Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sudah Tahu Sejarah THR? Ternyata Begini..
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Sudah Tahu Sejarah THR? Ternyata Begini..

Awal mula tradisi THR tidak lepas dari sosok Soekiman Wirjosandjojo. Tokoh yang pernah menjabat sebagai perdana menteri pada awal 1950-an itu disebut sebagai penggagas konsep tunjangan menjelang hari raya. Ide tersebut muncul ketika ia memimpin pemerintahan melalui Kabinet Sukiman-Suwirjo.

Nugroho P.
Last updated: Maret 14, 2026 8:57 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
GAJI - Ilustrasi uang rupiah sebagai gaji bulanan.
GAJI - Ilustrasi uang rupiah sebagai gaji bulanan.
SHARE

BACAAAJA, SEMARANG – Menjelang Idul Fitri, kabar soal THR selalu bikin para pekerja tersenyum. Tunjangan Hari Raya sudah seperti tradisi tahunan yang ditunggu-tunggu setiap Lebaran. Tapi tak banyak yang tahu, sejarah THR di Indonesia ternyata punya cerita panjang.

Awal mula tradisi THR tidak lepas dari sosok Soekiman Wirjosandjojo. Tokoh yang pernah menjabat sebagai perdana menteri pada awal 1950-an itu disebut sebagai penggagas konsep tunjangan menjelang hari raya. Ide tersebut muncul ketika ia memimpin pemerintahan melalui Kabinet Sukiman-Suwirjo.

Saat itu pemerintah punya misi meningkatkan kesejahteraan aparatur negara. Program tersebut menyasar para pamong praja yang kini dikenal sebagai aparatur sipil negara atau ASN. Dari sinilah gagasan pemberian tunjangan menjelang hari raya mulai diperkenalkan.

Namun bentuk THR pada masa awal berbeda dengan yang dikenal sekarang. Tunjangan itu bukan bonus, melainkan semacam pinjaman yang diberikan di muka. Nantinya uang tersebut akan dikembalikan lewat potongan gaji pegawai.

Jumlahnya pun tidak besar jika dilihat dari nilai saat ini. Kala itu aparatur negara menerima sekitar Rp125 hingga Rp200 per orang. Meski kecil, kebijakan tersebut dianggap sebagai langkah awal perhatian pemerintah pada kesejahteraan pegawai.

Aturan resmi mengenai THR mulai tercatat pada 1954. Pemerintah menerbitkan kebijakan yang dikenal sebagai Peraturan Pemerintah tentang pemberian persekot hari raya bagi pegawai negeri. Dalam aturan itu, tunjangan hanya berlaku untuk ASN.

Keputusan tersebut ternyata memicu protes dari kalangan buruh. Banyak pekerja merasa kebijakan itu tidak adil karena hanya diberikan kepada pegawai pemerintah. Mereka pun mulai menuntut hak yang sama dari perusahaan tempat mereka bekerja.

Tekanan dari para pekerja akhirnya membuat pemerintah mengambil langkah baru. Pada 1954 muncul surat edaran dari kementerian perburuhan mengenai hadiah Lebaran. Surat ini mendorong perusahaan swasta untuk memberikan tunjangan kepada pekerjanya.

Besaran hadiah Lebaran saat itu dianjurkan sebesar seperdua belas dari upah pekerja. Kebijakan ini menjadi awal mula perusahaan mulai memberikan tunjangan kepada karyawan menjelang hari raya. Meski awalnya hanya bersifat imbauan, langkah tersebut membuka jalan bagi kebijakan yang lebih kuat.

Beberapa tahun kemudian aturan itu semakin diperjelas. Pada 1961 pemerintah menerbitkan regulasi baru yang mewajibkan perusahaan memberikan hadiah Lebaran kepada pekerja. Syaratnya, pekerja tersebut sudah bekerja minimal tiga bulan.

Istilah hadiah Lebaran bertahan cukup lama sebelum akhirnya berubah. Pada 1994 pemerintah resmi mengganti istilah tersebut menjadi Tunjangan Hari Raya atau THR. Nama inilah yang kemudian dikenal luas hingga sekarang.

