Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ancaman Kekeringan di Semarang Bukan Cuma karena Kemarau
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Ancaman Kekeringan di Semarang Bukan Cuma karena Kemarau

Musim kemarau memang mulai mengeringkan sejumlah wilayah di Kota Semarang. Tapi, menurut peneliti, jangan buru-buru menyalahkan cuaca. Ada persoalan lain yang dinilai ikut memperparah krisis air.

T. Budianto
Last updated: Juli 2, 2026 11:33 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
DROPING AIR: Anggota Babinsa turut membantu penyaluran air bersih bagi warga Rowosari, Tembalang, Kota Semarang yang mengalami kesulitan air bersih, beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Kekeringan di Kota Semarang ternyata bukan cuma gara-gara hujan lama nggak turun. Ada faktor lain yang ikut bikin sejumlah wilayah di kota ini langganan krisis air tiap musim kemarau datang.

Peneliti dari Yayasan Amerta Air Indonesia, Bagas Yusuf Kausan bilang, masalah kekeringan setidaknya dipengaruhi dua hal. Pertama faktor alam atau kondisi wilayah, kedua soal kebijakan, terutama terkait layanan air bersih.

“Jadi selain faktor ekologi juga dipengaruhi faktor politis. Nah, kedua faktor itu saling berhubungan,” kata Bagas, Kamis (2/7/2026). Ia menyoroti data BPBD Kota Semarang yang menyebut ada empat kelurahan di Kota Semarang paling rawan terdampak kekeringan pada 2026. Empat wilayah itu adalah Pudakpayung, Jabungan, Wonosari, dan Cepoko.

Baca juga: Kekeringan Mengintai: Kota dan Desa Sama-Sama Terancam

Kalau dilihat dari kondisi wilayahnya, empat daerah itu memang lebih rentan kekeringan. Soalnya, lokasinya ada di kawasan perbukitan atau dataran tinggi, bukan di wilayah Semarang bawah yang akses airnya biasanya lebih mudah.

Menurut Bagas, kondisi tanah, bentuk wilayah, sampai letak ketinggian daerah ikut berpengaruh. Itu sebabnya, saat kemarau panjang datang, wilayah-wilayah tersebut lebih gampang mengalami kekeringan.

Distribusi Air

Tapi menurut dia, masalahnya bukan cuma soal alam. Ada juga persoalan distribusi air bersih yang belum merata, terutama di daerah yang justru masuk kategori rawan kekeringan.

Bagas mencontohkan Cepoko di Kecamatan Gunungpati. Padahal di kawasan Gunungpati ada sumber air, reservoir, dan infrastruktur air milik PDAM, tapi jaringan air bersih ke Cepoko disebut masih minim. “Cepoko itu relatif sedikit atau bahkan enggak ada jaringan air PDAM-nya,” jelasnya.

Hal yang mirip, lanjut Bagas, juga terjadi di Wonosari, Kecamatan Ngaliyan. Wilayah itu sebenarnya tak terlalu jauh dari SPAM Semarang Barat, tapi layanan air perpipaan di sana masih sangat terbatas.

Baca juga: Langganan Bencana Kekeringan, Kini Jabungan Siapkan Strategi Baru Hadapi Kemarau

Karena itu, Bagas menilai ancaman kekeringan di Semarang tak bisa cuma dilihat sebagai dampak musim kemarau. Sebab, ada pekerjaan rumah lain yang belum selesai, yakni soal pemerataan layanan air bersih ke wilayah-wilayah yang memang rawan kekeringan. “Ini kan juga tentang PDAM mau atau enggak menyuplai air ke daerah sana,” tegasnya.

Setiap tahun kemarau selalu datang dan selalu disalahkan. Padahal, ketika pipa air belum juga sampai ke wilayah yang paling membutuhkan, persoalannya mungkin bukan lagi soal langit yang tak kunjung menurunkan hujan, melainkan soal bumi yang belum sepenuhnya dijangkau pelayanan. (bae)

You Might Also Like

Viral! Motor Bonceng Tiga Nekat Lawan Arah di Tol Batang, Ini Kata Jasa Marga

Krisis Memori Chip Diramal sampai 2030, Alamat Harga Gadget Makin Melambung

HUT ke-80, Puan Ingatkan TNI: Setia Sama Rakyat, Melek Teknologi

Calon Investor PSIS Menguap Lagi

Balikpapan Setop MBG saat Libur Sekolah, Daerah Lain Kapan Nyusul?

TAGGED:bnpbheadlinekekeringanpdampemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article WADUK MENGERING: Dampak kemarau panjang di Waduk Botok, Kedawung, Sragen, Jateng beberapa waktu lalu. (Foto: Ist) Siap-siap! BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Panjang, Jateng Terancam Krisis Air
Next Article Pemkot Gaungkan Gerakan Selamatkan Heritage Maritim

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Faktanya, Kupas Bawang 4 Karung, Yeyet Cuma Dapat Rp40 Ribu

Makam Bung Karno di Blitar Kini Bisa Diziarahi 24 Jam

6 Doa Tolak Bala Saat Bencana Mengintai

TPA Jatibarang Masuk Mode Siaga

Agustina Klaim Persiapan MTQ Nasional Sudah 80 Persen

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

DPRD Semarang Nggak Mau Kudet, Siap Gas ke Parlemen Digital!

Oktober 16, 2025
Daerah

ASN, Ingat Ya! Liburan Nggak Boleh Pakai Mobil Dinas

Desember 30, 2025
Anggota Komisi X DPR RI Mercy Chriesty Barends dalam Raker dengan Kemendikdasmen, Kamis (4/9/2025) di Senayan Jakarta. Foto: dok.
Pendidikan

Gaji Guru Cuma Rp200 Ribuan? DPR Desak Pemerintah Revisi Aturan BOS, Digitalisasi Sekolah Harus Merata!

September 5, 2025
Info

Bukan Cuma Kolesterol: CKG Kini Urus Scabies sampai Kusta

Februari 10, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ancaman Kekeringan di Semarang Bukan Cuma karena Kemarau
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?