Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tiga Organisasi Kedokteran Gelar Kongres di Yogyakarta: Target Eliminasi Hepatitis pada 2030
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Tiga Organisasi Kedokteran Gelar Kongres di Yogyakarta: Target Eliminasi Hepatitis pada 2030

R. Izra
Last updated: Juli 26, 2026 10:55 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
KONGRES NASIONAL - Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyambut baik pelaksanaan Kongres Nasional (Konas) dan Pertemuan Ilmiah Nasional (PIN) tiga organisasi profesi kedokteran terkemuka di Indonesia, yang digelar selama tiga hari di Yogyakarta. (ist)
KONGRES NASIONAL - Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyambut baik pelaksanaan Kongres Nasional (Konas) dan Pertemuan Ilmiah Nasional (PIN) tiga organisasi profesi kedokteran terkemuka di Indonesia, yang digelar selama tiga hari di Yogyakarta. (ist)
SHARE

BACAAJA, YOGYAKARTA – Ahli dari tiga organisasi profesi kedokteran terkemuka di Indonesia: Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PGI), dan Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PEGI), berkumpul dalam kongres (Konas) dan Pertemuan Ilmiah Nasional (PIN) yang digelar di Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta pada 23–26 Juli 2026.

Mengusung tema Challenges and Innovations in Gastroenterohepatology: From Research to Clinical Practice, forum ini menjadi ajang memperkuat kolaborasi menghadapi meningkatnya kasus penyakit hati, kanker saluran cerna, hingga percepatan target eliminasi hepatitis pada 2030.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyambut positif penyelenggaraan kongres tersebut. Menurutnya, kehadiran para dokter dan peneliti dari berbagai daerah diharapkan tidak hanya mendorong perkembangan ilmu kedokteran, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam deteksi dini penyakit hati dan saluran pencernaan.

Bacaaja: Anak Jadi Korban Daycare Jogja, IDAI Bergerak Fokus Pulihkan Trauma & Kawal Kasus
Bacaaja: IDAI Warning Kesehatan Mental Anak! Satu dari Tiga Remaja Indonesia Alami Masalah Psikologis

Ketua Umum PB PGI, Prof. Ari Fahrial Syam, mengatakan tantangan di bidang gastroenterologi dan hepatologi semakin kompleks, mulai dari meningkatnya kasus Metabolic Dysfunction-Associated Fatty Liver Disease (MAFLD), kanker kolorektal, hingga upaya eliminasi hepatitis.

“Kongres ini menjadi wadah memperbarui kompetensi dokter sekaligus melahirkan lebih banyak konsultan gastroenterohepatologi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB PPHI, Dr. Andri Sanityoso, menegaskan penyakit hati kronis masih menjadi persoalan besar di Indonesia. Karena itu, PPHI terus mendorong kebijakan berbasis bukti, termasuk penguatan skrining hepatitis B bagi ibu hamil serta pemanfaatan biomarker terbaru untuk mendeteksi kanker hati lebih dini.

Di sisi lain, Ketua Umum PB PEGI, Dr. Achmad Fauzi, menyoroti pesatnya perkembangan teknologi endoskopi yang dinilai mampu meningkatkan deteksi dini kanker saluran cerna.

Melalui berbagai workshop dan demonstrasi prosedur medis, peserta mendapatkan pelatihan langsung mengenai teknik endoskopi dan ablasi terbaru yang diharapkan mampu meningkatkan angka deteksi adenoma sekaligus menekan kematian akibat kanker kolorektal.

Ketua Panitia Konas & PIN PPHI-PGI-PEGI 2026, Dr. Putut Bayupurnama, menyebut lebih dari 20 sesi ilmiah digelar selama empat hari, mulai dari simposium, workshop berbasis simulasi, hingga demonstrasi tindakan medis.

Forum ini juga menghadirkan sejumlah pakar internasional dari Jepang dan Malaysia untuk berbagi pengalaman sekaligus memperkuat kolaborasi riset di bidang gastroenterohepatologi.

