BACAAJA, JAKARTA – Jawa Tengah (Jateng) menorehkan catatan merah dalam korupsi. Kepala daerah di Jateng juara korupsi dalam catatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Selama rentang waktu Januari-Juli 2026, KPK telah melakukan 18 kali Operasi Tangkap Tangan (OTT). Dari 18 kali OTT KPK, lima di antara yang ditangkap adalah lima bupati di Jawa Tengah.
Sementara Jawa Timur hanya mencatat dua kepala daerah terjaring OTT, provinsi lain seperti Bengkulu, Sumsel, Riau, Sumut, dan NTB masing-masing satu.
Bacaaja: BREAKING NEWS: Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK
Bacaaja: Istri Bupati Pemalang Dijemput KPK pada Tengah Malam, Camat Ditangkap setelah Rapat
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro jadi kepala daerah kelima di Jateng yang terjaring OTT KPK. Sebelum Anom, empat bupati lain yang terjaring OTT KPK adalah: Bupati Pati Sudewo; Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman; dan Bupati Sukoharjo Etik Suryani.
Kabar penangkapan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dibenarkan Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto. Anom ditangkap dalam OTT KPK pada Selasa (28/7/2026).
“Benar,” kata Fitroh kepada wartawan di Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Sesuai ketentuan KUHAP, KPK memiliki waktu maksimal 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.
Ironisnya, Pemkab Pemalang sebenarnya pernah mendapat peringatan langsung dari KPK.
Pada 16 Juni 2025, KPK menggelar rapat koordinasi pencegahan korupsi bersama Bupati Pemalang dan jajaran pemerintah daerah di Gedung Merah Putih.
Saat itu, KPK menyoroti tiga sektor yang dinilai paling rawan terjadi korupsi, yakni penganggaran, pengadaan barang dan jasa, serta pengelolaan sumber daya manusia (SDM).
Dalam pertemuan tersebut, Anom bahkan sempat menegaskan komitmennya untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan. Ia mengaku ingin belajar dari kasus OTT yang pernah menjerat Bupati Pemalang sebelumnya, Mukti Agung Wibowo.
“Kejadian terdahulu membuat kami bersama-sama serius melakukan perbaikan sehingga dorongan KPK dapat membuat kami lebih percaya diri agar dapat senafas dan seirama,” ujar Anom saat itu.
Berikut daftar 5 bupati Jateng yang terjaring OTT KPK
- Bupati Pati Sudewo
Waktu OTT: Senin, 19 Januari 2026
Kasus: Dugaan pemerasan dalam proses pengisian ratusan jabatan perangkat desa.
- Bupati Pekalongan Fadia Arafiq
Waktu OTT: Selasa, 3 Maret 2026
Kasus: Kasus dugaan korupsi monopoli proyek pengadaan barang dan jasa outsourcing melalui perusahaan keluarga.
- Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman
Waktu OTT: Maret 2026
Kasus: Dugaan pemotongan insentif pajak ASN dan suap.
- Bupati Sukoharjo Etik Suryani
Waktu OTT: Kamis, 9 Juli 2026
Kasus: Dugaan pemerasan terhadap para perangkat daerah.
- Bupati Pemalang Anom Widiyantoro
Waktu OTT: Selasa malam, 28 Juli 2026
Kasus: Dugaan penyimpangan di sektor proyek fisik infrastruktur dan penyegelan kantor dinas terkait. (*)

