Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dua Jari Siswa Putus: Sekolah Bilang Kecelakaan, Keluarga Yakin Ada Bully
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Dua Jari Siswa Putus: Sekolah Bilang Kecelakaan, Keluarga Yakin Ada Bully

Nugroho P.
Last updated: Agustus 3, 2026 11:02 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi Bulyying di sekolah (ist)
SHARE

BACAAJA, PATI – Kasus putusnya dua jari seorang siswa MTs di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, masih menyisakan tanda tanya. Di tengah penyelidikan polisi, pihak sekolah dan keluarga korban justru menyampaikan kronologi yang berbeda.

MTs Islam Wangunrejo membantah tudingan bahwa siswanya menjadi korban perundungan. Sekolah menegaskan insiden yang terjadi pada Senin, 27 Juli 2026, murni merupakan kecelakaan.

Kepala MTs Islam Wangunrejo, Syafi’i, mengatakan tidak ada unsur bullying maupun tindakan yang disengaja dalam peristiwa tersebut.

Menurutnya, kejadian berlangsung saat waktu istirahat usai sholat dzuhur berjemaah. Saat itu para siswa masih berada di luar kelas.

Syafi’i menjelaskan, korban mengalami cedera ketika bermain bersama teman-temannya. Saat memanjat pagar sekolah, tangan korban disebut terjepit hingga mengalami luka serius.

Usai insiden itu, pihak sekolah langsung membawa korban ke Rumah Sakit KSH Pati agar segera mendapat penanganan medis.

Di tengah ramainya pemberitaan, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati ikut turun ke lokasi untuk mencari informasi secara langsung.

Tim Kemenag mendatangi madrasah pada Sabtu, 1 Agustus 2026, setelah kasus tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, mengaku prihatin atas kejadian yang menimpa siswa tersebut.

Meski begitu, ia menegaskan pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab insiden karena proses hukum masih berlangsung di kepolisian.

Kemenag memilih menunggu hasil penyelidikan agar tidak mengeluarkan pernyataan yang berpotensi bertentangan dengan fakta hukum nantinya.

Ahmad mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepala madrasah dan melakukan peninjauan langsung untuk mengumpulkan informasi dari berbagai pihak.

Sementara itu, keluarga korban memiliki cerita yang jauh berbeda. Mereka menduga insiden bermula dari aksi pengeroyokan yang dilakukan tiga siswa kelas IX terhadap korban yang masih duduk di kelas VII.

Kakak sepupu korban, Sahlatina, mengaku hingga kini keluarga tidak mengetahui penyebab korban diduga menjadi sasaran kekerasan.

Menurutnya, korban sempat ditolong kerabatnya dengan dibawa masuk ke ruang kelas. Namun, tiga terduga pelaku disebut tetap mengejar dan melakukan penganiayaan.

Dalam kondisi panik, korban kemudian berusaha melarikan diri melalui area kamar mandi dan memanjat pagar besi sekolah.

Saat berada di atas pagar, korban disebut masih mendapat intimidasi. Keluarga mengaku para terduga pelaku terus memprovokasi bahkan menyiramkan air ke arah korban.

Akibatnya, tangan kiri korban tersangkut di sela pagar yang goyah hingga jari telunjuk putus dan jari manis mengalami patah parah. Cedera tersebut membuat korban kehilangan dua ruas jari secara permanen.

Keluarga juga mengungkap bahwa potongan jari korban sempat dikuburkan di lingkungan sekolah. Setelah korban menceritakan kejadian yang dialaminya, keluarga meminta potongan jari itu digali kembali untuk kepentingan medis dan penyelidikan.

Sahlatina mengatakan korban baru berani bercerita setelah menjalani perawatan. Sebelumnya, korban mengaku sempat diancam agar tidak melaporkan kejadian tersebut.

Kini keluarga telah melaporkan dugaan penganiayaan dan perundungan ke Polsek Margorejo. Penanganan perkara kemudian dilimpahkan ke Polresta Pati.

Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama, membenarkan laporan tersebut telah diterima. Polisi memastikan kasus masih dalam tahap penyelidikan dan proses penanganannya akan dipercepat untuk mengungkap fakta sebenarnya. (*)

You Might Also Like

Viral, Mahasiswa Tewas Dikeroyok Saat Tidur di Masjid Sibolga

Dituding Kebagian Uang Korupsi Rp2 M, Ketua DPRD Cilacap: Enggak!

Pegawai Honorer Nyolong Mobil DPRD, Aksi Panik Berujung Apes

Pengusaha Jateng Baku Hantam, Pengurus HIPMI Ngaku Dipiting dan Diinjak

Klik Undangan, Duit Rp1,3 Miliar di Rekening Junaenah, Wakil Ketua DPRD Batang Amblas

TAGGED:bullykecelakaanMts Pati
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Piala Dunia Hanya Melahirkan Satu Juara, Ekonomi Membutuhkan Semua Pemain
Next Article LESTARIKAN TERUMBU KARANG - PLN Icon Plus bekerja sama dengan Balai Taman Nasional Karimunjawa melaksanakan transplantasi terumbu karang menggunakan metode Biorock dan Web Spider. Jaga Kelestarian Laut Indonesia melalui Program ‘Terang Laut’, PLN Icon Plus Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi hujan deras.

Waspada Cuaca Ekstrem di Semarang: 2-4 Hari Tak Hujan Justru Bisa Jadi Pertanda Bahaya

MANGKRAK - Tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di Jalan Mgr. Sugiyopranoto, Kecamatan Semarang Selatan, tampak lapuk dimakan usia. Saat ini, banyak JPO di Semarang mangkrak tak terpakai. (ist) Wakil Gubernur Jawa Tengah (Wabug Jateng) Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) saat memberi keterangan kepada awak media di Gedung Gradhika Kota Semarang, Senin (2/11/2026). (dul)

Gus Yasin Minta Penanganan Penggerebekan Ponpes Putri di Sukoharjo Berjalan Transparan

BANJIR SEMARANG: Warga berjalan menerjang banjir di wilayah Kelurahan Tambakrejo, Kota Semarang, Rabu (29/10/2025). (bae)

Bagaimana Prediksi Banjir di Genuk Tahun Ini? Begini Penjelasan BPBD Kota Semarang

MANGKRAK - Tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di Jalan Mgr. Sugiyopranoto, Kecamatan Semarang Selatan, tampak lapuk dimakan usia. Saat ini, banyak JPO di Semarang mangkrak tak terpakai. (ist) Tangga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang sudah lapuk di makan usia. (Ist)

Mengapa JPO Semarang Mangkrak Tak Terpakai? Djoko Setijowarno Soroti Infrastruktur Tak Inklusif

BAHAS BENCANA: Pejabat BPBD Kota Semarang dan berbagai pihak sedang koordinasi lintas sektor membahas antisipasi bencana. (ist)

Masuk Musim Hujan, BPBD Semarang Siap Antisipasi Banjir dan Longsor

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Noel Tuding KPK Konten Kreator, “Hukum Mati Saya Kalau Terbukti Korupsi”

Januari 26, 2026
Ilustrasi tawuran. (grafis/tera)
Hukum

Molotov Picu Duel Brutal, Empat Pemuda Diciduk Polisi

Juli 13, 2026
Hukum

Hakim ‘Nyerempet Batin’ Eks Dirut Bank Jateng di Kasus Kredit Sritex

April 13, 2026
Hukum

Aneh-Aneh Aja, Sandal Bukannya Isi Busa Malah Diisi Sabu

September 5, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dua Jari Siswa Putus: Sekolah Bilang Kecelakaan, Keluarga Yakin Ada Bully
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?