdapat pelajaran penting bahwa kemenangan besar selalu dibangun melalui strategi, keseimbangan, kepercayaan, dan kolaborasi.

Dalam sepak bola, tim yang terlalu bernafsu menyerang kerap mengabaikan pertahanan. Ketika terlalu banyak pemain maju, ruang di belakang menjadi terbuka sehingga lawan mudah melancarkan serangan balik. Satu kesalahan kecil pun dapat mengubah jalannya pertandingan.

Perekonomian menghadapi risiko yang serupa. Upaya mengejar pertumbuhan yang tinggi harus diimbangi dengan pengendalian inflasi, stabilitas nilai tukar rupiah, dan ketahanan sistem keuangan. Pertumbuhan yang cepat tetapi rapuh akan mudah terguncang ketika tekanan global muncul.

Kebijakan Bank Indonesia dapat dianalogikan sebagai upaya menjaga keseimbangan permainan. Kebijakan moneter berfungsi menjaga stabilitas, sedangkan kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran mendukung pembiayaan, aktivitas ekonomi, serta pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Pada Juni 2026, Bank Indonesia menegaskan bahwa bauran kebijakannya terus dioptimalkan untuk memperkuat stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Bauran tersebut mencakup kebijakan makroprudensial yang akomodatif serta pengembangan sistem pembayaran guna mendukung ekonomi digital dan keuangan yang inklusif.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 berada pada kisaran 4,9-5,5% dengan target optimal 5,1-5,2%. Stabilitas tidak berarti perekonomian hanya bertahan tanpa berkembang. Sebaliknya, fondasi yang kuat memberikan rasa aman bagi seluruh pelaku ekonomi untuk tumbuh secara lebih terukur.

Ketika inflasi terkendali, masyarakat dapat merencanakan pengeluaran dengan lebih pasti. Ketika nilai tukar rupiah stabil, dunia usaha mampu menghitung biaya produksi dan investasi secara lebih akurat. Ketika sistem keuangan terjaga, perbankan memiliki ruang yang lebih besar untuk menyalurkan pembiayaan kepada sektor-sektor produktif.

Dalam konteks sepakbola, pemain tengah mungkin tidak selalu mencetak gol. Namun, dari kakinya aliran permainan dibangun. Ia menghubungkan lini pertahanan dan lini serang, merebut bola, menciptakan peluang, serta memastikan permainan tetap mengalir.

Dalam perekonomian Indonesia, peran tersebut banyak dijalankan oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). UMKM menghubungkan produksi dengan konsumsi, menyediakan lapangan kerja, menghidupkan pasar lokal, serta menjaga perputaran uang hingga ke berbagai daerah.

Momentum Piala Dunia menunjukkan peran tersebut secara nyata. Ketika pertandingan berlangsung, warung makan, kedai kopi, usaha katering, penyedia perlengkapan olahraga, jasa penyewaan layar, hingga pelaku transportasi memperoleh peluang ekonomi. Kegiatan nonton bersama bukan sekadar ajang menikmati pertandingan. Tetapi juga menjadi titik temu antara hiburan, konsumsi, dan pemberdayaan usaha lokal.

Satu hal yang mesti diingat ialah, peluang tersebut perlu dikelola secara sehat. Jangan sampai euforia sepak bola hanya mendorong konsumsi impulsif. Pembelian barang secara berlebihan. Pinjaman ilegal, atau perjudian daring. Kegembiraan seharusnya menciptakan nilai tambah bagi perekonomian. Bukan menghadirkan persoalan keuangan baru bagi keluarga.

Masyarakat dapat memilih membeli makanan dari UMKM lokal, menggunakan produk dalam negeri, menyelenggarakan kegiatan nonton bersama secara tertib, serta bertransaksi melalui saluran pembayaran yang aman. Dengan demikian, kegembiraan sesaat dapat meninggalkan manfaat ekonomi yang lebih panjang.

Sepak bola modern membutuhkan distribusi bola yang cepat, akurat, dan efisien. Bola tidak boleh berhenti terlalu lama pada satu pemain. Semakin lancar alirannya, kian besar peluang tim menciptakan serangan. Dalam ekonomi digital, sistem pembayaran menjalankan fungsi yang hampir serupa. Sistem pembayaran yang cepat dan aman membantu uang berputar dari konsumen kepada pedagang, dari pedagang kepada pemasok, kemudian kembali masuk ke dalam proses produksi.