Saat ini aturan THR diatur dalam kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan. Salah satu payung hukumnya adalah Permenaker Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR keagamaan bagi pekerja. Regulasi ini menegaskan bahwa THR merupakan hak pekerja yang wajib dibayarkan perusahaan.

Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa pekerja dengan masa kerja minimal 12 bulan berhak menerima THR sebesar satu bulan gaji. Sementara pekerja yang masa kerjanya kurang dari setahun tetap berhak mendapatkan THR secara proporsional. Perhitungannya didasarkan pada lama masa kerja.

Pemerintah juga memberi ruang bagi perusahaan untuk memberikan THR lebih besar dari ketentuan. Hal itu bisa dilakukan melalui peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama. Selama nilainya lebih baik dari aturan minimal, kebijakan tersebut diperbolehkan.

Di sisi lain, perusahaan yang tidak membayarkan THR tepat waktu bisa terkena sanksi. Mulai dari denda hingga sanksi administratif dapat diberikan kepada perusahaan yang melanggar aturan. Kebijakan ini dibuat agar hak pekerja tetap terlindungi.

Kini THR bukan sekadar tradisi tahunan menjelang Lebaran. Tunjangan tersebut sudah menjadi bagian penting dari sistem ketenagakerjaan di Indonesia. Dari yang awalnya hanya pinjaman bagi pegawai negeri, kini THR menjadi hak pekerja di hampir semua sektor pekerjaan. (*)

You Might Also Like

UGD 24 Jam RS Samsoe Hidajat, Siap Tangani Kondisi Darurat

Kabar Gembira Nih! BLT Rp900.000 Cair Hari Ini, Kamu Dapet Nggak?

Sepuluh Ide Cuan 2026 Buat Modal Tipis Aja

Ekonomi Jateng Ngebut 5,89 Persen

Jateng Gaspol Atasi Backlog 1,3 Juta Rumah, Target Kelar 5 Tahun

TAGGED:sejarah THRthr
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Kapan Sidang Isbat Digelar? Ini Jadwalnya
Next Article Banjir merendam Kampung Mayangsari, Kalipancur, Semarang, Sabtu (14/3/2026). (ist) Banjir Kanal Barat Meluap setelah Hujan Deras, Permukiman Semarang Terendam

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KASUS TPPU--Tim jaksa penuntut umum (sisi kiri) mengikuti sidang kasus TPPU dengan terdakwa Gus Yazid (kemeja hijau), di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (9/9/2026). (bae)

Jaksa Tak Terima Gus Yazid Dihukum Ringan Setahun Bui, Nyatakan Banding

Siswa SLB Blitar Pingsan, Diduga Tahan Sakit Keracunan MBG

Influenza A Naik, Begini Bedanya dengan Covid-19

Ilustrasi judi online (judol).

Bansos Dicoret Gegara Judol, Dinsos DIY Buka Sanggahan

Glucowrap, Sandal Pintar Mahasiswa UGM Pantau Kaki Diabetesi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Owner Mandiri Jaya Plastik, Muhamad Nastain menunjukkan karung plastik jualannya. (ist)
Ekonomi

Harga Plastik Bikin Pusing Distributor Karung, Padahal Permintaan Lagi Tinggi

April 9, 2026
Ekonomi

Puan-Anindya Ngobrol Serius Tapi Santai: Yuk, Bisnis Jalan, Program Negara Aman

Desember 9, 2025
Kegiatan pelayanan perijinan (investasi) di PTSP Jawa Tengah tetap berjalan lancar dan kondusif, Rabu (3/9/2025), meskipun pasca-dilanda demo. Foto: Bae
DaerahEkonomi

Investasi Jawa Tengah Tetap On Fire! Layanan Perizinan Jalan Terus Meski Demo Melanda

September 3, 2025
Ekonomi

Marina Budiman, Perempuan Tembus Elite Tajir Melintir Versi Forbes 2025

Desember 13, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sudah Tahu Sejarah THR? Ternyata Begini..
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?