Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Alasan Ortu Pilih SD Swasta Meski Harus Bayar Puluhan Juta
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Alasan Ortu Pilih SD Swasta Meski Harus Bayar Puluhan Juta

Masuk SD sekarang bukan cuma soal usia dan zonasi. Bagi sebagian orang tua di Kota Semarang, memilih sekolah juga berarti menghitung investasi sejak dini.

T. Budianto
Last updated: Juli 24, 2026 5:05 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
Ilustrasi: Kegiatan belajar mengajar di salah satu SD Islam swasta. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Biaya masuk SD swasta di Kota Semarang tak bisa dibilang murah. Untuk menyekolahkan anak di sekolah favorit, orang tua harus menyiapkan uang pangkal hingga puluhan juta rupiah, belum termasuk SPP bulanan yang tembus lebih dari Rp1 juta.

Meski begitu, tak sedikit orang tua yang tetap memilih jalur tersebut. Alasannya beragam, mulai dari kualitas pendidikan, pembentukan karakter, hingga jam belajar yang dinilai lebih cocok dengan kebutuhan keluarga.

Salah satunya Adri, warga Semarang Barat yang menyekolahkan kedua anaknya di SD swasta di kawasan Puspanjolo. Anak sulungnya kini duduk di kelas 5, sedangkan adiknya naik ke kelas 2.

Adri mengaku saat anak pertamanya masuk sekolah pada masa pandemi Covid-19, biaya masuk yang dibayarkan berkisar Rp21-22 juta dengan SPP bulanan Rp1,15 juta. Sementara anak keduanya menghabiskan biaya lebih besar.

Baca juga: Pemkot Tambah Sekolah Swasta Gratis

“Kalau anak yang kecil, pas masuk SPI sekitar Rp27 juta, daftar ulang Rp3 juta. SPP bulanan plus antar jemput sekitar Rp1,7 juta,” ujarnya. Nominal itu memang tidak sedikit. Namun Adri menganggap biaya tersebut sebanding dengan layanan yang diterima anaknya.

“Kami menganggap dengan membayar lebih, maka saya bisa menagih benefitnya. Jadi tolong pendidikannya lebih bagus,” imbuhnya. Menurut dia, kurikulum di sekolah yang mengusung karakter kebangsaan dimana anaknya bersekolah relatif bagus, cara mengatasi anak yang malas sekolah juga bagus.

Bagi Adri, alasan lain memilih sekolah swasta adalah jam belajar yang lebih panjang. Ia dan istrinya sama-sama bekerja sehingga membutuhkan sekolah yang bisa menjadi tempat belajar sekaligus beraktivitas hingga sore hari.

Ekstrakurikuler Beragam

Menurutnya, sekolah menyediakan banyak kegiatan tambahan tanpa biaya lagi, mulai dari aktivitas di luar kelas hingga ekstrakurikuler yang beragam. “Gurunya setiap ada jadwal komunikasinya bagus. Yang jelas murid di situ dianggap anak sendiri. Sekolah itu rumah kedua,” tuturnya.

Ia juga menilai fasilitas menjadi nilai tambah sekolah swasta. Mulai dari ruang kelas ber-AC, sarana belajar yang lengkap, hingga ekstrakurikuler berbasis teknologi seperti komputer dan robotik.

Cerita serupa disampaikan Lia Dina. Ia memilih menyekolahkan anaknya di SD Islam swasta di kawasan Simpang Lima. Lia mengaku membayar biaya masuk sekitar Rp21 juta pada 2024 karena mendapat potongan sebagai alumni daycare sekolah tersebut. Jika bukan alumni, biaya masuk mencapai Rp22 juta.

Baca juga: MK Putuskan SD-SMP Negeri dan Swasta Gratis, Bagaimana Nasib Pesantren?

Setiap bulan, ia juga mengeluarkan sekitar Rp1,5 juta yang terdiri dari SPP Rp1,1 juta ditambah uang komite dan katering. “SPP bulanannya Rp1,1 juta, lalu ada tambahan uang komite, katering karena tidak ada MBG, total setiap bulan hampir Rp1,5 juta,” katanya.

