Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Satu Kasus Terbuka, Deretan Dugaan Lain Taufik Ikut Bermunculan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Satu Kasus Terbuka, Deretan Dugaan Lain Taufik Ikut Bermunculan

Salah satu peristiwa yang ikut menjadi sorotan adalah dugaan Taufik meninggalkan seorang perempuan di hotel kawasan Jatinangor, Sumedang, saat korban YTR disebut masih berada dalam penguasaannya.

Nugroho P.
Last updated: Juli 3, 2026 8:50 pm
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
Taufik Hidayat.
SHARE

BACAAJA, BANDUNG – Kasus yang menjerat Taufik Hidayat (30) terus berkembang dan memunculkan sejumlah fakta baru. Tidak hanya soal dugaan penganiayaan dan penyekapan terhadap YTR (29), penyidik kini juga mendalami beberapa laporan lain yang diduga berkaitan dengan dirinya.

Sejumlah dugaan tindak pidana baru mulai mencuat seiring proses penyelidikan yang masih berjalan di Polda Jawa Barat.

Salah satu peristiwa yang ikut menjadi sorotan adalah dugaan Taufik meninggalkan seorang perempuan di hotel kawasan Jatinangor, Sumedang, saat korban YTR disebut masih berada dalam penguasaannya.

Informasi yang beredar menyebut kejadian itu berlangsung pada 4 Maret 2026 dan sempat ramai diperbincangkan di media sosial melalui rekaman video.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, membenarkan bahwa pria dalam video tersebut merupakan Taufik Hidayat berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik.

“Bahwa benar hasil keterangan Taufik Hidayat yang ada di video tersebut adalah dirinya, sekira lima bulan yang lalu berkenalan dengan NL seorang janda yang didapat dari aplikasi,” kata Hendra dalam keterangannya.

Menurut penyidik, perkenalan keduanya berlangsung singkat. Setelah berkomunikasi melalui WhatsApp selama dua hari, mereka kemudian sepakat untuk bertemu.

Hendra menjelaskan, Taufik menjemput perempuan berinisial NL di kawasan Padasuka sebelum akhirnya menuju sebuah hotel di wilayah Jatinangor.

“Taufik mengajak ketemuan dan menjemput NL di daerah Padasuka di rumahnya, kemudian pergi ke hotel di Jalan Raya Jatinangor sekitar pukul 19.30 WIB,” ujar Hendra.

Setelah berada di hotel, keduanya disebut sempat menginap bersama. Namun beberapa jam kemudian, Taufik meninggalkan lokasi lebih dulu.

Menurut keterangan kepolisian, Taufik pulang ke tempat kosnya sekitar pukul 21.00 WIB dan tidak lagi menjalin komunikasi dengan NL setelah kejadian tersebut.

“Taufik merasa kesal dikarenakan NL ingin pulang pada pukul 03.00 WIB, tetapi Taufik menginginkan pulang dari hotel tersebut sekira pukul 06.00 WIB,” tutur Hendra.

Terkait dugaan tidak membayar biaya hotel dan membawa ponsel milik NL, polisi menyebut persoalan itu masih dalam tahap pendalaman lebih lanjut.

“Untuk yang terkait ini masih kami dalami karena belum kita tanyakan kepada yang bersangkutan,” kata Hendra di Mapolda Jabar.

Penyidik juga menyebut peristiwa tersebut terjadi ketika dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR masih berlangsung.

“Kalau untuk waktunya, si korban ini masih dalam penguasaan dia dan tentu saja ini selingan yang dilakukan selama dia melakukan penyekapan dan penganiayaan berat kepada si korban,” ungkapnya.

Selain itu, kemunculan Taufik di rumah dinas Gubernur Jawa Barat juga masuk dalam daftar hal yang sedang ditelusuri penyidik.

“Untuk yang ini masih kami dalami, karena baru tadi malam CCTV yang telah beredar di media sosial sudah kami konfirmasi,” ujar Hendra.

Di luar perkara tersebut, polisi juga menerima laporan lain terkait dugaan perampasan sepeda motor yang melibatkan Taufik saat masih bekerja sebagai penagih utang atau debt collector.

“Untuk laporan ini sudah kami terima, sudah ada laporannya dan kami sedang dalami utamanya dari saksi-saksi pelapor,” kata Hendra.

