Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Wow! Biaya Pelatihan Calon Manajer KDMP Rp45 Juta per Orang, Paling Gede untuk Latsarmil
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Viral

Wow! Biaya Pelatihan Calon Manajer KDMP Rp45 Juta per Orang, Paling Gede untuk Latsarmil

Meski ada desakan dari berbagai pihak, Kemhan tak akan menghentikan pelatihan bagi calon manajer KDMP. Biaya pelatihan calon manajer KDMP capai Rp45 juta per orang.

R. Izra
Last updated: Juni 30, 2026 9:02 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
LATSARMIL - Calon manajer KDMP mengikuti latihan militer dasar.
LATSARMIL - Calon manajer KDMP mengikuti latihan militer dasar.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Anggaran biaya pelatihan bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) mencapai Rp45 juta per orang. Wow, gede banget ya.

Dari total biaya Rp45 juta per orang, pos anggaran terbesar adalah untuk program Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil). Untuk anggaran Latsarmil mencapai Rp30 juta per orang. Sisanya, Rp15 juta untuk pelatihan dan penguatan materi tentang koperasi dan manajemen.

Besarnya anggaran untuk pelatihan Latsarmil ini jadi sorotan publik. Tak terkecuali dari anggota DPR RI.

Bacaaja: Fakta Latsarmil KDMP: 5 Peserta Meninggal, 32 Hamil, 1 Bumil Melahirkan saat Pendidikan
Bacaaja: Setelah Kemhan Nyatakan Evaluasi Latsarmil Calon Manajer KDMP, Korban Meninggal Bertambah

“Total kebutuhan anggaran selama 45 hari mencapai sekitar Rp45 juta per orang. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp30 juta digunakan untuk pelaksanaan latihan militer, sedangkan Rp15 juta untuk pembelajaran substansi koperasi,” kata anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, Senin (29/6/2026).

Dengan jumlah peserta gelombang pertama mencapai 35.476 orang, Hasanuddin menilai penghapusan Latsarmil berpotensi menghemat anggaran negara hingga lebih dari Rp1 triliun.

Menurutnya, pelatihan militer bukan kebutuhan utama bagi calon manajer koperasi. Mereka justru lebih membutuhkan kemampuan mengelola organisasi, keuangan, pemasaran, hingga pemberdayaan masyarakat.

“Kita membutuhkan manajer koperasi yang memiliki kemampuan mengelola bisnis, memahami tata kelola keuangan, pemasaran, dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, pelatihan harus benar-benar relevan dengan kebutuhan pekerjaan mereka,” ujarnya.

Hasanuddin pun meminta pemerintah mengevaluasi desain pelatihan agar anggaran yang dikeluarkan lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan tugas para calon manajer koperasi.

Kemhan tak mau hentikan Latsarmil

Sorotan terhadap Latsarmil semakin menguat setelah lima peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) 2026 meninggal dunia di sejumlah satuan pendidikan TNI pada 17–26 Juni 2026.

Komisioner Komnas HAM, Pramono Ubaid Tantowi, menilai peristiwa tersebut harus menjadi perhatian serius karena peserta merupakan warga sipil yang tidak terbiasa menjalani latihan fisik dengan intensitas tinggi.

Menurutnya, negara tetap bertanggung jawab menjamin keselamatan peserta, meski mereka telah lolos pemeriksaan kesehatan dan mengikuti program secara sukarela.

Komnas HAM pun mengeluarkan enam rekomendasi, salah satunya meminta pemerintah menghentikan pembekalan berbentuk Latsarmil bagi calon manajer KDKMP dan KNMP. Selain itu, Komnas HAM juga mendesak adanya pemulihan hak korban dan keluarga, investigasi yang transparan, serta proses hukum terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab.

Desakan serupa datang dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Ketua Umum YLBHI, M. Isnur, menilai pendekatan militer tidak memiliki kaitan langsung dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk mengelola koperasi.

“Tidak ada hubungan antara profesionalisme mengelola koperasi dengan pelatihan militer,” tegasnya.

Sementara itu, Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) juga menilai kematian lima peserta merupakan tragedi yang harus diusut secara tuntas. PBHI menegaskan santunan kepada keluarga korban tidak cukup tanpa adanya pengungkapan fakta serta pertanggungjawaban hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab.

Meski banyak pihak meminta pelatihan ini disetop, Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyatakan Latsarmil untuk calon manajer KDMP akan tetap berjalan. Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan ada sejumlah penyesuaian materi pelatihan.

Kata dia, sejumlah materi yang bersifat taktis dan teknis militer, termasuk latihan menembak, resmi dihapus dari program. Ke depan, pembekalan akan difokuskan pada pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama, wawasan kebangsaan, serta kemampuan manajerial yang dinilai lebih relevan dengan tugas peserta sebagai calon pengelola koperasi.

Adapun gelombang pertama pembekalan dijadwalkan berlangsung hingga 31 Juli 2026 dan diikuti 35.476 peserta, yang terdiri atas 30 ribu calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih serta 5.476 calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih. (*)

You Might Also Like

Kejati Jateng Tegaskan Tak Geledah SPPG: Cuma Pendataan Aja

Mengerikan! Detik-detik Ojol Tewas Dilindas Mobil Lapis Baja Brimob, Pelaku Kabur ke Mako

Akhir Pencarian Syafiq Ali di Gunung Slamet, Survivor Pulang Tinggal Nama

Bidan Ngada Berjuang Terangi Persalinan Pakai HP

Natalan Sambil Ingat Bumi

TAGGED:biaya latsarmilcalon manajer kdmpheadlinekemhanlatsarmillatsarmil kdmppelatihan calon manajer
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Anak Muda Ogah Jadi Petani? Ketua DPRD Jateng Bongkar Penyebabnya
Next Article Inilah Alasan Orang Asing di Indonesia Dipanggil Bule

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

884 Puskesmas di Jateng Dapat Alat Diagnostik TBC

IKM Mau Go Green, Modal Awal Jadi Tantangan

Keracunan MBG Berulang, Gus Yasin Minta Daerah Bisa Suspend SPPG

Naik Argo Merbabu Serasa Time Travel, Livery Lawas Bawa Nuansa Kereta 1950-an

WNA Timor Leste Setahun Overstay, Ditangkap di Kampus Saat Mau Ujian

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Viral

Beringin Sakti Tak Mau Tumbang Tiba-Tiba Tegak Lagi, Warga Heboh Banget

April 14, 2026
Pendidikan

Siswa SMAN 6 Semarang Ikuti UKBI, Ukur Kemampuan Bahasa

Agustus 11, 2026
Pencipta lagu legendaris 'Darah Juang', John Tobing tutup usia di Yogyakarta.
Info

Selamat Jalan John Tobing! Pencipta Lagu ‘Darah Juang’ Tutup Usia di Jogja

Februari 26, 2026
Viral

Puntung Rokok Dalam Ompreng Bocah, Dapur MBG Langsung Disorot

Mei 7, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Wow! Biaya Pelatihan Calon Manajer KDMP Rp45 Juta per Orang, Paling Gede untuk Latsarmil
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?