Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Isu Pasukan TNI ke Polda Ramai, Mabes Tegaskan Itu Hoaks Provokatif
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Isu Pasukan TNI ke Polda Ramai, Mabes Tegaskan Itu Hoaks Provokatif

Nugroho P.
Last updated: Juli 9, 2026 10:03 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Mabes TNI angkat bicara setelah beredar kabar soal dugaan pengerahan pasukan ke kawasan Polda Metro Jaya pada Kamis (9/7/2026) dini hari.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Mabes TNI angkat bicara setelah beredar kabar soal dugaan pengerahan pasukan ke kawasan Polda Metro Jaya pada Kamis (9/7/2026) dini hari. Informasi yang ramai berseliweran di media sosial itu dipastikan tidak benar dan diminta tidak dipercaya begitu saja.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Muhammad Nas menegaskan tidak ada personel TNI yang dikirim ke Polda Metro Jaya sebagaimana isu yang berkembang. Ia menyebut narasi tersebut sebagai informasi yang menyesatkan dan berpotensi memancing provokasi.

Menurut Nas, masyarakat sebaiknya lebih berhati-hati saat menerima informasi yang belum jelas sumber maupun kebenarannya. Ia mengingatkan agar kabar yang beredar tidak langsung dipercaya tanpa verifikasi.

TNI juga memastikan tidak ikut campur dalam proses penegakan hukum yang sedang dijalankan aparat kepolisian. Semua proses hukum disebut berjalan sesuai kewenangan masing-masing institusi.

Meski begitu, Mabes TNI membenarkan adanya personel yang bertugas menjaga rumah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah pada Rabu (8/7/2026). Pengamanan tersebut dilakukan atas permintaan dari Kejaksaan Agung.

Muhammad Nas menjelaskan, penugasan itu memiliki dasar hukum yang jelas, yakni Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2025 mengenai perlindungan terhadap jaksa yang sedang menjalankan tugas negara.

Ia menegaskan keberadaan personel TNI di rumah Jampidsus tidak berkaitan dengan isu lain yang sedang ramai dibicarakan. Pengamanan itu disebut sebagai bagian dari mekanisme yang telah diatur pemerintah.

Karena itu, Mabes TNI meminta publik tidak menghubungkan pengamanan tersebut dengan berbagai spekulasi yang berkembang belakangan ini. Menurutnya, keduanya merupakan persoalan yang berbeda.

Sebelumnya, sempat muncul kabar adanya puluhan pria berambut cepak dan berpostur tegap yang disebut-sebut mendatangi Polda Metro Jaya pada dini hari. Mereka bahkan dikabarkan hendak membawa paksa seorang saksi sipil yang sedang diperiksa penyidik.

Hingga kini, identitas saksi yang dimaksud belum pernah dijelaskan secara resmi. Informasi mengenai dugaan upaya pengambilan paksa itu juga belum mendapat pembenaran dari aparat penegak hukum.

Di sisi lain, Polri memang sedang menangani sejumlah perkara korupsi besar melalui tim gabungan Kortas Tipidkor Mabes Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Penyelidikan mencakup beberapa kasus strategis yang menjadi perhatian publik.

Kasus yang sedang didalami antara lain berkaitan dengan dugaan korupsi di sektor batu bara, Asabri, Jiwasraya, hingga Krakatau Steel. Proses penyelidikan masih terus berlangsung dengan pengumpulan berbagai alat bukti.

Pada Rabu (8/7/2026), penyidik juga melakukan penggeledahan serentak di 12 lokasi berbeda. Beberapa di antaranya berada di kawasan Jakarta Selatan, termasuk sebuah restoran dan tempat penukaran uang.

Dari rangkaian penggeledahan itu, polisi menemukan uang tunai dalam berbagai mata uang dengan nilai mencapai Rp67,2 miliar. Penemuan tersebut menjadi salah satu barang bukti yang kini sedang didalami penyidik.