Pihak kepolisian memastikan seluruh laporan yang masuk akan diproses sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

“Ini karena laporannya resmi sudah datang, maka kami akan tindak lanjuti,” lanjutnya.

Sementara itu, untuk kasus dugaan penganiayaan dan penyekapan terhadap YTR, penyidik Direktorat PPA dan PPO Polda Jawa Barat telah menjadwalkan rekonstruksi perkara.

“Besok pada hari Kamis, kita akan melaksanakan rekonstruksi yang melibatkan dengan JPU dan juga kuasa hukum,” ujar Hendra.

Di sisi lain, kondisi YTR dikabarkan terus menunjukkan perkembangan yang lebih baik setelah menjalani perawatan intensif.

Kakak ipar korban, Meilani, mengatakan komunikasi dengan keluarga sudah mulai terjalin kembali meskipun proses pemulihan masih terus berlangsung.

“Alhamdulillah sekarang mendingan,” katanya melalui pesan singkat.

Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Jabar, Kombes Pol Rumi Untari, juga menyampaikan bahwa kondisi korban terus mengalami kemajuan.

“Alhamdulillah kondisi membaik,” ujarnya.

Meski demikian, interaksi dengan keluarga maupun kerabat masih dibatasi agar proses penyembuhan korban dapat berjalan lebih maksimal.

Sementara pihak rumah sakit masih memfokuskan penanganan pada infeksi dan luka di bagian kepala yang dialami korban selama menjalani perawatan medis. (*)

You Might Also Like

BREAKING NEWS: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terjaring OTT KPK, Langsung Digiring ke Jakarta

Candaan yang Kebablasan, Saat Tawa Pandji Bikin Luka Toraja

OTT Cilacap: Uang Diduga Hasil Peras Rp610 Juta Disiapkan Jadi “THR Pejabat”

JK Geram Tanahnya Diserobot, Menteri ATR Ngaku BPN Salah Fatal

AKBP Basuki Minta Dihukum Ringan, Manfaatkan Celah di KUHP Baru

TAGGED:bandungpenganiayaanpenyekapantaufik
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article ilustrasi organ ginjal Badan Gampang Loyo Terus, Bisa Jadi Ginjal Lagi Kasih Sinyal
Next Article Nikah Gaib Jadi Dalih, Modus Dukun Kartasura Kini Terungkap Semua

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SINDIR PEMERINTAH--Warga Kandri saat upacata HUT RI cosplay mengkritik ucapan Prabowo soal pengupas bawang. (bae)

Warga Kandri Cosplay Jadi Juragan Bawang saat HUT RI, Sindir Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu

BANGUNAN ROBOH - Sebuah bangunan di NTT roboh setelah diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).

Update Gempa NTT: BNPB Nyatakan Korban Tewas Bertambah Jadi 68 Jiwa

UPACARA UNIK--Emak-emak Kampung Gang Presiden, Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, mengenakan kostum daur ulang sampah plastik saat menggelar upacara bendera HUT Kemerderkaan ke-81 Republik Indonesia (RI), Senin (17/8/2026). (ist)

Bukan Upacara Biasa! Emak-emak Gang Presiden Puntan Pakai Kostum Daur Ulang Sampah

Bidan Ngada Berjuang Terangi Persalinan Pakai HP

Kenapa Perempuan Lebih Rentan Cedera ACL?

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

DIBAWA PETUGAS: Chiko Radityatama Agung Putra, kreator konten cabul saat dibawa petugas menuju penjara. (Foto: Bae)
Hukum

Dimaafkan Korban, Chiko Pengedit Konten Cabul Cuma Dituntut Tujuh Bulan Bui

Februari 20, 2026
Hukum

Siapa Tersangka OTT KPK di Cilacap? 13 Orang Dibawa ke Jakarta, Termasuk Bupati dan Sekda

Maret 14, 2026
Hukum

Ajak Pejabat Intip Lapas, Gubernur Kasih Peringatan Halus

Maret 28, 2026
Hukum

177 Posbankum Lahir, Warga Semarang Nggak Perlu Drama Polisi-Pengadilan Buat Nyelesaiin Urusan Hukum

November 19, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Satu Kasus Terbuka, Deretan Dugaan Lain Taufik Ikut Bermunculan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?