BACAAJA, SEMARANG – Kesaksian Maharini Sri Nariswari, istri Gus Yazid terdakwa kasus pencucian uang BUMD Cilacap, bikin ruang sidang sempat hening.
Saat ditanya hakim soal siapa yang lebih mendapat loyalitas Gus Yazid, dirinya atau eks Pangdam IV/Diponegoro, Letjen TNI Widi Prasetijono, Maharini menjawab sambil menahan tangis.
Jawaban itu muncul dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (24/6/2026). Menurut Maharini, jika harus memilih, suaminya lebih setia kepada mantan Pangdam IV/Diponegoro tersebut.
Bacaaja: Kowad Cantik Diduga Dapat Jatah Alphard dari Letjen Widi, TPPU Korupsi BUMD Cilacap
Bacaaja: Widi Eks-Ajudan Jokowi Masih Bertaji? Jampidmil Belum Berani Hadirkan Mantan Pangdam ke Sidang
“Pak Widi,” jawab Maharini saat ditanya kuasa hukum terdakwa.
Hakim lalu menimpali, menggali lebih jauh. Ia menanyakan apakah setiap perintah dari Letjen Widi selalu dijalankan oleh Gus Yazid.
Namun Maharini mengatakan tidak semua permintaan Letjen Widi dituruti. Ada juga momen ketika suaminya memilih menolak.
“Pernah (menolak panggilan Widi). Pernah (suami saya) disuruh datang ke Pak Widi, terus nggak jadi datang pernah,” katanya.
Saat ditanya mana yang lebih sering, menuruti atau menolak perintah Letjen Widi, Maharini menyebut keduanya hampir berimbang.
“Seimbang, kadang datang kadang tidak,” ujarnya.
Maharini juga memberi kesaksian soal dakwaan aliran uang Rp20 miliar dari Letjen Widi yang diduga bersumber dari hasil TPPU korupsi.
Dia mengaku tidak pernah mengetahui adanya uang Rp20 miliar yang disebut dalam dakwaan jaksa.
Perkara yang menjerat Gus Yazid merupakan kasus dugaan TPPU yang dikembangkan dari perkara korupsi pembelian lahan sekitar 700 hektare oleh BUMD Kabupaten Cilacap.
Jaksa menduga uang hasil transaksi lahan yang diduga merugikan negara Rp237 miliar itu mengalir ke sejumlah pihak dan digunakan untuk berbagai transaksi lain. (bae)

