Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Mahasiswa USM Angkat Isu Sosial Lewat Film Dokumenter, Dibedah Jurnalis Reuters
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Mahasiswa USM Angkat Isu Sosial Lewat Film Dokumenter, Dibedah Jurnalis Reuters

R. Izra
Last updated: Juli 9, 2026 9:47 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
BEDAH KARYA - Budi Purwanto, jurnalis senior Tempo Semarang yang kini berkarier sebagai Video Journalist Reuters, sekaligus Director Paper Sinema, membedah film dokumenter karya mahasiswa USM.
BEDAH KARYA - Budi Purwanto, jurnalis senior Tempo Semarang yang kini berkarier sebagai Video Journalist Reuters, sekaligus Director Paper Sinema, membedah film dokumenter karya mahasiswa USM.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Film dokumenter bukan sekadar tontonan, tapi juga bisa menjadi media untuk menyuarakan berbagai persoalan sosial di masyarakat.

Hal itu juga terlihat saat mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) menggelar Journalistic Documentary Screening (JDS) 2026 yang berlangsung di Gedung Menara Lantai 6 USM, kemarin.

Acara ini menjadi panggung bagi mahasiswa untuk menayangkan tiga film dokumenter hasil produksi mereka sekaligus mendapatkan masukan langsung dari praktisi film dan jurnalis profesional.

Bacaaja: Masjidil Haram Tak Pernah Tidur, Jutaan Hati Selalu Pulang Kesana
Bacaaja: Nobar Pesta Babi, Kampus Ini Didatangi Sosok Berseragam TNI

JDS 2026 melibatkan mahasiswa dari mata kuliah Jurnalistik Audiovisual dan Videografi. Selain dihadiri mahasiswa lintas kelas, kegiatan ini juga diikuti media internal Universitas Semarang serta jajaran dosen.

Hadir sebagai narasumber, Budi Purwanto, jurnalis senior Tempo Semarang yang kini berkarier sebagai Video Journalist Reuters, sekaligus Director Paper Sinema, rumah produksi film dokumenter yang berbasis di Semarang.

Dalam sesi pemutaran, mahasiswa menampilkan tiga film dokumenter yang mengangkat isu sosial dan lingkungan dari berbagai sudut pandang.

Film Tambak di Ujung Harapan mengisahkan perubahan kawasan pesisir Tambaklorok. Sementara Panggung yang Kupilih menceritakan perjuangan seorang penari dalam menjaga eksistensi seni yang ia cintai. Adapun Menjaga Denyut Rawa Pening mengangkat upaya masyarakat mempertahankan kelestarian danau dari ancaman pendangkalan dan pencemaran.

Tak hanya menikmati karya mahasiswa, peserta juga diajak menyaksikan dua film dokumenter karya Budi Purwanto, yakni Pasijah: The Untold Story dan Satu Tuhan Tiga Jalan.

Setelah pemutaran film, suasana berubah menjadi forum diskusi yang berlangsung interaktif. Budi membedah setiap karya mahasiswa, mulai dari proses riset, penyusunan cerita, teknik pengambilan gambar, hingga bagaimana sebuah dokumenter dapat menyampaikan pesan secara kuat kepada penonton.

Berbagai pertanyaan pun bermunculan dari mahasiswa dan dosen, mulai dari tahapan praproduksi, penyusunan alur cerita, aspek sinematografi, hingga indikator sebuah film dokumenter layak dipublikasikan.

Dosen Pembimbing, Muhamad Nur Rohman, mengatakan JDS bukan hanya menjadi ruang apresiasi karya, tetapi juga wadah belajar agar mahasiswa semakin memahami proses produksi dokumenter secara utuh.

“Harapannya, mahasiswa Ilkom makin menyukai dokumenter karena medium ini mampu menghadirkan informasi secara utuh. Di tengah derasnya informasi media sosial yang sepotong-sepotong, dokumenter justru hadir mengangkat kisah nyata yang sering kali luput dari perhatian media arus utama,” ujarnya.

Menurutnya, tema-tema yang dipilih mahasiswa merupakan persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, namun belum banyak mendapat perhatian dari media arus utama.

Sementara itu, Ketua Pelaksana JDS 2026, Patrick Bernardian, berharap kegiatan serupa bisa terus dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya.

