BACAAJA, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali mengukir prestasi di dunia robotika. Lewat tim Richie, kampus ini sukses menjadi juara Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2026 sekaligus mengamankan tiket mewakili Indonesia pada ajang ABU Robocon 2026 di Hong Kong.
Kemenangan tersebut diraih usai Richie mengalahkan tim Maestro Evo dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada partai final yang berlangsung di Auditorium Universitas Jember. ITS menutup pertandingan dengan skor telak 160-20.
Hasil itu sekaligus membuat ITS sukses mempertahankan gelar juara nasional dan kembali membawa pulang Piala Bergilir Sambhawana Pratimacala. Tim Richie juga melanjutkan tradisi kemenangan ITS setelah tahun sebelumnya meraih hasil serupa.
Di balik keberhasilan itu, ada proses panjang yang dijalani para mahasiswa. Tim mulai mengembangkan robot sejak Oktober 2025 atau sekitar sembilan bulan sebelum kompetisi digelar.
Muhammad Azmi Ikhsan dari Teknik Mesin ITS menjelaskan, tim membangun dua robot dengan fungsi yang berbeda. Satu robot dikendalikan operator, sedangkan robot lainnya mampu bergerak secara otomatis tanpa kendali langsung.
Kedua robot tersebut dirancang agar bisa bekerja sama menjalankan misi bertema “Kungfu Quest”, yang menjadi tantangan resmi pada ABU Robocon 2026. Sinkronisasi keduanya menjadi salah satu kunci kemenangan tim.
Robot otomatis memiliki tugas yang cukup kompleks, mulai dari mengambil perlengkapan, menaiki dan menuruni tangga, hingga meletakkan objek di titik yang telah ditentukan. Seluruh proses dilakukan secara mandiri dengan tingkat presisi tinggi.
Azmi mengakui bagian paling menantang adalah membuat robot otonom mampu bergerak stabil di berbagai medan. Selain itu, kedua robot juga harus saling bertukar informasi agar setiap misi berjalan mulus.
Untuk mendukung koordinasi tersebut, tim memanfaatkan sistem komunikasi berbasis cahaya. Teknologi itu memungkinkan kedua robot bekerja secara sinkron selama pertandingan berlangsung.
Seluruh proses riset hingga pembuatan robot menghabiskan dana sekitar Rp50 juta. Biaya tersebut digunakan untuk merancang perangkat mekanik, sistem elektronik, hingga penyempurnaan perangkat lunak yang mengendalikan robot.
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Beny Bandanadjaja, berharap ITS mampu membawa nama Indonesia bersinar di tingkat internasional. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah.
Sementara itu, Rektor Universitas Jember Iwan Taruna menilai prestasi robotika bukan hanya soal kecanggihan teknologi. Menurutnya, faktor terpenting justru berada pada karakter, kreativitas, dan kolaborasi mahasiswa yang berada di balik lahirnya inovasi tersebut.
Selain menjadi juara pertama, tim Richie ITS juga meraih penghargaan Best Design. Adapun tim Lahbako-San dari Universitas Jember membawa pulang penghargaan Best Innovation, sementara posisi runner-up ditempati Maestro Evo dari UNY.
Kini tim Richie bersiap membawa hasil inovasinya ke ABU Robocon 2026 di Hong Kong. Mereka akan berhadapan dengan tim-tim robot terbaik dari berbagai negara Asia-Pasifik demi mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional. (*)