QRIS menjadi salah satu infrastruktur penting dalam aliran tersebut. Satu standar kode QR dapat digunakan melalui berbagai aplikasi pembayaran sehingga transaksi menjadi lebih praktis, mudah, aman, dan inklusif. Bank Indonesia bersama industri sistem pembayaran mengembangkan QRIS agar transaksi menjadi lebih cepat, mudah, murah, aman, dan andal.

Bagi pedagang kecil di sekitar lokasi nonton bersama, QRIS memudahkan penerimaan pembayaran tanpa harus menyediakan banyak uang kembalian. Bagi konsumen, pembayaran menjadi lebih sederhana. Sementara itu, bagi pelaku usaha, riwayat transaksi digital membantu membangun pencatatan usaha yang lebih tertib.

Meski demikian, digitalisasi bukan semata-mata menggantikan uang tunai dengan telepon genggam. Digitalisasi harus mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat keamanan, serta membuka peluang yang lebih luas bagi UMKM untuk berkembang. Rupiah, baik dalam bentuk tunai maupun digital, tetap memiliki fungsi yang sama sebagai alat pembayaran yang sah. Keduanya bukan saling menggantikan, melainkan saling melengkapi sebagai bagian dari sistem pembayaran yang perlu digunakan secara bijaksana sesuai kebutuhan.

Nah, bagi seorang penyerang di lapangan sepakbola, ia membutuhkan ruang untuk mencetak gol. Tanpa umpan, dukungan, dan kesempatan, kemampuan terbaiknya sulit berkembang. Pelaku usaha juga membutuhkan akses pembiayaan sebagai ruang untuk berkembang. Banyak UMKM memiliki produk yang baik, tetapi kesukaran menambah peralatan, meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki kemasan, atau memperluas pemasaran karena keterbatasan modal.

Pembiayaan yang produktif dapat menjadi umpan bagi UMKM untuk naik kelas. Namun, sebagaimana umpan dalam sepak bola, pembiayaan harus diberikan secara tepat. Kredit yang tidak disertai perencanaan usaha dan kemampuan membayar justru bisa menjadi beban. Oleh karena itu, dukungan perbankan harus berjalan seiring dengan peningkatan literasi keuangan, pencatatan transaksi, integritas usaha, serta kemampuan mengelola risiko. Pelaku usaha juga harus mampu membedakan antara modal produktif dan utang untuk memenuhi gaya hidup.

Dalam kerangka tersebut, kebijakan makroprudensial Bank Indonesia berperan mendorong intermediasi dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian. Tujuannya bukan sekadar memperbesar jumlah pembiayaan, melainkan memastikan pembiayaan mengalir ke kegiatan yang produktif dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian.

Sekarang ke ranah penonton. Di stadion, suporter tidak turun langsung mencetak gol. Namun, energi mereka mampu mengubah suasana pertandingan. Dukungan yang tepat membuat pemain lebih percaya diri, sedangkan tekanan yang berlebihan justru dapat mengganggu konsentrasi.

Dalam perekonomian, masyarakat bukan penonton pasif. Setiap keputusan berbelanja merupakan pilihan yang menentukan ke mana uang akan bergerak. Ketika masyarakat membeli produk lokal, uang memiliki peluang lebih besar untuk berputar di dalam negeri. Ketika masyarakat memilih UMKM yang produktif, usaha kecil memperoleh ruang untuk berkembang. Ketika konsumen bertransaksi secara aman dan bijaksana, kepercayaan terhadap sistem keuangan semakin kuat.

Perkiraan Ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 masih di atas 5% walaupun melambat dibandingkan kuartal I 2026. Konsumsi rumah tangga tetap tinggi namun tidak sekuat kuartal I yang didukung konsumsi di hari lebaran. Namun, mendukung pertumbuhan ekonomi tidak berarti masyarakat harus berbelanja tanpa perhitungan. Konsumsi yang sehat ialah konsumsi yang sesuai dengan kemampuan, mengutamakan kebutuhan, memilih produk yang bernilai tambah, serta tidak dibiayai oleh utang yang tidak produktif.

Suporter ekonomi yang baik bukanlah mereka yang paling banyak mengeluarkan uang, melainkan mereka yang paling bijaksana dalam menentukan penggunaannya.