Penggeledahan juga dilakukan di sebuah rumah di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat. Dari lokasi itu, aparat menemukan uang tunai berbagai mata uang asing yang nilainya ditaksir mencapai sekitar Rp476 miliar.

Selain uang tunai, penyidik turut mengamankan puluhan kilogram emas batangan dengan total berat sekitar 74 kilogram. Seluruh barang bukti kini berada dalam pengamanan penyidik untuk kepentingan proses hukum.

Di tengah rangkaian penyelidikan tersebut, sempat beredar kabar bahwa rumah Jampidsus Febrie Adriansyah juga akan menjadi lokasi penggeledahan. Namun hingga kini belum ada informasi resmi yang membenarkan kabar tersebut.

Rumah Jampidsus memang terlihat mendapat pengamanan dari personel TNI pada hari yang sama. Meski demikian, Mabes TNI kembali menegaskan bahwa penjagaan tersebut merupakan bentuk perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku, bukan bagian dari dinamika penyidikan kasus korupsi yang sedang berjalan. (*)

You Might Also Like

Yaqut Tahanan Rumah, MAKI Ngegas: Kok Bisa Beda Sama Lukas?

Lucunya KPK, Pinjam Bank Rp 300 Miliar untuk ‘Flexing’ Jumpa Pers

Korupsi Cilacap Bermula dari Kebijakan Bupati Sebelum Yunita

Tumpukan Uang Kejagung Dipamerkan, Kerja Nyata atau Pencitraan?

Dituding Kebagian Uang Korupsi Rp2 M, Ketua DPRD Cilacap: Enggak!

TAGGED:Mabespolda metro jayatni
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Campur Pertalite dan Pertamax Turbo? Niat Irit Malah Bikin Boncos Mesin
Next Article Nama Tatar Sunda Ramai Dibahas, DPR Ingatkan Kerja Nyata Tetap Prioritas

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jateng Bersholawat, Ribuan Warga Kirim Doa untuk Korban Bencana

DIJUAL - Pulau Menjangan Kecil di kawasan Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, diiklankan untuk dijual.

Bupati Jepara Temukan Fakta Berbeda, Ihwal Pulau Menjangan Kecil Dijual Rp500 Miliar

KOMPAK - Berbagai lomba yang memperkuat kolaborasi dan kekompakan digelar PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah bersama para Iconers, untuk memeriahkan HUT ke-81 RI.

Semarak HUT ke-81 RI, PLN Icon Plus SBU Jateng Perkuat Kebersamaan dan Semangat Kolaborasi

BANGUNAN ROBOH - Sebuah bangunan di NTT roboh setelah diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).

Update Gempa NTT: Ada 7.029 Gempa Susulan, Korban Tewas Tembus 100 Jiwa

Kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

Gerindra Terseret Pusaran Korupsi Rektorat Unsoed

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Bejatnya Psikolog Gadungan, Tipu dan Cabuli Korban di Hotel Semarang

Juni 30, 2026
SAKSI SIDANG--Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Ruben Prabu Faza, berjalan ke luar ruangan usai bersaksi dalam sidang kasus dugaan korupsi Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq, Jumat (21/8/2026). (bae)
Hukum

Wakil Ketua DPRD Pekalongan Terseret Kasus Fadia, Pernah Jadi Wadir Perusahaannya Fadia

Agustus 22, 2026
KIAI CABUL--Tampang Achmad Fauzi alias Abah Khan, pengasuh ponpes di Kota Semarang yang cabuli santriwatinya, mengenakan kaus 'Ngopeni Nglakoni' saat digelandang ke kantor Kejari Kota Semarang, Rabu (24/6/2026). (ist)
Hukum

Abah Khan Pakai Kaus ‘Ngopeni-Nglakoni’ saat Diserahkan, Kiai Semarang Cabuli Santri

Juni 24, 2026
Hukum

Edit Foto Mantan Pacar Pakai AI, Mahasiswa di Semarang Terancam 12 Tahun Bui

Agustus 6, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Isu Pasukan TNI ke Polda Ramai, Mabes Tegaskan Itu Hoaks Provokatif
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?