“Saya berharap kegiatan ini terus berlanjut ke adik-adik tingkat. JDS sangat bermanfaat karena kami tidak hanya belajar di kelas, tapi juga terjun langsung ke lapangan. Pengalaman ini memberikan dampak yang sangat positif bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi,” katanya.

Melalui JDS 2026, Program Studi Ilmu Komunikasi USM ingin terus mendorong mahasiswa menghadirkan karya-karya dokumenter yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu merekam realitas sosial dan menjadi ruang refleksi bagi masyarakat. (*)

You Might Also Like

Prihatin Kesehatan Mental di Papua, Psikolog Putri Lulusan SCU Ingin Mengabdi di Tanah Kelahiran

Jawa Tengah Masih Kekurangan 2.298 Guru

SMA Kolese Loyola Juara Kompetisi Debat Pelajar Piala Wali Kota

Dengar Wuhan Ingat Covid-19? Dosen Unwahas Terbang ke Sana Dalami AI untuk Ngajar

Lulusan SMK Menganggur, Komisi X DPR RI Desak Reformasi Pendidikan di Jateng

TAGGED:film dokumenterjurnalis videomahasiswa usmreuters
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Mengapa Shopee Affiliate Menjadi Primadona Kerja Sampingan Mahasiswa?
Next Article RINGANKAN BEBAN - Warga Temanggung ngobrol santai dengan Bupati Agus Gondrong di Rumah Singgah milik Pemkab Temanggung. Rumah Singgah Pemkab Temanggung di Semarang dan Jogja jadi jujugan warga yang sedang berobat di dua kota tersebut. Setahun Rumah Singgah Temanggung, Jadi Andalan Pasien saat Berobat ke Semarang dan Jogja

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

RINGANKAN BEBAN - Warga Temanggung ngobrol santai dengan Bupati Agus Gondrong di Rumah Singgah milik Pemkab Temanggung. Rumah Singgah Pemkab Temanggung di Semarang dan Jogja jadi jujugan warga yang sedang berobat di dua kota tersebut.

Setahun Rumah Singgah Temanggung, Jadi Andalan Pasien saat Berobat ke Semarang dan Jogja

BEDAH KARYA - Budi Purwanto, jurnalis senior Tempo Semarang yang kini berkarier sebagai Video Journalist Reuters, sekaligus Director Paper Sinema, membedah film dokumenter karya mahasiswa USM.

Mahasiswa USM Angkat Isu Sosial Lewat Film Dokumenter, Dibedah Jurnalis Reuters

Mengapa Shopee Affiliate Menjadi Primadona Kerja Sampingan Mahasiswa?

Ilustrasi rumah Jampidsus Febrie Ardiansyah dijaga ketat personel TNI.

Rantis Brimob Angkut 74 Kg Emas dari Sentul dan Rumah Jampidsus Dijaga Ketat TNI, Kepingan Puzzle?

BARANG BUKTI - Petugas kepolisian menunjukkan barang bukti emas batangan yang disita dari sebuah rumah mewah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (8/7/20206).

Polisi Sita 74 Kg Emas dan Duit Rp476 Miliar dari Rumah Mewah di Sentul, Punya Siapa?

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Guru Besar UGM Kecele, Dialog Prabowo Berujung Pintu Tertutup

Januari 15, 2026
Peluncuran SPIL research center di Kampus Soegijapranata Catholic University (SCU), Bendan, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Jumat (25/7/2025).
Pendidikan

SCU Luncurkan SPIL Research Center: Model Ristek dan Pembelajaran Berbasis Industri

Juli 25, 2025
Anggota Komisi X DPR RI Muhammad Hilman Mufidi dalam Rapat Kerja dengan Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, Selasa (26/8/2025). DPR sepakat menambah anggaran untuk kesejahteraan guru dalam anggaran di Kemendikdasmen. Foto: dok.
Pendidikan

DPR Dukung Tambahan Tunjangan Guru Non-ASN, Dorong Pemerataan Revitalisasi Sekolah

Agustus 26, 2025
Pendidikan

Aduh Pak Muis, Niat Bantu Sekolah, Malah Berujung di Meja Hijau

November 11, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mahasiswa USM Angkat Isu Sosial Lewat Film Dokumenter, Dibedah Jurnalis Reuters
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?