Konas & PIN PPHI-PGI-PEGI 2026 ini diselenggarakan bersama oleh Pengurus Gabungan PPHI-PGI-PEGI Cabang Yogyakarta, bekerja sama dengan Departemen/KSM Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada serta RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, penyelenggara menggelar peringatan Hari Hepatitis Sedunia pada Minggu (26/7/2026) melalui skrining kesehatan gratis dan edukasi masyarakat dengan tema nasional “Perluas Akses, Perkuat Kolaborasi, Wujudkan Eliminasi Hepatitis.” (*)

You Might Also Like

Dana Rp25 Juta per RT, Kejari Semarang Siap Pasang Mata

Jateng Gaspol Bikin Dokter Spesialis Baru

25 Daerah di Jateng Siaga Kekeringan, BPBD: Distribusi Air Sudah Tinggi

Meriah! Solo Pamer Barongsai sampai Dramatari Jawa di Festival Imlek Nasional

Satu Masjid Dua Raja, Mode Airplane

TAGGED:eliminasi hepatitiskonaskongres nasionalpegipgipinpphi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PENGALAMAN BERMAKNA - Momentum Nobar Gembira Piala Dunia 2026 menjadi bagian dari komitmen PLN Icon Plus untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang tidak hanya terhubung melalui teknologi, tetapi juga melalui kebersamaan yang bermakna. PLN Icon Plus Ubah Euforia Final Piala Dunia Jadi Pengalaman Berkesan untuk Pelanggan ICONNET
Next Article Sekolah Rakyat Dikritik, Mensos Bilang Siap Berbenah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

DIVONIS BERSALAH--Gus Yazid didampingi penasihat hukumnya meninggalkan ruang sidang usai divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (9/9/2026). (bae)

Bantu Letjen Widi Samarkan Duit Korupsi BUMD Cilacap, Gus Yazid Dibui

CEK KESIAPAN MTQ - Dirjen Kemenag, Abu Rokhmad, Setelah menghadiri rapat checking terakhir kesiapan Provinsi Jawa Tengah sebagai Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu (9/9/2026). (dul)

2.242 Peserta Siap Ramaikan MTQ Nasional di Semarang

JENGUK KORBAN: Menteri HAM RI, Natalius Pigai didampingi KaKanwil Kemenham Jateng, Mustafa Beleng saat meninjau korban dugaan keracunan program MBG di RSUD Dr R Soedjati Soemodiardjo, Grobogan, Selasa (13/1/2026). (ist)

Keracunan MBG Terbesar di Pati? 231 Siswa Tumbang, Operasional SPPG Gembong 1 Dihentikan Sementara

Panggung utama event MTQ Nasional di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Semarang. (ist)

12 Venue MTQ Nasional Dilengkapi Posko Kesehatan, 306 Tim Medis Siaga

DIVONIS BERSALAH--Gus Yazid (kemeja hijau) duduk mendengarkan vonis putusan kasus TPPU, di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (9/9/2026). (bae)

Gus Yazid Hanya Divonis 1 Tahun dalam Kasus TPPU Lahan Cilacap

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi book fair atau baza buku.
Info

Book Fair Perpusda Jateng Diserbu Mahasiswa, Buku Murah Jadi Rebutan

April 5, 2026
Hukum

Dokter PPDS Ditemukan Meninggal Dekat Area RSUD

Juli 14, 2026
Ekonomi

Beli Jual Emas Nggak Sesederhana Itu, Ada Pajaknya Juga

Maret 30, 2026
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.
Hukum

Dasco Klarifikasi Status Kader Gerindra Bupati Tulungagung: Daftar setelah Menjabat

April 11, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tiga Organisasi Kedokteran Gelar Kongres di Yogyakarta: Target Eliminasi Hepatitis pada 2030
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?