Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dari Cangkang Jadi Cuan, Mahasiswa Upgris Intip Cara Limbah Naik Kelas
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Dari Cangkang Jadi Cuan, Mahasiswa Upgris Intip Cara Limbah Naik Kelas

Siapa sangka cangkang kerang yang biasanya berakhir di tempat sampah justru bisa berubah jadi barang bernilai jutaan rupiah. Pelajaran itulah yang dibawa pulang mahasiswa Upgris Semarang saat belajar langsung di Desa Wisata Serangan, Bali.

T. Budianto
Last updated: Juli 9, 2026 3:48 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
PRODUK KERAJINAN: Sejumlah mahasiswa FEB, Upgris Semarang menunjukkan berbagai produk kerajinan berbahan limbah cangkang kerang saat melakukan observasi lapangan di Rumah Kerang King Saguna Jaya, Desa Serangan, Kota Denpasar, Bali, belum lama ini. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Limbah cangkang kerang yang selama ini identik dengan sampah ternyata menyimpan potensi ekonomi yang besar. Hal tersebut dipelajari mahasiswa Universitas PGRI Semarang (Upgris) melalui program Sustainable International Community Service (SICS) Bali 2026 saat mengunjungi sentra kerajinan King Saguna Jaya di Desa Wisata Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, belum lama ini.

Kunjungan edukatif itu menjadi bagian dari pembelajaran lapangan yang dirancang untuk mengenalkan mahasiswa pada praktik ekonomi kreatif berbasis potensi lokal sekaligus mendorong pemanfaatan limbah secara berkelanjutan.

Selama berada di lokasi, mahasiswa diajak menyaksikan secara langsung proses pengolahan limbah cangkang kerang. Mulai dari tahap pembersihan, pemilahan bahan baku, hingga proses perakitan menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai jual.

Baca juga: Mahasiswa KKN UPGRIS Ajak Ibu-ibu PKK Pedurungan Lor Sulap Sampah Plastik Jadi Ecobrick

Beragam hasil karya seperti hiasan rumah, aksesori, hingga suvenir menunjukkan bahwa limbah yang semula dianggap tak bernilai dapat disulap menjadi produk kreatif yang diminati pasar.

Tak hanya melihat proses produksinya, mahasiswa juga berdiskusi langsung dengan pengelola King Saguna Jaya mengenai strategi membangun usaha berbasis potensi lokal. Dalam sesi tersebut, peserta dikenalkan pada pentingnya inovasi, kreativitas, dan keberlanjutan sebagai fondasi pengembangan ekonomi kreatif.

Melalui diskusi itu, mahasiswa juga memahami bahwa pengelolaan limbah tidak hanya mampu meningkatkan nilai ekonomi, tetapi sekaligus menjadi solusi untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

Dosen Pembimbing Lapangan SICS Bali 2026 Universitas PGRI Semarang, C. Tri Widiastuti, SE, MM mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual bagi mahasiswa.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan baru mengenai ekonomi kreatif, tetapi juga mampu mengembangkan pola pikir inovatif dan adaptif dalam memanfaatkan potensi daerah, khususnya di Desa Serangan,” ujarnya.

Bekal Penting

Didampingi dosen pembimbing lainnya, Gracia Alya Quina, SM, MSc, Tri menambahkan, pengalaman belajar langsung di lapangan menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk menciptakan solusi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

Menurutnya, mahasiswa perlu melihat secara langsung bagaimana masyarakat mampu mengembangkan potensi lokal menjadi usaha produktif yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Program SICS Bali 2026 diharapkan mampu memperluas wawasan akademik mahasiswa sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap isu lingkungan melalui pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah.

Baca juga: Tawa Renyah Pecah di UPGRIS! Keraton Siluman Bikin Penonton Gergeran Gak Bisa Diam

Selain itu, pengalaman tersebut diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi serupa di daerah masing-masing sehingga mampu mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen Universitas PGRI Semarang dalam menghadirkan program pengabdian kepada masyarakat yang mengedepankan kolaborasi internasional, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat melalui inovasi dan kreativitas.

Kadang yang dianggap sampah hanya belum bertemu tangan yang kreatif. Di saat sebagian orang sibuk membuang limbah, yang lain justru sedang menghitung peluang usahanya. Ternyata, cuan memang sering datang dari hal-hal yang selama ini luput dipandang sebelah mata. (tebe)

You Might Also Like

Tak Punya KTP Semarang? Kini Tetap Bisa Daftar Sekolah dari Awal

Guru Honorer Belum Pergi, Sekolah Negeri Masih Tetap Bergantung Mereka

Keren, Bocah SMA Cilacap Ini Temukan Inovasi Ompreng Pendeteksi Keracunan MBG

Unwahas Buka Prodi Teknik Pertambangan Pertama di Jateng, Siap Cetak Bos Tambang!

Maba UIN Walisongo Menangis Bahas Nasib Guru

TAGGED:Desa Serangankknupgris
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tahun Ajaran Baru, Seragam Sekolah Diburu
Next Article 47 Pejabat Pemkot Semarang Geser Posisi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Jateng Bersholawat, Ribuan Warga Kirim Doa untuk Korban Bencana

DIJUAL - Pulau Menjangan Kecil di kawasan Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, diiklankan untuk dijual.

Bupati Jepara Temukan Fakta Berbeda, Ihwal Pulau Menjangan Kecil Dijual Rp500 Miliar

BANGUNAN ROBOH - Sebuah bangunan di NTT roboh setelah diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).

Update Gempa NTT: Ada 7.029 Gempa Susulan, Korban Tewas Tembus 100 Jiwa

Kampus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.

Gerindra Terseret Pusaran Korupsi Rektorat Unsoed

BERUARA KERAS - PWNU Jateng bersuara keras jelang Muktamar NU di Jombang. Deklarasikan 6 poin penting, dari tolak politik uang hingga intervensi istana.

Keras! PWNU Jateng Deklarasi Tolak Money Politics hingga Intervensi Istana Jelang Muktamar NU di Jombang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Anggota Komisi X DPR RI Furtasan Ali Yusuf mengkritik banyaknya sekolah SD terutama swasta yang menarik iuran sekolah ugal-ugalan atau cukup tinggi melampuai kemampuan orang tua. Foto: dok/ist
Pendidikan

Biaya Sekolah SD Ugal-ugalan, Butuh Regulasi Batas Atas-Bawah

Juli 25, 2025
Pendidikan

Kursi SD Jogja Masih Banyak Kosong, Sekolah Putar Otak Cari Murid

Juni 18, 2026
BINTANG TAMU--Poster pertunjukan teater berjudul "Keraton Siluman" menampilkan Jarwo Kwat hingga Denny Candra sebagai pemain. (ist)
Info

Jarwo Kwat hingga Denny Candra akan Tampil di “Keraton Siluman”, Jangan Lupa Nonton Ya!

Mei 22, 2026
Pendidikan

Robot Rp50 Juta Bawa ITS Terbang ke Hong Kong

Juli 13, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dari Cangkang Jadi Cuan, Mahasiswa Upgris Intip Cara Limbah Naik Kelas
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?