BACAAJA, KARANGANYAR – Perjalanan ambulans yang seharusnya menjadi harapan terakhir bagi Hadi Sukat (60), warga Desa Bulurejo, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, justru berubah menjadi kisah pilu. Lansia tersebut meninggal dunia setelah ambulans yang membawanya terjebak kemacetan akibat konvoi massa perguruan silat di kawasan simpang empat Gerdu, Minggu (21/6/2026) dini hari.
Korban awalnya hendak dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Karanganyar dalam kondisi kritis. Namun perjalanan yang semestinya berlangsung cepat terhambat karena arus kendaraan yang padat akibat iring-iringan konvoi.
Ditemukan Tergeletak di Dapur Rumah
Relawan ambulans, Agung, mengungkapkan bahwa dirinya mendapat kabar darurat dari keluarga korban pada dini hari. Saat tiba di rumah, Hadi ditemukan sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Korban disebut mengalami sesak napas hebat, tubuh dipenuhi keringat dingin, dan tergeletak di dapur rumah.
“Tergeletak di pawon (dapur) kondisi pun ngorok-ngorok, keringat ambrol,” ujar Agung, Senin (22/6/2026).
Mengetahui kondisi tersebut, Agung segera berupaya mencari ambulans untuk membawa korban mendapatkan pertolongan medis.
Ambulans Sempat Sulit Didapat
Upaya penyelamatan tidak langsung berjalan mulus. Saat Agung tiba di markas relawan, seluruh ambulans yang tersedia sedang bertugas menangani kejadian lain di wilayah Solo dan membantu penanganan kebakaran.
Beberapa saat kemudian, satu unit ambulans akhirnya kembali ke posko. Tanpa membuang waktu, Agung bersama sopir langsung menuju rumah korban.
Setelah Hadi berhasil dievakuasi, keluarga meminta agar pasien dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Karanganyar karena memiliki riwayat diabetes dan rutin menjalani pengobatan di rumah sakit tersebut.
Konvoi Kembali Menghambat Ambulans
Perjalanan menuju rumah sakit kembali mengalami hambatan. Ambulans yang telah menyalakan lampu rotator dan sirine harus melambat ketika memasuki kawasan simpang empat Karangpandan.
Di lokasi itu, jalan dipenuhi rombongan konvoi sehingga laju kendaraan darurat nyaris berhenti.
Melihat kondisi pasien semakin kritis, sopir ambulans akhirnya mengubah tujuan perjalanan menuju Puskesmas Karangpandan yang jaraknya lebih dekat.
Namun harapan itu tidak berbuah hasil.
“Sesampainya di puskesmas sudah meninggal dunia,” tutur Agung.
Puskesmas Benarkan Korban Tiba dalam Kondisi Meninggal
Kepala Puskesmas Karangpandan, Wahyu Purwadi Rahmat, membenarkan pihaknya menerima pasien yang dibawa menggunakan ambulans relawan.
Namun ketika tiba di Instalasi Gawat Darurat, korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
“Informasi dari yang di UGD, datang sudah keadaan meninggal dunia,” kata Wahyu.
Relawan Sayangkan Minimnya Prioritas untuk Ambulans
Peristiwa tersebut memunculkan keprihatinan dari kalangan relawan ambulans di Karanganyar.
Anggota Paguyuban Ambulans Kabupaten Karanganyar, Setiawan, menilai kendaraan darurat seharusnya mendapat ruang untuk melintas karena membawa pasien dalam kondisi mengancam nyawa.
Menurutnya, sejak awal perjalanan lampu rotator dan sirine telah dinyalakan sebagai tanda keadaan darurat.
“Suara sirine sudah meraung-raung dengan keras seharusnya bisa dikondisikan. Ambulans sebagai kendaraan prioritas harus diberi jalan,” ujarnya.
Polisi Siapkan Evaluasi Menyeluruh
Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti mengatakan kepolisian sebelumnya telah melakukan koordinasi bersama panitia dan pengamanan internal perguruan silat sebelum kegiatan berlangsung.
Sebanyak sekitar 750 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan jalannya acara, termasuk melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik.
Meski demikian, ribuan peserta tetap melakukan konvoi di sepanjang Jalan Raya Solo–Tawangmangu sehingga menimbulkan kepadatan lalu lintas.
Kapolres menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan evaluasi menyeluruh akan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami mengucapkan belasungkawa kepada keluarga Hadi Sukat atas kejadian kemarin. Kita juga akan melaksanakan beberapa evaluasi,” kata Arman.
Ia juga mengingatkan seluruh pengguna jalan agar selalu memberikan prioritas kepada ambulans yang sedang menjalankan tugas.
“Hendaknya setiap pengguna jalan atau siapa pun yang menggunakan jalan umum ketika melihat ambulans memberikan prioritas karena itu dalam keadaan darurat,” tegasnya. (*)

