Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pemprov Panen Udang di Lahan Terbatas, Ini Teknologinya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Pemprov Panen Udang di Lahan Terbatas, Ini Teknologinya

Ketika banyak tambak tradisional masih berjibaku mengejar produktivitas, sebuah tambak milik Pemprov Jateng memilih jalan berbeda. Bukan memperluas lahan, melainkan mengandalkan rekayasa teknologi.

T. Budianto
Last updated: Juli 6, 2026 5:01 pm
By T. Budianto
5 Min Read
Share
PANEN UDANG: Sejumlah petani tambak menimbang hasil panen udang di Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan (PBI) Tugu, Senin (6/7/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Biasanya kawasan industri identik dengan pabrik dan cerobong asap. Tapi di sudut Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) Semarang, ada pemandangan yang bikin banyak orang garuk kepala.

Di tengah hiruk-pikuk kawasan industri, sebuah tambak justru sukses memanen lebih dari satu ton udang vaname. Rahasianya? Bukan sulap, bukan pula lokasi istimewa, melainkan teknologi budidaya modern yang bikin tambak tetap produktif meski air dari luar dipakai sangat minim.

Panen raya udang vaname itu berlangsung di Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan (PBI) Tugu milik Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Tengah, Senin (6/7/2026). Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi turut meninjau langsung proses panen yang digadang-gadang menjadi model baru revitalisasi tambak modern di kawasan Pantai Utara.

Tambak seluas 1.561 meter persegi tersebut berhasil memproduksi sekitar 1,3 ton udang vaname hanya dalam waktu budidaya sekitar 82 hari. Ukuran udang yang dipanen rata-rata mencapai 60 ekor per kilogram dan dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan lokal dengan harga sekitar Rp60 ribu per kilogram.

Baca juga: Adaptasi Warga Pesisir Semarang-Demak Mencari Penghidupan di Tengah Rob

Kepala DKP Jateng, Endi Faiz Efendi mengatakan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari penerapan sistem budidaya closed system atau sistem tertutup yang dirancang khusus karena lokasi tambak berada di kawasan industri.

Artinya, tambak tidak bergantung pada pasokan air dalam jumlah besar dari luar. Air yang digunakan terlebih dahulu diolah melalui serangkaian proses menggunakan dolomit, kaporit, serta aerasi sebelum masuk ke kolam budidaya.

“Karena berada di kawasan industri, penggunaan air dari luar kami buat seminimal mungkin. Air yang masuk kami treatment terlebih dahulu agar kualitasnya benar-benar sesuai untuk budidaya,” ujar Endi.

Dengan metode tersebut, kualitas air tetap stabil sehingga produktivitas udang tetap tinggi meski berada di lingkungan yang tidak lazim untuk kegiatan budidaya.

Tak hanya menghasilkan panen, Loka PBI Tugu juga memberi kontribusi nyata terhadap pendapatan daerah. Hingga semester pertama 2026, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari unit tersebut sudah mencapai sekitar 72 persen dari target tahunan.

Perkuat Pembibitan

Melihat hasil itu, Gubernur meminta DKP Jateng tak hanya fokus mengejar hasil panen, tetapi juga memperkuat sektor pembibitan ikan dan udang. Menurutnya, pembibitan memiliki dampak ekonomi yang lebih besar karena biaya produksinya lebih rendah, siklus usahanya lebih cepat, sekaligus membantu masyarakat memperoleh benih berkualitas dengan harga terjangkau.

“Pembibitan jauh lebih bermanfaat bagi masyarakat. Balai milik pemerintah harus menjadi pusat benih unggul sehingga masyarakat tidak kesulitan mendapatkan bibit berkualitas,” kata Luthfi.

Ia juga meminta seluruh penyuluh dan tenaga teknis di lingkungan DKP lebih aktif mendampingi masyarakat, mulai dari penyediaan benih, teknik budidaya, hingga membantu pemasaran hasil panen. “Sehingga masyarakat tidak akan mencari ke mana-mana. Dengan begitu, dinas kita benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Petani Tambak Semarang Tuntut Ganti Rugi Pabrik Pencemar Lingkungan

Luthfi menambahkan, sektor perikanan menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Apalagi Jateng memiliki garis pantai yang membentang di 17 kabupaten dan kota dengan potensi tambak yang sangat besar.

