BACAAJA, SEMARANG– Belum selesai urusannya dengan PSIS Semarang. Saat banyak pemain memilih mencari pelabuhan baru, Thaufan Hidayat justru memutuskan bertahan.
Winger senior berusia 32 tahun itu kembali dipercaya mengenakan seragam Mahesa Jenar dengan satu target yang kini tak bisa ditawar lagi: membawa PSIS kembali ke Super League.
PSIS Semarang resmi memperpanjang kontrak Thaufan Hidayat untuk mengarungi kompetisi Championship musim 2026/2027. Manajemen menilai pengalaman dan kualitas pemain sayap tersebut masih menjadi aset penting dalam misi promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Asisten Manajer PSIS, Moch Reza Handhika mengatakan, keputusan mempertahankan Thaufan diambil berdasarkan kebutuhan tim sekaligus rekomendasi jajaran pelatih.
Baca juga: Tembok Baru Mahesa Jenar! PSIS Resmi Boyong Andy Setyo
Menurutnya, Thaufan bukan hanya memiliki kualitas teknis yang masih mumpuni, tetapi juga sudah memahami karakter permainan pelatih kepala Widodo Cahyono Putro. Faktor itu diyakini akan mempercepat proses adaptasi selama persiapan musim baru.
“Thaufan merupakan pemain yang kualitasnya masih sangat mumpuni. Selain memiliki pengalaman yang dibutuhkan tim, ia juga pernah bekerja sama dengan Coach Widodo C. Putro sehingga diharapkan proses adaptasinya akan lebih cepat. Kami percaya Thaufan masih mampu memberikan kontribusi positif bagi tim dan membantu PSIS mencapai target promosi ke Super League musim depan,” ujar Reza.
Belum Selesai
Di sisi lain, Thaufan mengaku tak berpikir panjang saat kembali mendapat kepercayaan dari manajemen. Baginya, masih ada pekerjaan yang belum selesai bersama klub kebanggaan Kota Semarang tersebut.
Musim lalu, ia datang dengan harapan membantu PSIS bertahan di Championship. Kini targetnya berubah lebih tinggi, yakni mengantar Mahesa Jenar kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional.
“Alhamdulillah senang akhirnya bisa kembali mengabdi untuk PSIS. Saya datang dengan optimisme tinggi di musim lalu untuk membawa tim bertahan di Championship dan sekarang saya ingin berkontribusi lebih dengan memenuhi target promosi ke Super League,” kata Thaufan.
Baca juga: Belikopi Jadi Sponsor Utama PSIS
Ia juga meminta doa serta dukungan dari seluruh suporter, baik Panser Biru maupun Snex, agar perjuangan PSIS musim ini berjalan sesuai harapan. “Semoga saya bisa memberikan kontribusi maksimal setiap kali dipercaya bermain. Mohon doa dan dukungan dari seluruh Panser Biru dan Snex agar kami bisa bersama-sama membawa PSIS kembali ke Super League,” tuturnya.
Dengan bertahannya Thaufan, PSIS kembali menambah kepingan penting dalam menyusun skuad musim 2026/2027. Pengalaman pemain senior diharapkan mampu menjadi penyeimbang bagi para pemain muda yang juga akan menjadi andalan Mahesa Jenar dalam perburuan tiket promosi.
Di sepak bola, usia memang terus bertambah. Tapi yang lebih menentukan adalah seberapa besar rasa lapar untuk menang. Sebab jersey bisa berganti setiap musim, tetapi mimpi membawa klub kembali ke tempat semestinya hanya akan terwujud jika semua orang memilih bertahan untuk berjuang, bukan sekadar bertahan untuk bermain. (tebe)

