Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Pemkot Gaspol Bangun Ketahanan Pangan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Pemkot Gaspol Bangun Ketahanan Pangan

Punya stok makanan saja ternyata belum cukup. Bagi Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, yang tak kalah penting adalah memastikan setiap makanan yang sampai ke meja warga aman, sehat, terjangkau, dan berkualitas.

T. Budianto
Last updated: Juni 25, 2026 4:33 am
By T. Budianto
5 Min Read
Share
KEAMANAN PANGAN: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng memebrikan sambutan saat Peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia Tingkat Kota Semarang 2026 di Hall Balai Kota Semarang, Selasa (23/6/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menegaskan, ketahanan pangan bukan sekadar memastikan bahan makanan tersedia, tetapi juga menjamin pangan yang dikonsumsi masyarakat aman, sehat, berkualitas, dan mudah dijangkau.

Penegasan itu disampaikan Agustina saat menghadiri Peringatan Hari Keamanan Pangan Sedunia Tingkat Kota Semarang 2026 di Hall Balai Kota Semarang, Selasa (23/6/2026).

Mengusung tema “Optimalkan Kolaborasi, Kita Wujudkan Keamanan Pangan yang Tangguh Menuju Solusi Pangan Aman untuk Indonesia Sehat, Semarang Bersatu, Semarang Semakin Hebat”, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi berbagai pihak dalam membangun sistem pangan yang lebih tangguh.

“Bagi saya, ketahanan pangan bukan sekadar memastikan makanan tersedia. Ketahanan pangan adalah memastikan masyarakat memperoleh pangan yang aman, sehat, berkualitas, dan terjangkau setiap saat. Karena itu, isu pangan menjadi salah satu prioritas yang terus kami perkuat di Kota Semarang,” tegas Agustina.

Menurutnya, ketahanan pangan dan keamanan pangan merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Ketersediaan pangan yang melimpah tidak akan berarti jika kualitas dan keamanannya belum terjamin. Sebaliknya, pangan yang aman menjadi investasi jangka panjang untuk mencetak masyarakat yang sehat sekaligus meningkatkan daya saing daerah.

Baca juga: Harga Pangan di Semarang Merangkak Naik, Kata Wali Kota Masih Aman

Agustina juga mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas hingga masyarakat, untuk bersama-sama membangun budaya pangan aman.

Ia menilai tantangan di sektor pangan kini semakin kompleks. Mulai dari perubahan iklim, distribusi yang belum merata, fluktuasi harga, hingga ancaman cemaran pangan yang membutuhkan pengawasan berkelanjutan.

Sebagai bentuk komitmen, Pemkot Semarang terus memperkuat berbagai program seperti Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman (Pak Rahman), Kempling Semar, hingga layanan pengujian pangan keliling. Program-program tersebut dirancang untuk menjaga kualitas pangan sejak proses produksi hingga sampai ke tangan masyarakat.

“Ketahanan pangan harus dibangun dari hulu hingga hilir. Kita menjaga kualitas pangan, memperkuat pengawasan, memastikan distribusi berjalan lancar, sekaligus menjaga harga tetap stabil agar masyarakat tidak terbebani. Inilah bentuk kehadiran pemerintah dalam melindungi kebutuhan dasar warga,” ujarnya.

Pengendalian Inflasi

Selain menjaga pasokan dan kualitas pangan, berbagai program tersebut juga dinilai berkontribusi terhadap pengendalian inflasi daerah sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

Komitmen Kota Semarang dalam membangun sistem pangan yang aman juga mendapat pengakuan nasional. Pada 2025, Kota Semarang berhasil meraih Juara I Nasional Kota Pangan Aman, sebagai hasil kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, pasar rakyat, kader keamanan pangan, dan masyarakat.

“Penghargaan ini menunjukkan bahwa Kota Semarang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga serius membangun ketahanan pangan untuk melindungi kesehatan masyarakat dan masa depan generasi penerus,” kata Agustina.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Semarang juga menyerahkan Surat Keputusan penetapan Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat) di empat lokasi baru, yakni Bundaran Klipang, SMP Negeri 12 Semarang, SMP Negeri 22 Semarang, dan MAN 1 Kota Semarang.

Baca juga: “Pak Rahman”, Jurus Pemkot Jinakin Harga Pangan

Dengan penambahan itu, hingga Juni 2026 terdapat enam Zona KHAS yang mendukung terciptanya ekosistem pangan aman sekaligus memperkuat sektor ekonomi dan pariwisata.