Piala Dunia pada akhirnya memang hanya melahirkan satu juara. Akan tetapi, perekonomian memiliki ukuran kemenangan yang berbeda. Pertumbuhan ekonomi dapat disebut berhasil apabila manfaatnya dirasakan oleh semakin banyak masyarakat. Kemenangan ekonomi bukan sekadar tercermin dari tingginya angka pertumbuhan. Kemenangan itu tampak ketika harga kebutuhan tetap terjangkau, kesempatan kerja semakin terbuka, UMKM naik kelas, akses pembiayaan semakin luas, transaksi semakin mudah, serta masyarakat memiliki keyakinan terhadap masa depan. Untuk mencapainya, setiap pelaku harus menjalankan perannya.

Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai rupiah, mengendalikan inflasi, memelihara stabilitas sistem keuangan, serta memastikan kelancaran sistem pembayaran. Pemerintah memperkuat kebijakan fiskal, membangun infrastruktur, meningkatkan perlindungan sosial, dan menciptakan iklim usaha yang kondusif. Perbankan menyalurkan pembiayaan secara sehat. Dunia usaha meningkatkan produktivitas dan inovasi. UMKM menjaga kualitas serta integritas usahanya. Masyarakat berbelanja, menabung, berinvestasi, dan bertransaksi secara bijaksana.

Tidak semua orang harus menjadi pencetak gol. Ada yang menjaga pertahanan, mengatur tempo permainan, memberikan umpan atau menyemangati dari tribun. Semua peran tetap bernilai selama bergerak menuju tujuan yang sama. Piala Dunia mengajarkan bahwa nama besar tidak menjamin kemenangan. Tim yang bekerja sama, disiplin menjalankan strategi, serta mampu menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan memiliki peluang lebih besar untuk menjadi juara.

Demikian pula dengan perekonomian Indonesia. Kita tidak membutuhkan satu pemain yang merasa paling hebat. Kita membutuhkan seluruh pemain yang saling percaya, bekerja sesuai perannya dan menjaga ritme permainan. Sebab, ketika satu gol hanya mencatatkan nama seorang pemain, pertumbuhan ekonomi seharusnya menghadirkan kemenangan bagi seluruh rakyat Indonesia. (*)

*Tulisan dari penulis esai dan artikel tidak mewakili pandangan dari redaksi. Hal-hal yang mengandung konsekuensi hukum di luar tanggung jawab redaksi.

You Might Also Like

Degradasi Organisasi Mahasiswa: Hidup Segan Mati Tak Mau!

Rahayu Saraswati Mundur dari DPR: Mundur untuk Maju atau Mundur untuk Ngopi Dulu, Ya?

Reklamasi sebagai Kunci Resiliensi

Ketika Catcalling Dibungkus Candaan, Imbasnya Perempuan Kehilangan Ruang Eksistensi

Mengapa Perdebatan di Media Sosial Mudah Berakhir Ejekan

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Nasib PSI Jadi Ujian Pamor dan Kesaktian Politik Jokowi
Next Article Dua Jari Siswa Putus: Sekolah Bilang Kecelakaan, Keluarga Yakin Ada Bully

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pikap KDMP Nongol di Mal, Faktanya Bikin Kaget

Drama Jesslyn Terkuak, Bukan Korban Penculikan

PEMELIHARAAN JARINGAN - PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah melaksanakan kegiatan Improvement All-Dielectric Self-Supporting (ADSS) pada jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Medari–Sanggrahan Tower 39 hingga Tower 42 Line A yang berlokasi di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

PLN Icon Plus Jaga Keandalan Layanan melalui Improvement Infrastruktur Jaringan di Magelang

Ilustrasi tawuran. (grafis/tera)

Tawuran Viral, 20 Siswa Langsung Dipulangkan

Viral Duel Cewek di Bali, Jagung Bakar Bukan Biang Keroknya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Opini

Politik Iba ala Jokowi

Februari 2, 2026
Opini

Selingkuh adalah Tindakan Krisis Moral

Desember 30, 2025
Ilustrasi karang gigi.
Opini

Karang Gigi Merusak Senyum Kamu? Jangan Nekat Bersihin Sendiri

November 2, 2025
Kedatangan Jokowi ke kediaman Presiden Prabowo pada Sabtu, 4 Oktober 2025 membuat publik bertanya-tanya. ada apa gerangan sang mantan presiden itu menemui presiden?
Opini

Pertemuan Jokowi–Prabowo: Silaturahmi, Gimmick atau Sinyal Politik?

Oktober 7, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Piala Dunia Hanya Melahirkan Satu Juara, Ekonomi Membutuhkan Semua Pemain
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?