Menurut Lia, keputusan memilih sekolah swasta sudah muncul sejak anaknya masih berada di daycare. Dari berbagai diskusi dengan guru dan sesama orang tua, ia melihat sekolah swasta dinilai lebih serius membangun karakter anak.

“Aku melihat anak-anak itu perlu diperkuat karakternya. Itu yang membuat aku memilih sekolah swasta,” ujarnya. Selain pendidikan karakter, Lia juga mempertimbangkan kurikulum dan prestasi sekolah. Menurutnya, SD dimana anaknya sekolah menerapkan Kurikulum Cambridge yang dipadukan dengan Kurikulum Merdeka.

Ketika biaya masuk SD sudah setara harga motor, pendidikan memang makin terasa sebagai investasi. Tinggal berharap, kualitas sekolah benar-benar tumbuh sebanding dengan angka yang dibayar, bukan sekadar mahal di brosur. (bae)

You Might Also Like

Pajak 40 Persen Bikin Pengusaha Hiburan Deg-degan

Jumat WFH, Dinas Dipangkas, ASN Jateng Diajak Lebih “Hemat Mode”

Ojol Perempuan di Jateng Bakal Punya “Tameng Digital”

Hadapi Nataru, Sampah Jadi Musuh Bersama

Renovasi Sekolah Gagal, Anggaran Dialihkan Demi Penuhi Permintaan Suami Wali Kota

TAGGED:agustina wilujengdisdik kota semarangheadlinepemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SERAHKAN UANG--Kepala Kejari Kota Semarang, Andhie Fajar Arianto (kemeja putih) menyerahkan secara simbolis uang hasil penjualan aset rampasan kasus korupsi Agus Hartono, Kamis (23/7/2026). (bae) Rumah Rampasan Koruptor Bank BJB Agus Hartono Laku Rp4,9 Miliar
Next Article Pattiro Laporkan Komisi Informasi Jateng yang Telat Tangani Sengketa Informasi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

HARIMAU ANGGUN--Seekor harimau putih bernama Anggun milik Semarang Zoo mengalami luka terbuka pada leher sebelum dikabarkan mati. (ist)

Harimau Putih Semarang Zoo Mati, Dugaan Kesalahan Anestesi Mencuat

Jateng Guyub Desak Tambang Bermasalah Ditutup dan Kriminalisasi Warga Dihentikan

Berkas Masuk Pengadilan, Kasus Korupsi Bupati-Sekda Cilacap Siap Disidang

Cara SDN Tandang 03 Semarang Rayakan Hari Anak Bikin Siswa Lupa Gadget

Pattiro Laporkan Komisi Informasi Jateng yang Telat Tangani Sengketa Informasi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi orang sedang melihat Instagram.
Tumbuh

Bos Instagram Blak-blakan: AI Bikin Feed Estetik di IG Tamat

Januari 3, 2026
Walikota Semarang Agustina Wilujeng bertukar plakat dengan Komisi VII DPR RI usai gelaran kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR di Sentra Batik Semarang, Jumat (27/9/2025). DPR menyoroti pentingnya standarisasi desa wisata se-Iindonesia agar lebih memiliki manfaat bagi warga. Foto: dok.
Info

Standardisasi Desa Wisata: Saatnya Hentikan Copy-Paste dan Fokus ke Identitas Lokal

September 29, 2025
PETERNAKAN SAPI JUMBO - Karyawan peternakan sapi jumbo mililk Ganjar, di Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jateng, memberi pakan sapi. (ist)
Info

Kisah Ganjar Banyubiru: dari Jagal Jadi Peternak Sapi Jumbo, Dilirik Presiden untuk Kurban

Mei 21, 2026
PASAR MODAL - Ilustrasi pasar saham atau Bursa Efek Indonesia (BEI).
Ekonomi

IHSG Ambrol Purbaya Murka! Perintahkan BEI Beresin Saham Gorengan Sebelum Maret

Januari 29, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Alasan Ortu Pilih SD Swasta Meski Harus Bayar Puluhan Juta
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?