Penguatan sistem pangan juga didukung keberadaan 34 Pasar Pak Rahman, Tim Internal Control System (ICS), 531 Kader Keamanan Waspada Pangan (Dermawan) di 177 kelurahan, serta 160 Dermawan di 32 pasar rakyat yang menjadi ujung tombak edukasi dan pengawasan keamanan pangan di tengah masyarakat.

Menutup sambutannya, Agustina menegaskan bahwa membangun ketahanan pangan bukan hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Ketahanan pangan adalah pondasi kesejahteraan. Ketika pangan aman, sehat, tersedia, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat, maka kita sedang membangun generasi yang lebih kuat dan masa depan Kota Semarang yang semakin hebat,” pungkasnya.

Perut kenyang memang penting. Tapi yang lebih penting, isi piring juga harus aman. Sebab ketahanan pangan bukan diukur dari banyaknya makanan yang tersedia, melainkan dari seberapa tenang masyarakat menyantapnya tanpa rasa khawatir. (tebe)

You Might Also Like

Bekasi Bukan Sekali Ade Koswara Saja, Lha ini Jejak Kepala Daerah Masuk Radar KPK

PLN Icon Plus Tingkatkan Kualitas Infrastruktur Jaringan melalui Improvement ADSS SUTT di Magelang

Motor Listrik BGN Diusulkan Jadi Hadiah Buat Guru Honorer Daerah

Sejumlah PLTU Jateng Masuk Daftar “Paling Bahaya”

WFH ASN Jateng Mulai “Diungkit”, yang Masih Rebahan Jumat Bisa Jadi Tinggal Kenangan

TAGGED:agustina wilujengheadlinekeamanan panganpemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jateng Bidik Lebih Banyak Wisatawan Datang dan Belanja
Next Article SAMPAIKAN KETERANGAN - Koordinator ARPI, Dani Eko Wiyono. memberi keterangan kepada wartawan, Rabu (24/6/2026). ARPI Sorot Status Karyawan SPPG: Itu Masuk Kategori Pekerja, Kenapa Disebut Relawan?

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SAKSI SIDANG--Kepala Desa Sidoluhur, Sudardi duduk di kursi roda saat bersaksi di sidang korupsi Bupati Pati, Sudewo, di Semarang, Senin (10/8/2026). (bae)

Sakit dan Pakai Kursi Roda, Kades dari Pati Tetap Bersaksi di Sidang Sudewo

TURNAMEN FREE FIRE--Pemain Free Fire sedang bertanding dalam Clash Squad 4V4 Tournament Warmindo Mayoritas, Sabtu (8/8/2026). (ist)

Kejutan Turnamen Free Fire di Warmindo Mayoritas, SU HIGH Naik Podium Juara

NYARIS BENTROK--Massa pro versus kontra Sudewo berhadap-hadapan di dekat pengadilan, Senin (10/8/2026). (bae)

Memanas! Massa Pro-Kontra Sudewo Berhadapan di Pengadilan Tipikor Semarang

HUT ke-81 RI di Lapas Purwodadi: Ada Darah yang Dibagi dan Lingkungan yang Dibersihkan

KELUARGA - Ilustrasi keluarga yang merawat anak sekaligus orang tua (lansia). (ist)

Pemerintah Siapkan Skema Bantuan Khusus untuk Keluarga yang Rawat Anak dan Lansia

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Bermula dari cekcok, anak di Pati tega bakar rumah orang tua.
Info

Tega! Anak Bakar Rumah Orang Tua di Pati, Cuma Gara-gara Hal Ini

Februari 5, 2026
Pendidikan

SPMB Belum Mulai, Ombudsman Sudah Cium “Bau” Ribetnya

Mei 15, 2026
Wagub Jateng, Gus Yasin menjelaskan modifikasi cuaca untuk wilayah rawan bencana, Jumat (16/1/2026). (ist)
Info

Pemprov Jateng Kerahkan Helikopter, ‘Geser Awan Hujan’ di Muria Raya

Januari 16, 2026
BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Hukum

KPK Tangkap Dua Kepala Daerah dari Partai Gerindra, Selain Bupati Pati Ada Wali Kota Madiun

Januari 19, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Pemkot Gaspol Bangun Ketahanan Pangan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?