Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: 139 Anak Hidup dengan HIV, Edukasi Terus Digeber
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

139 Anak Hidup dengan HIV, Edukasi Terus Digeber

Nugroho P.
Last updated: Juli 26, 2026 12:52 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi ODHIV.
SHARE

BACAAJA, MOJOKERTO – Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto mencatat sebanyak 139 anak hidup dengan HIV hingga Juni 2026. Data ini mencakup kelompok usia mulai dari balita hingga 24 tahun yang telah mengetahui status kesehatannya.

Mayoritas kasus berada pada rentang usia 19 hingga 24 tahun. Sementara sisanya tersebar di kelompok usia anak-anak dan remaja.

Berdasarkan data Dinkes, terdapat 13 kasus pada usia 0-6 tahun, 12 kasus usia 7-12 tahun, tiga kasus usia 13-15 tahun, delapan kasus usia 16-18 tahun, dan 103 kasus pada usia 19-24 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Dyan Anggrahini, mengatakan seluruh data tersebut merupakan anak yang masih hidup dan telah teridentifikasi mengidap HIV.

Dari total 139 anak, sebanyak 89 di antaranya masih rutin menjalani terapi antiretroviral (ART). Pengobatan ini penting untuk menekan perkembangan virus sehingga kualitas hidup tetap terjaga.

Dyan menjelaskan, penyebab infeksi HIV pada anak bisa beragam. Di antaranya penularan dari ibu ke anak, penggunaan jarum suntik secara bergantian, maupun faktor risiko lainnya.

Karena itu, pendampingan tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga edukasi kepada keluarga agar anak tetap mendapatkan perawatan yang berkelanjutan.

Untuk mendukung upaya tersebut, Dinas Kesehatan menggandeng sejumlah mitra, termasuk Mahameru dan PKBI. Kolaborasi dilakukan agar layanan pendampingan semakin luas menjangkau para penyintas.

Selain memberikan edukasi, pendampingan juga diarahkan untuk mengurangi stigma terhadap anak yang hidup dengan HIV. Dinkes berharap mereka tetap bisa tumbuh, belajar, dan beraktivitas tanpa diskriminasi.

Secara keseluruhan, sejak 2014 hingga April 2026, Kabupaten Mojokerto mencatat 1.624 orang dengan HIV (ODHIV). Dari jumlah itu, 532 orang dilaporkan telah meninggal dunia.

Menariknya, jumlah kasus yang berhasil ditemukan kini sudah melampaui angka estimasi daerah. Dinkes memperkirakan ada sekitar 1.587 ODHIV di Mojokerto, sementara temuan aktual sudah mencapai 1.624 kasus.

Menurut Dyan, meningkatnya angka temuan bukan semata-mata menunjukkan penularan yang bertambah. Kondisi ini juga dipengaruhi semakin luasnya kegiatan skrining pada kelompok yang berisiko.

Program pemeriksaan rutin terus diperkuat agar kasus bisa diketahui lebih cepat. Dengan begitu, pasien dapat segera memperoleh pengobatan sebelum kondisi kesehatannya memburuk.

Data Dinkes juga menunjukkan jumlah temuan HIV di Mojokerto mengalami naik turun dari tahun ke tahun. Pada 2014 tercatat 116 kasus, lalu melonjak menjadi 576 kasus pada 2017.

Setelah sempat turun menjadi 50 kasus pada 2021, jumlah temuan kembali meningkat menjadi 175 kasus pada 2022, kemudian 305 kasus pada 2023, dan 314 kasus sepanjang 2024.

Sementara pada 2026, hingga April saja sudah ditemukan 115 kasus baru. Angka tersebut diperkirakan masih bisa bertambah seiring berjalannya program deteksi dini.

Hingga kini, tercatat 773 ODHIV di Kabupaten Mojokerto masih aktif menjalani terapi ART. Pemerintah daerah berharap semakin banyak masyarakat yang bersedia mengikuti skrining agar penanganan bisa dilakukan sedini mungkin.

Dinkes juga mengajak masyarakat ikut berperan dalam upaya pencegahan HIV dengan meningkatkan kesadaran, menghindari perilaku berisiko, serta tidak memberikan stigma kepada ODHIV. Dukungan lingkungan dinilai menjadi salah satu kunci agar penanganan HIV berjalan lebih efektif dan kualitas hidup para penyintas tetap terjaga. (*)

You Might Also Like

Bapenda Jateng: Stiker Penunggak Pajak Bukan Kebijakan Pemprov

Korban Pengeroyokan di Veteran Semarang Minta Polisi Segera Tetapkan Tersangka

Cerita Awaluddin Eks-Sekda Cilacap: Korupsi Demi Ikut Pilkada, Kalah Lalu Masuk Penjara

Unwahas Bangun Rumah Sakit Dekat MAJT, Target Selesai 2027

Agustina Tinjau Lokasi Kebakaran Aspol Kota Lama, Pastikan Kebutuhan Dasar Korban Terpenuhi

TAGGED:HIVmojokertoODHIV
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi pelecehan dan kekerasan seksual. (grafis/tera). Berawal MiChat, Pria di Banyumas Kini Jadi Tersangka
Next Article Ilustrasi petugas SPPG sedang menyiapkan MBG. MBG Disorot, Belasan Siswa Mendadak Tumbang, Keracunan!

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Agustina Genjot Ketahanan Pangan Semarang: Dari Kebun Warga hingga Pasar Murah

Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, 340 Ribu Orang Kebagian Peluang Kerja

Tinggal Satu Titik Api di Gunung Lawu, Luthfi Minta Petugas Jangan Pulang Dulu

YLBHI Soroti Pengerahan Ribuan Aparat Saat Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran

ASN Disuruh Naik Angkutan Umum Seminggu Sekali, Biar Nggak Cuma Jago Bikin Kebijakan!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pergantian Sekjen Gerindra dari Ahmad Muzani ke Sugiono di pribadi Prabowo di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jumat 1 Agustus 2025. (Instagram/@ahmadmuzani2)
DaerahPolitik

PAN KAYA KIE BAE? Janji Muzani Malah Buyar

Agustus 5, 2025
Penandatangan nota kesepahaman antara Kakanwil Kemenag Jateng, Saiful Mujab, dan Ketua PW ISNU Jateng, Dr Fakhrudin Aziz.
Info

Kemenag Jateng Gandeng ISNU, Gas Bareng Program CTC buat Pemberdayaan Umat

November 5, 2025
Hukum

Video Viral Bikin Warga Geruduk Majelis Dzikir di Bekasi

September 10, 2026
Politikus Gerindra sekaligus Bupati Pati, Sudewo, jadi tersangka dua kasus yang ditangani KPK.
Hukum

Daftar Perangkat Desa Kok Kayak “Bayar Tiket Masuk”?

April 4, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 139 Anak Hidup dengan HIV, Edukasi Terus Digeber
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?