Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Benarkah Petani Jateng Makin Sejahtera? NTP Juni 2026 Tembus 118,27
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Benarkah Petani Jateng Makin Sejahtera? NTP Juni 2026 Tembus 118,27

Di tengah berbagai tantangan musim kemarau, ada angin segar untuk petani Jateng. Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juni 2026 kembali naik. Artinya, harga hasil panen meningkat lebih cepat dibanding pengeluaran yang harus ditanggung petani, sehingga daya beli mereka ikut membaik.

T. Budianto
Last updated: Juli 1, 2026 6:37 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PANEN PADI: Seorang petani di Jateng memanen padi di sawah, beberapa waktu lalu. (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Kesejahteraan petani di Jateng menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jateng mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Juni 2026 naik menjadi 118,27, atau meningkat 0,75 persen dibandingkan Mei 2026 yang berada di angka 117,39.

Kepala BPS Jateng, Ali Said mengatakan, Jateng menjadi salah satu dari tiga provinsi di Pulau Jawa yang berhasil mencatatkan kenaikan NTP pada Juni 2026.

“Ada tiga provinsi di Pulau Jawa yang mengalami kenaikan NTP, yakni Jateng, Jabar, dan Banten. Sedangkan penurunan tertinggi terjadi di DI Yogyakarta,” ujar Ali dalam rilis Indikator Strategis Jawa Tengah melalui kanal YouTube resmi BPS, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, kenaikan tersebut menjadi sinyal membaiknya posisi ekonomi petani karena harga hasil pertanian naik lebih cepat dibanding biaya yang harus mereka keluarkan untuk kebutuhan produksi maupun konsumsi rumah tangga.

Baca juga: Anak Muda Ogah Jadi Petani? Ketua DPRD Jateng Bongkar Penyebabnya

NTP sendiri merupakan indikator yang mengukur tingkat kesejahteraan petani. Semakin tinggi nilainya, semakin besar pula kemampuan petani memenuhi kebutuhan hidup dari hasil usaha pertaniannya.

Ali menjelaskan, peningkatan NTP dipicu oleh naiknya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 1,25 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya meningkat 0,49 persen.

Adapun komoditas yang paling berkontribusi terhadap kenaikan harga hasil pertanian antara lain gabah, bawang merah, jagung, kubis, dan wortel. Di sisi lain, kenaikan biaya yang ditanggung petani dipengaruhi oleh meningkatnya harga sejumlah komoditas seperti bawang merah, buncis, bakalan sapi, dan bawang putih.

Tren Positif

Tak hanya sektor pertanian, BPS juga mencatat kinerja perdagangan luar negeri Jateng terus menunjukkan tren positif. Nilai ekspor Jateng pada Mei 2026 mencapai 1,298 miliar dolar AS, atau melonjak 33,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan tersebut terutama ditopang ekspor sektor nonmigas yang mencapai 1,175 miliar dolar AS, meningkat 22,85 persen secara tahunan.

Sementara itu, inflasi tahunan (year-on-year) Jateng pada Juni 2026 tercatat 2,92 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,64. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tegal sebesar 3,13 persen, sedangkan yang terendah berada di Kabupaten Wonosobo sebesar 2,76 persen.

Baca juga: Jateng Gaspol Regenerasi Petani

Untuk inflasi bulanan (month-to-month), Jateng mencatat angka 0,31 persen, sedangkan inflasi sejak awal tahun (year-to-date) mencapai 1,51 persen. Kenaikan NTP ini menjadi salah satu indikator positif bahwa sektor pertanian Jateng masih mampu bertahan dan memberikan kontribusi terhadap perbaikan ekonomi masyarakat pedesaan.

Naiknya Nilai Tukar Petani memang menjadi kabar baik. Namun angka statistik baru benar-benar bermakna jika senyum petani ikut bertambah lebar. Sebab, kesejahteraan tak cukup diukur dari grafik yang menanjak, tetapi dari hasil panen yang benar-benar mampu menghidupi mereka. (tebe)

You Might Also Like

Puasa Aja Belum, Pemprov Jateng Sudah Ancang-ancang Mudik Gratis

Pemprov Fasilitasi Balik ke Perantauan Gratis

Rawit Lagi “Pedas”, Pemprov Gelontor Tiga Ton ke 15 Daerah

THR 13 Ribu PPPK Paruh Waktu di Jateng Cair 13 Maret

Longsor Pemalang: Luthfi Pastikan Kebutuhan Warga Terdampak Terpenuhi

TAGGED:pemprov jatengpetani jatengswasembada pangan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Harta Karun 134 Tahun Pulang ke Semarang, Pemkot Siapkan Museum Maritim

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Benarkah Petani Jateng Makin Sejahtera? NTP Juni 2026 Tembus 118,27

Harta Karun 134 Tahun Pulang ke Semarang, Pemkot Siapkan Museum Maritim

Bidik Relokasi Industri Vietnam, Jateng Bersolek Perkuat Pelabuhan

Semarang Pulangkan Jejak Sejarahnya

Tembok Baru Mahesa Jenar! PSIS Resmi Boyong Andy Setyo

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Absen Fiktif, 3.000 ASN Brebes Siap-Siap Kena Sanksi

Mei 7, 2026
Ekonomi

Tol Jogja-Bawen Dikebut, Siap Bikin Waktu Tempuh Cuma Sejam!

Oktober 18, 2025
Daerah

BPKP Jateng Fokus Awasi Pengadaan Barang dan Jasa yang Rawan Korupsi

Juli 9, 2025
Info

Baru Diperbaiki, Sudah Retak Lagi: Tanggul Sungai Tuntang Bikin Deg-degan

Maret 27, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Benarkah Petani Jateng Makin Sejahtera? NTP Juni 2026 Tembus 118,27
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?