BACAAJA, SEMARANG – Mengisi liburan dengan cara seru gak harus ke tempat-tempat wisata yang jauh nan mahal. Anak-anak di Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, riang-gembira ketika ngikutin acara fun cooking hingga latihan public speaking.
Yup, acara ini digelar di lingkungan rumah, tempat tinggal mereka sehari-hari, Kamis (2/7/2026). Acara bertajuk ‘Cerita Remaja Inspiratif dan Aktif (Ceria) yang diinisasi oleh Kelompok PKK Bale Amarta ini diikuti 25 peserta, mulai dari anak usia TK hingga remaja. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Bank Sampah RT setempat.
Suasana sejak pagi terlihat ramai. Anak-anak antusias mengikuti sesi berbagi inspirasi bersama Ketua Forum Anak Kota Semarang, lalu dilanjutkan praktik membuat cookies dan cupcake yang dipandu langsung oleh chef sekaligus warga setempat, Heldy Mahardika.
Bacaaja: Cerita Sampah yang Malah Bikin Untung di Bulusan
Bacaaja: Di Ujung Lereng Merapi, Anak-Anak Ini Cuma Punya Satu Pilihan Sekolah
Ketua Kelompok PKK Bale Amarta, Erni Setiyawati, mengatakan kegiatan tersebut sengaja digelar agar liburan sekolah bisa diisi dengan aktivitas yang lebih positif sekaligus memberi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kreativitas.
“Harapannya kegiatan seperti ini bisa terus diadakan setiap masa liburan. Selain mengisi waktu luang anak-anak, juga menjadi wadah agar mereka semakin kreatif,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Ketua PKK RW 06 Bulusan, Supriyatin. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan Bank Sampah juga bisa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kegiatan ini luar biasa karena bisa terselenggara berkat dukungan kas Bank Sampah RT. Semoga ke depan budaya memilah sampah semakin baik sehingga semakin banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan,” katanya.
Belajar kenal potensi anak melalui lomba

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian datang dari Ketua Forum Anak Kota Semarang, Emir Luqman Amanullah. Dalam sesi Ceria, ia berbagi pengalaman tentang bagaimana dirinya bisa berkembang lewat berbagai kegiatan sejak masih sekolah.
Menurut Emir, cara terbaik mengenali kemampuan diri adalah dengan berani mencoba banyak hal, termasuk mengikuti berbagai perlombaan.
“Sering ikut lomba itu penting buat mengeksplorasi diri. Dari situ kita jadi tahu sebenarnya bakat dan minat kita ada di mana,” ujarnya.
Ia mengingatkan, mengikuti kompetisi sebaiknya bukan hanya mengejar juara. Yang jauh lebih penting adalah menikmati proses belajar dan pengalaman yang didapat.
“Kalau fokusnya cuma menang, kita gampang kecewa. Tapi kalau fokus pada proses, hasil baik biasanya akan datang di waktu yang tepat,” jelasnya.
Emir juga mengajak para remaja aktif mengikuti organisasi, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal. Menurutnya, organisasi menjadi tempat belajar berpikir kritis, bekerja sama, sekaligus melatih kemampuan mengambil keputusan.
Kemampuan berbicara di depan umum yang kini dimilikinya pun, kata Emir, tidak datang secara instan. Semua berawal dari keberaniannya menjadi MC di acara kampung, aktif mengikuti lomba debat, hingga terlibat dalam berbagai organisasi.
Serunya belajar memasak
Setelah sesi motivasi, peserta diajak membuat cookies dan cupcake bersama chef Heldy Mahardika. Anak-anak terlihat antusias menghias kue hasil buatan mereka sendiri. Heldy mengaku senang melihat semangat para peserta selama mengikuti kegiatan.
“Saya senang bisa berbagi pengalaman. Bahannya sederhana, resepnya juga mudah, jadi anak-anak bisa langsung mencoba lagi di rumah,” katanya.
Acara ini ditutup dengan sesi hiburan dan pembagian hadiah alat sekolah. Meski tampak sederhana, kegiatan ini terasa sangat meneynangkan dan bermanfaat.
Lewat kegiatan sederhana ini, liburan sekolah di Bulusan terasa lebih bermakna. Bukan cuma pulang membawa cupcake buatan sendiri, tetapi juga membawa semangat baru untuk terus belajar, berani mencoba, dan mengembangkan potensi diri. (ern)

