Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pemkot Gaungkan Gerakan Selamatkan Heritage Maritim
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Pemkot Gaungkan Gerakan Selamatkan Heritage Maritim

Di tengah derasnya pembangunan kota, ada satu hal yang kerap tertinggal: sejarah. Pemkot Semarang memilih jalan berbeda. Tak hanya membangun jalan dan gedung, tetapi juga berupaya mengembalikan jejak peradaban yang nyaris terlupakan.

T. Budianto
Last updated: Juli 2, 2026 11:41 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
SEMINAR MARITIM: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menjadi pembicara dalam seminar nasional yang digelar dalam rangkaian Rakernas XVIII APEKSI 2026 di Medan, Rabu (1/7/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, MEDAN- Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengajak berbagai kalangan menjadikan pelestarian sejarah sebagai bagian dari pembangunan kota modern. Menurutnya, kota yang maju bukan hanya memiliki infrastruktur megah, tetapi juga mampu menjaga identitas dan memori kolektif masyarakatnya.

Komitmen itu diwujudkan melalui penyelenggaraan Seminar Nasional “Menyelamatkan Heritage Kota Maritim: Sejarah dan Pengembangannya” yang digelar dalam rangkaian Rakernas XVIII APEKSI 2026 di Medan, Rabu (1/7/2026).

Seminar tersebut merupakan kolaborasi Pemerintah Kota Semarang bersama Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan (Unimed), Program Doktor Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, Rumah Sejarah Medan, dan Rumah Budaya Tangga Medan.

Sekitar 100 peserta dari kalangan akademisi, peneliti, dan pemerintah hadir dalam forum yang membahas berbagai tantangan pelestarian kota-kota maritim Indonesia, mulai dari perubahan iklim, urbanisasi, degradasi kawasan pesisir, hingga ancaman hilangnya memori sejarah di era digital.

Baca juga: Harta Karun 134 Tahun Pulang ke Semarang, Pemkot Siapkan Museum Maritim

Bagi Agustina, pembangunan dan pelestarian sejarah tidak boleh dipisahkan. “Sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi fondasi untuk membangun masa depan. Kota yang memahami sejarahnya akan memiliki identitas yang kuat, karakter yang jelas, dan arah pembangunan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen, Pemkot Semarang tengah menyiapkan pembangunan Semarang City Archive dan Museum Bahari Semarang. Kedua institusi tersebut dirancang bukan sekadar menjadi tempat penyimpanan arsip dan benda bersejarah, tetapi juga pusat dokumentasi, penelitian, pendidikan, diplomasi budaya, hingga destinasi wisata sejarah yang memperkuat posisi Semarang sebagai kota maritim.

Agustina menegaskan museum harus menjadi ruang hidup yang menghubungkan generasi sekarang dengan perjalanan panjang Semarang sebagai kota pelabuhan yang telah berkembang selama berabad-abad.

Dukungan Akademisi

Gagasan tersebut mendapat dukungan dari berbagai akademisi. Guru Besar Sejarah Prof Dr Singgih Tri Sulistiyono menjelaskan, Semarang telah tumbuh sebagai kota maritim jauh sebelum masa kolonial dan menjadi ruang perjumpaan berbagai bangsa serta kebudayaan selama lebih dari seribu tahun.

Sementara itu, Prof Dr Yety Rochwulaningsih mengingatkan, ancaman terhadap warisan sejarah kini tidak hanya berupa kerusakan bangunan, tetapi juga disinformasi, hoaks sejarah, dan perkembangan teknologi digital yang dapat mengaburkan fakta sejarah.

Karena itu, digitalisasi arsip dan peningkatan literasi sejarah dinilai menjadi langkah penting. Pandangan serupa disampaikan Prof Dr Phil Ichwan Azhari yang menilai penyelamatan situs-situs maritim Nusantara merupakan agenda nasional untuk menjaga bukti kejayaan peradaban bahari Indonesia.

Sedangkan Prof Dr Suryadi dari Leiden University menyoroti pentingnya kerja sama internasional dalam digitalisasi dan repatriasi arsip kolonial yang hingga kini masih tersimpan di Belanda.

Baca juga: Semarang Pulangkan Jejak Sejarahnya

Dalam kesempatan tersebut, Pemkot juga menerima penyerahan artefak dan arsip sejarah maritim dari kolektor Dr Jimmy Lassang Manahara Siahaan. Selain itu, dilakukan pula repatriasi arsip surat kabar Semarang periode 1858-1942 dari Rumah Sejarah Medan kepada Pemkot Semarang.

Pengembalian arsip tersebut akan menjadi fondasi awal pengembangan Semarang City Archive, sekaligus memperkuat memori kolektif masyarakat tentang perjalanan panjang Kota Semarang.

Bagi Pemkot Semarang, pembangunan bukan hanya menghadirkan jalan yang lebih mulus atau gedung yang lebih tinggi. Pembangunan juga berarti memastikan identitas kota tetap hidup dan dikenali oleh generasi mendatang.

Kota bisa kehilangan bangunan karena usia. Tapi yang lebih berbahaya adalah ketika kehilangan ingatan tentang dirinya sendiri. Sebab, tanpa sejarah, kota mungkin tetap berkembang, namun tak lagi tahu ke mana arah perjalanannya. (tebe)

You Might Also Like

Dari Irbid Buat Dunia: Mahasiswa Indonesia Gaspol di Irbid Expo 2026

Pelajar SMA Lecehkan Bule Australia

SMA Kolese Loyola Juara Kompetisi Debat Pelajar Piala Wali Kota

Ibu-Ibu Pegang Pisau Kurban, Ternyata Hukumnya Bikin Banyak Kaget

Jateng Gaspol Regenerasi Petani

TAGGED:agustina wilujengmuseum maritimpemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ancaman Kekeringan di Semarang Bukan Cuma karena Kemarau
Next Article Skin Barrier Lagi Drop? Skincare Ini Jadi Andalan Kulit Sensitif Modern

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi kekeringan hingga membuat petani gagal panen.

Ancaman Pangan hingga Kesehatan, Kemarau Bikin Rawan Gagal Panen dan ISPA Meningkat

PHK di Jatim Capai 2.332 Pekerja

Eropa Lagi Membara, Rekor Suhu Pecah Hampir di Setiap Penjuru

Semarang Masuk Jajaran “Transformer City” Nasional

ALIRAN UANG--Terdakwa kasus TPPU, Andhi Nur Huda membongkar aliran uang hasil korupsi jual beli lahan BUMD Cilacap, Rabu (1/7/2026). (bae)

Terdakwa Korupsi Ngaku Transfer Rp21 Miliar ke Pangdam Widi untuk Pilpres 2024

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Olahraga

Atlet Pensiun? Tenang, Negara Siapin Beasiswa LPDP

Januari 31, 2026
CEK STADION--Wali Kota Semarang dan rombongan mengecek Stadion Tri Lomba Juang yang akan direnovasi, Rabu (10/6/2026). (ist)
Olahraga

Stadion TLJ Tutup Dua Bulan untuk Perbaikan Trek Lari, Agustina: Masyarakat Tetap Terlayani

Juni 11, 2026
Liverpool juara Liga Inggris musim 2024/2025.
Sepak Bola

Liverpool Nyaris Kalah di Pesta Juaranya

Mei 26, 2025
Info

Taman Tirto Agung Pedalangan: Ramai Terus, Tapi Minim Kursi

Februari 3, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pemkot Gaungkan Gerakan Selamatkan Heritage Maritim
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?