BACAAJA, JAKARTA – Ribuan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) akhirnya menuntaskan seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan. Setelah dibekali materi bela negara hingga kemampuan mengelola koperasi, mereka kini bersiap diterjunkan ke berbagai daerah.
Penutupan program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) digelar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (31/7/2026). Upacara dipimpin langsung Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Letjen TNI Tri Budi Utomo.
Tri Budi menyatakan seluruh proses pendidikan resmi berakhir setelah berlangsung lebih dari satu bulan sejak pertengahan Juni lalu.
Program tersebut dibagi menjadi dua tahapan. Peserta lebih dulu mengikuti pelatihan bela negara, kemudian melanjutkan pembekalan manajerial agar siap mengelola koperasi maupun kampung nelayan.
Awalnya, pemerintah menargetkan sebanyak 35.476 peserta mengikuti program ini. Jumlah itu terdiri atas calon manajer Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.
Namun, yang benar-benar mengikuti seluruh rangkaian pelatihan tercatat sebanyak 33.785 orang. Sementara 1.691 peserta lainnya tidak hadir.
Seluruh peserta yang menyelesaikan pelatihan dinyatakan lulus. Mereka terdiri dari 28.626 calon manajer Kopdes Merah Putih dan 5.159 calon manajer Kampung Nelayan Merah Putih.
Tri Budi memberikan apresiasi kepada seluruh instruktur, pelatih, pembina, hingga panitia yang terlibat dalam penyelenggaraan diklat tersebut.
Ia juga mengucapkan selamat kepada para peserta yang berhasil menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan.
Menurutnya, program ini bukan sekadar mengajarkan kemampuan teknis mengelola koperasi. Peserta juga ditempa agar memiliki jiwa kepemimpinan, integritas, disiplin, dan semangat bela negara.
Selain itu, mereka dibekali berbagai materi mulai dari tata kelola organisasi, penguatan sumber daya manusia, hingga strategi mengembangkan koperasi secara profesional.
Bekal tersebut diharapkan menjadi modal saat para lulusan mulai memimpin koperasi di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, mengatakan para lulusan tidak akan menunggu lama untuk mulai bekerja.
Menurutnya, ribuan manajer yang telah lulus segera ditempatkan di koperasi yang sudah siap beroperasi.
Pada tahap awal, penempatan dilakukan di 1.021 titik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang telah aktif menjalankan kegiatan.
Sementara itu, pembangunan koperasi di berbagai daerah juga terus berjalan. Hingga akhir Juli, sebanyak 18.672 koperasi telah selesai dibangun, sedangkan 3.558 lainnya masih dalam proses penyelesaian.
Pemerintah berharap keberadaan para manajer baru bisa mempercepat operasional koperasi sekaligus memperkuat pelayanan kepada masyarakat desa.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan memastikan pembinaan terhadap lulusan SPPI tidak berhenti setelah pelatihan selesai.
Tri Budi menegaskan pihaknya akan terus memantau kinerja para manajer saat sudah bertugas di lapangan.
Menurutnya, kedisiplinan dan karakter yang dibangun selama pendidikan harus tetap dijaga ketika mereka mulai memimpin koperasi di daerah masing-masing.
Kemenhan pun memandang para lulusan SPPI sebagai bagian dari aset sumber daya manusia yang akan terus dibina untuk mendukung berbagai program pembangunan nasional di masa mendatang. (*)

