Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sekda Jateng: “Komplain Warga Itu Vitamin, Bukan Ancaman”
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Sekda Jateng: “Komplain Warga Itu Vitamin, Bukan Ancaman”

Masih menganggap kritik warga sebagai serangan pribadi? Saatnya buang jauh-jauh pola pikir itu. Sekda Jateng, Sumarno mengingatkan seluruh ASN agar berhenti antikritik.

T. Budianto
Last updated: Juli 29, 2026 4:26 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
SAMBUTAN SEKDA: Sekda Jateng, Sumarno mewakili Gubernur membuka Entry Meeting Opini Ombudsman RI Penilaian Administrasi Pelayanan Publik Tahun 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (28/7/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Sekda Jateng, Sumarno meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jateng tidak alergi terhadap kritik maupun keluhan masyarakat. Menurutnya, setiap komplain harus dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Pesan itu disampaikan Sumarno mewakili Gubernur saat membuka Entry Meeting Opini Ombudsman RI Penilaian Administrasi Pelayanan Publik Tahun 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (28/7/2026).

Menurut Sumarno, kualitas pelayanan tidak cukup dinilai oleh pemerintah sendiri. Kehadiran Ombudsman menjadi pihak independen yang memastikan pelayanan publik benar-benar berjalan sesuai harapan masyarakat.

Karena itu, ia mengingatkan seluruh penyelenggara layanan publik agar tidak bersikap defensif ketika menerima kritik maupun aduan dari warga. “Sebagai pelayan masyarakat itu tentu saja banyak komplain, pertanyaan, atau protes. Mari kita anggap itu adalah bagian dari upaya masyarakat dalam membantu kita. Jangan justru antipati dengan kritik, masukan, pertanyaan maupun komplain dari masyarakat,” tegas Sumarno.

Baca juga: Demo Memasak di Depan DPRD Jateng, Cara Kreatif Perempuan Semarang Kritik MBG

Ia menilai peningkatan kualitas pelayanan hanya bisa tercapai jika seluruh pihak bergerak bersama, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, hingga seluruh instansi penyelenggara pelayanan publik. Sebab, masyarakat tidak membedakan siapa yang melayani. Yang mereka inginkan hanyalah pelayanan yang cepat, mudah, dan memberi solusi.

Sementara itu, Wakil Ketua Ombudsman RI, Rahmadi Indra Tektona mengatakan, Jateng menjadi salah satu provinsi yang mendapat perhatian dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat nasional.

Maladministrasi

Menurutnya, seluruh instansi penyelenggara layanan harus terus menekan potensi maladministrasi agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah semakin meningkat.

“Pelayanan publik adalah wajah kehadiran negara di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, instansi penyelenggara harus lebih memberikan layanan yang mudah diakses, transparan, tepat waktu, adil dan bebas dari maladministrasi,” ujarnya.

Rahmadi menegaskan, penilaian administrasi pelayanan publik yang dilakukan Ombudsman bukan bertujuan mencari kesalahan pemerintah. Sebaliknya, proses tersebut menjadi sarana mengidentifikasi ruang perbaikan, memperkuat kepatuhan terhadap standar pelayanan, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang berkualitas.

Di kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jateng, Siti Farida mengungkapkan, penilaian administrasi pelayanan publik tahun 2026 akan dimulai pada Agustus mendatang.

Menariknya, tahun ini masyarakat mendapat porsi lebih besar dalam menentukan hasil penilaian. Sebanyak 20 persen bobot penilaian berasal dari tingkat kepercayaan dan penilaian langsung masyarakat terhadap layanan yang diterima.

Baca juga: Usai Demo Rusuh, Gubernur Jateng Minta Bupati & Wali Kota Kebut Perbaikan

Farida menjelaskan, masyarakat nantinya bisa memberikan penilaian melalui sistem yang disediakan Ombudsman. Identitas maupun hasil penilaian dijamin aman sehingga tidak dapat diketahui ataupun dimanipulasi.

Karena itu, ia berharap seluruh kepala daerah dan pimpinan perangkat daerah terus menjaga kualitas pelayanan agar kepercayaan publik terhadap pemerintah semakin meningkat.

Pelayanan publik memang tak mungkin selalu mendapat tepuk tangan. Tapi ketika kritik dianggap musuh, jangan heran kalau yang datang berikutnya bukan lagi komplain, melainkan ketidakpercayaan. Kadang, komentar pedas warga justru obat paling ampuh agar birokrasi tidak terlena. (tebe)

You Might Also Like

Sekda Minta Satpol PP Lebih Humanis

Wagub Minta Hutan Lindung Jangan Cuma Nama

Dapur MBG Dijual Diam-Diam, Nama Pejabat Ikut Dipakai Meyakinkan Korban

Puan Beber Alasan Listyo Sigit Dicopot Prabowo

DPR Gak Mau Main-main: Tanggapi 17+8 Tuntutan Rakyat, Potong Tunjangan & Stop Kunker Luar Negeri

TAGGED:pemprov jatengsekda jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi koruptor. Jateng Juara Korupsi 2026! Lima Bupati Terjaring OTT KPK
Next Article OTT Bupati Pemalang, Luthfi: Sudah Diingatkan Berkali-kali, Kami Sangat Prihatin

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Bantu Warga Terdampak Kekeringan, Kemenimipas Salurkan Bantuan Air Bersih

LELAYU: Papan bertuliskan berita duka kematian Ayudiah Rivana Tridiandinita dipajang di depan kediaman almarhumah di Gedawang, Tembalang, Kota Semarang, Rabu (28/10/2026). (bae)

Atlet Silat Porprov Jateng Asal Semarang Meninggal setelah Operasi, Polisi Bakal Periksa Dokter RS Primaya

SEMANGAT PENGABDIAN - PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah turut mengikuti upacara peringatan Hari Listrik Nasional ke-81 yang diselenggarakan oleh PLN UID Jawa Tengah.

Semangat Hari Listrik Nasional ke-81, PLN Icon Plus Perkuat Komitmen Mendukung Transformasi Digital

LEPAS JENAZAH: Keluarga dan pentakziah melepas jenazah atlet pencak silat Kota Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinata, Rabu (28/10/2026). (bae)

Apa Penyebab Kematian Atlet Silat Semarang? Begini Keterangan Rumah Sakit

RESMIKAN INFRASTRUKTUR JALAN - Danang Wicaksana Sulistya (DWS), bersama Fraksi Partai Gerindra DPRD Blora resmikan pembangunan jalan beton yang menghubungkan Dusun Sunggun, Dusun Parengan, hingga Desa Mendenrejo, di Kecamatan Kradenan, Blora, Senin (26/10/2026).

DWS Kawal Pembangunan Jalan di Blora, Dongkrak Perekonomian Warga Lewat Program PISEW

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

BNPT Masukkan Perlindungan Saksi dan Korban dalam RAN PE 2025-2029

Agustus 22, 2025
Ilustrasi kekeringan hingga membuat petani gagal panen.
Info

Tanda-Tanda Kemarau Datang Lebih Cepat di Sejumlah Wilayah, Termasuk Jateng

Maret 6, 2026
Ekonomi

Batik Tak Harus Kuno, Asal Tekniknya Tetap Batik

September 27, 2026
Info

Dari Tuk Panjang ke Warak Ngendog, Agustina: Damai Itu Modal Utama Semarang Sejahtera

Februari 14, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sekda Jateng: “Komplain Warga Itu Vitamin, Bukan Ancaman”
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?