Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Hendardi Soroti Dugaan Intervensi, Ingatkan TNI Fokus Jaga Pertahanan Negara Saja
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Hendardi Soroti Dugaan Intervensi, Ingatkan TNI Fokus Jaga Pertahanan Negara Saja

Nugroho P.
Last updated: Juli 9, 2026 9:51 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Ketua Dewan Nasional Setara Institute Hendardi.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Ketua Dewan Nasional Setara Institute Hendardi menyoroti serius dugaan adanya keterlibatan oknum TNI yang disebut menghambat proses penegakan hukum dalam kasus dugaan korupsi. Menurutnya, jika tuduhan tersebut terbukti, persoalan itu bukan lagi sekadar pelanggaran prosedur, tetapi menyangkut kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Hendardi mengatakan TNI memiliki tugas utama sebagai alat pertahanan negara. Karena itu, institusi militer tidak semestinya terseret dalam urusan yang bisa memunculkan kesan melindungi pihak yang sedang berhadapan dengan proses hukum.

Ia menilai, apabila aparat bersenjata digunakan untuk mengamankan kepentingan individu yang diduga terkait perkara korupsi, kondisi tersebut dapat mencederai prinsip negara hukum. Situasi seperti itu juga berpotensi memicu pertanyaan publik mengenai independensi penegakan hukum.

Menurut Hendardi, dugaan intervensi terhadap proses penyidikan merupakan persoalan yang sangat serius. Sebab, proses hukum seharusnya dapat berjalan tanpa tekanan maupun campur tangan dari pihak mana pun.

Ia menegaskan, tidak ada ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang memberikan kewenangan kepada anggota TNI untuk menghalangi penyidikan atau penggeledahan yang dilakukan aparat penegak hukum sesuai aturan yang berlaku.

Karena itu, apabila ada tindakan yang menghambat proses penyidikan, hal tersebut perlu diusut secara terbuka. Penegakan hukum, menurutnya, harus berlangsung secara profesional dan bebas dari pengaruh kekuasaan.

Hendardi juga mengingatkan bahwa korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Upaya pemberantasannya membutuhkan komitmen seluruh lembaga negara tanpa pengecualian.

Ia menilai penggunaan kekuatan negara untuk melindungi pihak yang diduga terlibat korupsi akan menjadi preseden buruk. Kondisi itu dikhawatirkan membuka ruang bagi penyalahgunaan kewenangan dan melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

Selain itu, Hendardi kembali mengkritisi semakin luasnya keterlibatan militer di ranah sipil. Menurutnya, perluasan peran tersebut berpotensi menimbulkan tumpang tindih kewenangan dengan aparat penegak hukum lainnya.

Ia berpandangan pembagian tugas yang jelas antarlembaga menjadi kunci agar tidak terjadi konflik yurisdiksi di lapangan. Setiap institusi sebaiknya tetap bekerja sesuai mandat yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Dengan begitu, fungsi pertahanan negara tetap berjalan optimal, sementara proses penegakan hukum juga dapat berlangsung secara independen. Kedua hal tersebut dinilai sama pentingnya dalam menjaga sistem demokrasi dan supremasi hukum.

Pernyataan Hendardi muncul di tengah ramainya perhatian publik terhadap dugaan adanya intervensi dalam penanganan perkara korupsi yang sedang diusut aparat penegak hukum. Hingga kini, isu tersebut masih menjadi sorotan dan berbagai pihak mendorong agar seluruh proses dilakukan secara transparan serta berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku. (*)

You Might Also Like

Bandara Ahmad Yani Kini Ikut Nguri-uri Tari Tradisional

Pengurus Korpri Jateng Dilantik, Sekda Ingatkan Soal Integritas

SMANKO, Cetak Atlet Berprestasi Tanpa Tinggalkan Rapor

400 Kader Muslimat NU Naik Level: Dari Pengajian ke Pendampingan Hukum

Prabowo Pengin Papua Jadi Kebun Sawit, Gak Belajar dari Bencana Sumatera?

TAGGED:pertahanan negaratni
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dieng Berselimut Kristal Es Pagi, BMKG Pastikan Itu Bukan Salju Ya
Next Article Kebangetan.. Dana Narkoba Diduga Biayai Umrah Keluarga, Publik Dibikin Geleng Kepala Lagi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Isu Rusuh Agustus Jilid II, Publik Diminta Waspada

Hanura Desak Prabowo Kejar Dalang Karhutla

Budai Award 2026 untuk Gus Yasin

Kacamata Pintar Jadi Alat Bully, Tren TikTok Disorot

HP Murah Makin Seret, Harga Memori Jadi Biang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

PLN Group menggandeng Kejari Sleman, bikin benteng hukum bisnis digital makin kuat.
Ekonomi

PLN Group Gandeng Kejari Sleman, Perkuat Benteng Hukum Buat Bisnis Makin Aman

Juli 14, 2026
Hukum

Rumah Mewah Disita, Bos Minyak Masih Raib

Oktober 18, 2025
Daerah

Agustina Angkat 2.354 PPPK: Paruh Waktu, Tapi Komitmennya Full Time!

Desember 11, 2025
Katim Semarang Raya Satgaswil Jateng Densus 88 Polri, Iptu Yusuf saat diskusi dan buka bersama di kantor bacaaja.co, Jumat (13/3/2026). (bae)
Info

Cerita Densus 88 Gagalkan Aksi Anak SMP di Jateng Mau Serang Teman

Maret 13, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Hendardi Soroti Dugaan Intervensi, Ingatkan TNI Fokus Jaga Pertahanan Negara Saja
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?