Sayangnya, sebagian besar tambak di kawasan Pantura masih dikelola secara tradisional sehingga produktivitasnya belum maksimal. Karena itu, Pemprov telah berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk merevitalisasi sekitar 72 ribu hektare kawasan tambak di pesisir utara.

“Dalam waktu dekat Menteri KKP akan backup penuh untuk wilayah Pantai Utara kita. Prinsipnya, tambak-tambak yang tidak berfungsi akan segera kita hidupkan kembali,” katanya.

Revitalisasi tersebut diharapkan mampu mengubah tambak-tambak yang selama ini kurang produktif menjadi sentra budidaya modern yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Di zaman sekarang, ternyata yang bikin tambak sukses bukan cuma dekat laut, tapi dekat dengan inovasi. Sebab kalau teknologi sudah bekerja, kawasan industri pun bisa panen udang. Yang masih sulit dipanen justru kebiasaan mengelola potensi dengan cara-cara lama. (tebe)

You Might Also Like

Luthfi: Jelang Mudik, Jangan Sampai Diuji Jalan Rusak

Bandara Ahmad Yani Layani 1,1 Juta Penumpang, Kargo Tumbuh 65 Persen

Akibat Demo 25 Agustus – 1 September 2025: Bikin Ekonomi Indonesia Goyang

Kinerja Dipercepat, Pemprov Terapkan SOTK Baru

Indonesia Memang Beda! IHSG Merah Sendirian saat Bursa Asia Hijau

TAGGED:dkp jatengpemprov jatengtambak udang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dhendy Tutor Kampiun Ceqiu 10 Ball Bhayangkara Cup 2026
Next Article Balik Lagi! Thaufan Hidayat Pilih Tetap Berseragam PSIS

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kapal RS Malahayati Berlayar ke Flores

Hari Pengayoman ke-81: Kemenkum Jateng Dorong Layanan Hukum Makin Dekat dengan Warga

SINERGI - Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Kelas Industri antara PLN Icon Plus dengan SMK Batur Jaya 1 Ceper, Klaten, pada Senin (10/8/2026). Kerja sama ini mencakup kompetensi keahlian Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT).

PLN Icon Plus dan SMK Batur Jaya 1 Ceper Resmi Perkuat Kerja Sama Kelas Industri

Gempa Susulan di Flores Perlahan Mulai Mereda

Ilustrasi armada BRT Trans Jateng.

Apa Bisa Trans Jateng Jadi Moda Transportasi Andalan? Ada 21 Juta Kendaraan Pribadi Lho . . .

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Benarkah Petani Jateng Makin Sejahtera? NTP Juni 2026 Tembus 118,27

Juli 1, 2026
Pemerhati lingkungan pesisir dari Universitas Katholik Sugijopranoto (Unika) Semarang Hotmauli Sidabalok, saat menjelaskan masalah lingkungan yang terjadi di pesisir Semarang-Demak, Sabtu (19/7/2025). Foto: BAE
Sirkular

Pembangunan Pelabuhan dan Kawasan Industri Menambah Tumpukan Masalah di Pesisir

Juli 20, 2025
Anggota Komisi VII DPR RI Erna Sari Dewi dalam rapat bersama Kementerian Perindustrian di Gedung Nusantara Senayan Jakarta, Rabu (3/9/2025). Foto: dok.
Ekonomi

Sektor Manufaktur Jadi Pahlawan Pertumbuhan Ekonomi, DPR Minta Anggaran Kemenperin Jangan Dipangkas!

September 3, 2025
Fokus

Kekeringan Mengintai, Ada Wilayah Jateng Dua Bulan Nggak Hujan

Juni 30, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pemprov Panen Udang di Lahan Terbatas, Ini Teknologinya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?