Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: 80 Juta Dolar buat Hak Siar Piala Dunia? DPR Minta TVRI Buka-bukaan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

80 Juta Dolar buat Hak Siar Piala Dunia? DPR Minta TVRI Buka-bukaan

Biaya hak siar Piala Dunia bikin alis naik. Di tengah pembahasan anggaran TVRI, Anggota Komisi VII DPR RI Andhika Satya Wasistho menyorot angka lisensi siaran yang disebut tembus 80 juta dolar AS.

T. Budianto
Last updated: Juni 28, 2026 11:33 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
Anggota Komisi VII DPR RI, Andhika Satya Wasistho. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA– Nonton Piala Dunia memang selalu ditunggu jutaan orang Indonesia. Tapi kali ini, yang jadi sorotan bukan aksi di lapangan, melainkan harga tiket masuknya ke layar kaca.

Anggota Komisi VII DPR RI, Andhika Satya Wasistho mempertanyakan biaya hak siar Piala Dunia yang disebut mencapai 80 juta dolar AS, angka yang dinilainya jauh lebih mahal dibanding sejumlah negara lain, termasuk Tiongkok.

Sorotan itu disampaikan Andhika dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI bersama LPP TVRI, LPP RRI, dan LKBN Antara terkait pembahasan RKA-KL dan RKP-KL Tahun Anggaran 2027 di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, belum lama ini.

Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah II tersebut mengaku baru menerima data mengenai besaran biaya lisensi hak siar Piala Dunia. Menurutnya, proses pengadaan hak siar selama ini terkesan minim transparansi sehingga perlu dijelaskan secara terbuka kepada DPR maupun publik.

Baca juga: Piala Dunia Ramai Ditonton Tapi Belum Mampu Dongkrak Ekonomi

“Kalau data ini benar, Indonesia membayar sekitar 80 juta dolar AS. Angka itu sangat jauh dibanding negara-negara lain,” ujarnya. Politikus Partai Golkar ini lantas membandingkan biaya yang dikeluarkan sejumlah negara di kawasan.

Thailand disebut hanya membayar sekitar 40 juta dolar AS, Malaysia sekitar 35 juta dolar AS, sementara Tiongkok yang memiliki jumlah penonton jauh lebih besar justru dikabarkan hanya mengeluarkan sekitar 60 juta dolar AS.

Perbandingan itu, menurutnya, memunculkan pertanyaan besar mengenai dasar penetapan nilai hak siar di Indonesia. “Kalau alasannya karena jumlah penonton Indonesia besar, lalu kenapa Tiongkok yang pasarnya jauh lebih besar justru membayar lebih murah?” katanya.

Akuntabilitas Anggaran

Ia menegaskan, persoalan tersebut bukan semata-mata soal nominal, melainkan juga menyangkut akuntabilitas penggunaan anggaran negara. Karena itu, TVRI diminta menjelaskan mekanisme dan perhitungan nilai kontrak agar tidak menimbulkan persepsi pemborosan.

“Jangan sampai nantinya ini terkesan seperti ada pemborosan, dan ke depan bisa jadi ada permasalahan terkait hal tersebut. Transparansi harus menjadi perhatian,” tegas Andhika.

Selain menyoroti hak siar Piala Dunia, Andhika juga mengingatkan bahwa TVRI sebagai lembaga penyiaran publik memiliki tanggung jawab yang berbeda dengan televisi komersial.

Tambahan anggaran yang diajukan diharapkan mampu memperkuat pelayanan publik melalui modernisasi pemancar, peningkatan kualitas jaringan, digitalisasi produksi, hingga penguatan siaran daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses televisi digital.

Baca juga: Piala Dunia Selalu Punya Cara Menyatukan Banyak Orang

Dalam kesempatan yang sama, ia juga mendorong TVRI meningkatkan kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Menurutnya, target PNBP sekitar Rp400 miliar masih belum sebanding dengan kebutuhan operasional lembaga penyiaran publik.

Andhika bahkan mengusulkan agar target tersebut dinaikkan menjadi sedikitnya Rp600 miliar, mengingat usulan anggaran TVRI mencapai sekitar Rp1,2 triliun.

Ia berharap TVRI terus berinovasi dan memperkuat kinerja sehingga mampu meningkatkan pendapatan tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai penyedia informasi publik yang berkualitas, merata, dan dapat diakses seluruh masyarakat Indonesia.

Di sepak bola, kemenangan ditentukan lewat gol. Tapi dalam urusan anggaran, yang dicari bukan skor tertinggi, melainkan alasan paling masuk akal. Sebab publik ingin menikmati Piala Dunia dengan bangga, bukan bertanya-tanya kenapa harga siarannya terasa lebih mahal daripada euforia yang dibawanya. (tebe)

You Might Also Like

Jelang Nataru, Wali Kota Turun ke Pasar: Harga Aman, Cabai yang Bikin Deg-degan

Gerindra Jateng: Soal Sudewo, Tunggu KPK

Sugiono Jadi Sekjen Gantikan Muzani, Berikut Susunan Pengurus Baru DPP Gerindra

Piala Dunia 2026: 17 Negara Sudah Lolos, Asia Bawa Dua Debutan

Aneh-Aneh Aja, Sandal Bukannya Isi Busa Malah Diisi Sabu

TAGGED:andhika satya wasisthoheadlinekomisi VII DPRofficial broadcastPiala Duniatvri
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Nilai Lolos Jalur Prestasi SMAN 3 Semarang Turun
Next Article 228 Ribu Siswa Lolos SPMB Jateng

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Wagub Jateng, Gus Yasin menjelaskan modifikasi cuaca untuk wilayah rawan bencana, Jumat (16/1/2026). (ist)

Bullying Masih Jadi Persoalan Serius, Gus Yasin: PR Kita Bersama, Bukan Cuma Beban Sekolah

UNGKAP KASUS--Polda Jateng mengungkap kasus tawuran remaja di Jalan Arteri Mangkang, Semarang. Satu dari empat tersangka dihadurikan saat konferensi pers di Mapolda, Jumat (7/8/2026). (ist)

Ngerinya Tawuran Geng Semarang vs Kendal Berujung Tersangka, Polisi Sita 9 Celurit

Samuel Wattimena: El Nino Bukan Buat Panik, Tapi Alarm Supaya Semua Bergerak Lebih Cepat

Masuk 25 Besar Desa BRILiaN, Getas Ditempa Lima Hari Bareng Undip dan BRI

KERJA SAMA--Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama Dubes Prancis, Fabien Penone dalam acara pembukaan pemeran di Lawang Sewu, Kamis (6/8/2026). (bae)

Peluang Penulis Lokal Semarang Berangkat ke Prancis, Pemkot Siapkan Program Residensi Sastra

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Jatim, roboh.
Info

Tragedi Al Khoziny Menguak Fakta: dari 42.433 Ponpes Cuma 50 yang Punya Izin Bangunan

Oktober 6, 2025
Pekerja media SM didampingi penasihat hukumnya dari LBH Semarang menilik berkas anjuran tripartit dari Disnaker Kota Semarang. (ist)
Info

Pekerja Media Suara Merdeka Kecewa, Tawaran Solusi Disnaker Dianggap Nggak Adil

April 17, 2026
Daerah

Pemkot Dorong Artefak Solo Pulang dari Belanda

Januari 27, 2026
Pendidikan

Wamendiktisaintek: Mahasiswa Jangan Cuma Jadi Penonton, Ikut Nyemplung di Riset Dosen!

Agustus 18, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 80 Juta Dolar buat Hak Siar Piala Dunia? DPR Minta TVRI Buka-bukaan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?