Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: MinyaKita Bau Solar Bikin Heboh, Warga Klaten Ramai Minta Penggantian Serentak
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

MinyaKita Bau Solar Bikin Heboh, Warga Klaten Ramai Minta Penggantian Serentak

Keluhan pertama muncul dari warga Kecamatan Jogonalan. Namun setelah dilakukan pengecekan, Pemerintah Kabupaten Klaten menemukan kasus serupa juga terjadi di Kecamatan Wedi.

Nugroho P.
Last updated: Juni 23, 2026 9:26 pm
By Nugroho P.
2 Min Read
Share
ilustrasi minyakkita.
SHARE

BACAAJA, KLATEN – Bantuan minyak goreng MinyaKita yang dibagikan kepada warga di Kabupaten Klaten mendadak jadi perbincangan. Sejumlah keluarga penerima manfaat mengeluhkan aroma minyak yang disebut mirip solar sehingga memilih mengembalikannya untuk ditukar.

Keluhan pertama muncul dari warga Kecamatan Jogonalan. Namun setelah dilakukan pengecekan, Pemerintah Kabupaten Klaten menemukan kasus serupa juga terjadi di Kecamatan Wedi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Klaten, Iwan Kurniawan, mengatakan pihaknya langsung turun ke lapangan setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Dari hasil pengecekan, ternyata minyak goreng itu rusak atau tercemar. Kasusnya ditemukan di Kecamatan Wedi dan Jogonalan,” ujar Iwan.

Menurutnya, pengadaan dan distribusi minyak goreng bantuan tersebut merupakan kewenangan Bulog bersama pihak produsen. Karena itu, seluruh produk yang diduga bermasalah langsung ditarik dari masyarakat.

Data sementara menunjukkan ada sembilan desa di Kecamatan Wedi dan empat desa di Kecamatan Jogonalan yang menerima minyak dengan kondisi serupa. Saat ini proses penarikan sekaligus penggantian masih terus dilakukan.

Iwan memastikan seluruh keluarga penerima manfaat akan memperoleh minyak pengganti. Kebijakan itu berlaku baik untuk minyak yang masih utuh maupun yang sudah telanjur dipakai.

“Kalaupun sudah dipakai tetap diganti sesuai data penerima,” tegasnya.

Hingga kini penyebab pasti perubahan kualitas minyak masih belum diketahui. Pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah masalah berasal dari proses produksi atau terjadi pencemaran dalam distribusi.

Secara kasat mata, minyak yang dikeluhkan warga memang terlihat lebih keruh dibanding produk yang biasanya diterima. Namun penyebab kondisi tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium.

Sementara itu, Kepala Desa Sembung, Kecamatan Wedi, Sunarto, mengatakan proses penggantian sudah dimulai sejak akhir pekan lalu. Warga cukup membawa plastik kemasan bekas untuk mendapatkan minyak pengganti.

Di sisi lain, warga Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, mengaku baru pertama kali menerima minyak bantuan dengan aroma menyengat seperti solar atau minyak tanah. Pemerintah daerah pun memastikan seluruh minyak yang terindikasi bermasalah akan diganti agar bantuan pangan tetap aman digunakan oleh masyarakat. (*)

You Might Also Like

Tiga Tahun Hilang Kabar, Perempuan Bandung Muncul Terluka Parah

Apes, Ujung Telepon Bikin Tabungan Rp 1 Miliar Raib

Sawah Ngebut, Lumbung Aman: Jateng 2025 Tembus Target

Mau Libur Nataru Naik Kereta Eksekutif? KAI Lagi Kasih Diskon

Bus Pintar Nongkrong di Kota, Surakarta Gaspol Tingkatkan Budaya Literasi

TAGGED:bantuanbau solarklatenminyak kitasolar
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jejak Pelarian Taufik Mentok, Polisi Akhirnya Menangkapnya di Majalaya Bandung
Next Article Niat Uji Ilmu Kebal, Pelajar Malah Berakhir Luka Bacok Serius

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TAWURAN REMAJA--Polisi menunjukkan barang bukti senjata tajam yang digunakan remaja Semarang-Kendal tawuran di Jalan Arteri daerah Mangkang, Semarang. (ist)

Was-was Nggak Tuh, 17 Remaja Pelaku Tawuran Mangkang Diburu Polisi

Ilustrasi Polri sedang melakukan patroli siber.

Amnesty Sebut Penangkapan 2 Komentator Pidato Prabowo Langgar Putusan MK: Kriminalisasi Suara Rakyat

PELATIHAN DI INDIA--Dosen Unwahas, Kholfan Zubair Taqo Sidqi, berdiri di antara puluhan orang lain saat mengikuti pelatihan manajemen risiko bencana di India. (ist)

Dosen Unwahas Terbang ke India, Perdalam Ilmu Mitigasi Bencana

BAZAR DURIAN - Pembeli yang memadati lokasi Bazar sedang memilih durian untuk di beli. Kamis (6/8/2026). (dul)

Berburu Durian Murah-Berkualitas? Bazar Keliling di Ngaliyan Ini Kasih Garansi Seumur Hidup

Wagub Jateng, Gus Yasin menjelaskan modifikasi cuaca untuk wilayah rawan bencana, Jumat (16/1/2026). (ist)

Bullying Masih Jadi Persoalan Serius, Gus Yasin: PR Kita Bersama, Bukan Cuma Beban Sekolah

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Harkitnas 2026, Luthfi Ajak Masyarakat Perkuat Solidaritas Sosial

Mei 20, 2026
Hukum

OTT Cilacap: Uang Diduga Hasil Peras Rp610 Juta Disiapkan Jadi “THR Pejabat”

Maret 15, 2026
Sepak Bola

Beto Hattrick, Setengah Lusin Gol PSIS Banding 1 Gol Persipal

Maret 29, 2026
Hukum

Transfer Nyasar Rp20 M, Koper Misterius, dan Drama Lahan 700 Hektare

Desember 3, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: MinyaKita Bau Solar Bikin Heboh, Warga Klaten Ramai Minta Penggantian Serentak
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?