BACAAJA, BANYUMAS- Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen menegaskan, madrasah memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar mengajarkan mata pelajaran agama. Lembaga pendidikan keagamaan itu harus menjadi benteng utama dalam membentuk generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki pemahaman Islam yang benar.
Pesan tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Gus Yasin saat memberikan pengajian di Madrasah Diniyah Nurul Anwar, Desa Rancamala, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Sabtu (4/7/2026).
Baca juga: Bagaimana Film “Na Willa” Memotret Pola Pengasuhan dan Pendidikan Anak?
Menurut Gus Yasin, guru madrasah memegang peran penting dalam membimbing anak-anak agar memahami makna ilmu yang dipelajari, bukan sekadar menghafal materi pelajaran.
“Anak-anak harus terus dibimbing. Guru memiliki tugas menanamkan pemahaman mengapa mereka belajar dan apa manfaat ilmu yang dipelajari,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pelajaran agama harus bermuara pada penguatan keimanan kepada Allah SWT. Karena itu, pendidikan tauhid harus menjadi fondasi utama agar peserta didik memiliki akidah yang kokoh saat menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Perkuat Karakter
Bagi Gus Yasin, keberhasilan madrasah bukan hanya diukur dari kemampuan siswa menjawab soal ujian, tetapi juga dari karakter dan keyakinan yang tumbuh dalam diri mereka.
Selain memperkuat akidah, ia mengajak para santri untuk menumbuhkan rasa hormat kepada ulama dan kiai sebagai pewaris ilmu para nabi. Menurutnya, kecintaan kepada ulama akan tumbuh ketika generasi muda memahami pentingnya ilmu agama dalam kehidupan sehari-hari.
Usai memberikan tausiyah di Madrasah Diniyah Nurul Anwar, Gus Yasin melanjutkan agenda ke Masjid Nurul Huda di Karangtengah, Kecamatan Cilongok.
Baca juga: Guru Madrasah Geruduk DPRD, Tuntut Perhatian Lebih
Dalam kesempatan itu, ia juga meminta doa masyarakat agar para pemimpin diberi kekuatan dan keikhlasan dalam menjalankan amanah pemerintahan. “Kami sangat berharap doa dari masyarakat, khususnya masyarakat Banyumas. Doa-doa panjenengan menjadi kekuatan bagi kami untuk terus mengemban amanah dalam melayani masyarakat,” katanya.
Di tengah era ketika anak-anak begitu mudah terpapar berbagai pengaruh dari layar gawai, pesan Gus Yasin menjadi pengingat bahwa benteng terbaik bukan hanya teknologi penyaring konten, melainkan pendidikan karakter dan keimanan yang ditanamkan sejak dini. Sebab, ketika fondasi akidah kuat, generasi muda tidak akan mudah goyah meski zaman terus berubah. (tebe)

