Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Tongkrongan Mahasiswa sampai Ojol, Lapak Baca Gratis di Taman Ngaliyan Curi Perhatian
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Tongkrongan Mahasiswa sampai Ojol, Lapak Baca Gratis di Taman Ngaliyan Curi Perhatian

Penggagas Lapak Baca Gratis berharap taman tak hanya jadi tempat nyantai, tapi juga ruang belajar yang terbuka untuk berbagai kalangan.

R. Izra
Last updated: Juni 21, 2026 7:27 pm
By R. Izra
5 Min Read
Share
BACA BUKU GRATIS - Dari mahasiswa, ojol, hingga karyawan swasta menjadikan Lapak Baca Gratis di Taman Ngaliyan, Semarang, sebagai tongkrongan 'penuh gizi'. Di Taman Baca Gratis, pengunjung bisa menikmati ragam bacaan, mulai dari buku-buku filsata, novel, hingga komik. (dul)
BACA BUKU GRATIS - Dari mahasiswa, ojol, hingga karyawan swasta menjadikan Lapak Baca Gratis di Taman Ngaliyan, Semarang, sebagai tongkrongan 'penuh gizi'. Di Taman Baca Gratis, pengunjung bisa menikmati ragam bacaan, mulai dari buku-buku filsata, novel, hingga komik. (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Di tengah ramainya warga yang berolahraga, nongkrong, atau sekadar melepas penat di Taman Ngaliyan, Kota Semarang, sekelompok anak muda menghadirkan sesuatu yang berbeda. Bukan konser, bazar, atau hiburan lainnya, melainkan lapak baca gratis yang bisa dinikmati siapa saja tanpa keluar uang sepeser pun.

Setiap akhir pekan, deretan buku berbagai genre tertata sederhana di sudut taman. Siapa pun boleh datang, membaca, berdiskusi, atau sekadar membuka lembar demi lembar buku yang tersedia.

Menariknya, gerakan ini berawal dari keresahan sederhana. Buku-buku pribadi yang selama ini hanya menumpuk di rumah dianggap sayang jika tidak dimanfaatkan lebih luas.

Bacaaja: 10 Spot Buku Paling Asik di Jogja, dari Kafe Kekinian sampai Perpustakaan Megah
Bacaaja: Gramedia Jalma Semarang: Toko Buku Kayak Tempat Healing, Ada Playground dan Kafe

Penggagas Lapak Baca Gratis, Garry Satrio Nusuwantoro, mahasiswa Program Studi Al-Qur’an dan Tafsir UIN Walisongo Semarang, mengatakan ide tersebut lahir dari obrolan sederhana bersama pasangannya.

“Awalnya saya dan pasangan berpikir, daripada buku-buku ini hanya tersimpan di rumah, kenapa tidak dibagikan untuk dibaca bersama. Akhirnya kami memilih Taman Ngaliyan karena dekat dengan tempat tinggal dan cukup ramai dikunjungi masyarakat,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).

Menurut Garry, Taman Ngaliyan menjadi lokasi yang pas karena setiap hari didatangi berbagai kalangan. Mulai dari anak muda, keluarga, mahasiswa, hingga pengemudi ojek online yang beristirahat di sela pekerjaan.

Dari situlah muncul harapan agar taman tidak hanya menjadi tempat bersantai, tetapi juga ruang belajar yang terbuka untuk semua.

“Kalau ada yang datang ke taman lalu tertarik membaca buku, itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami. Setidaknya ada ruang baru yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk belajar dan berdiskusi,” katanya.

Meski baru berjalan beberapa pekan, respons masyarakat ternyata cukup positif. Koleksi buku yang awalnya hanya berasal dari rak pribadi kini terus bertambah berkat sumbangan dari mahasiswa, organisasi kampus, hingga komunitas literasi.

Sediakan beragam bacaan: dari filsafat hingga komik

Pilihan bukunya juga beragam. Mulai dari buku keagamaan, filsafat, tasawuf, politik, novel, komik, hingga bacaan anak-anak. Semuanya bisa dibaca gratis oleh pengunjung.

Menariknya lagi, lapak baca ini perlahan berkembang menjadi ruang diskusi terbuka. Tak jarang pengunjung terlibat obrolan santai, berbagi pandangan, hingga membedah isi buku bersama.

Salah satu pengunjung, Ahmad Rofiul Khoir, mahasiswa Sosiologi di salah satu perguruan tinggi di Semarang, menilai kehadiran lapak baca menjadi angin segar di tengah minimnya ruang literasi yang mudah diakses masyarakat.

Menurutnya, keberadaan buku di ruang publik bisa memberikan contoh positif, terutama bagi anak-anak yang sedang berada dalam masa belajar dan meniru lingkungan sekitar.

“Anak-anak itu berada pada fase meniru. Ketika mereka datang ke taman dan melihat orang membaca buku, itu bisa menjadi contoh yang baik. Kehadiran lapak baca seperti ini dapat memancing rasa ingin tahu dan kecintaan mereka terhadap ilmu pengetahuan,” ungkapnya.

Rofiul mengaku sudah beberapa kali mampir ke lapak tersebut. Ia tertarik melihat semangat para penggagas yang secara sukarela membuka akses pengetahuan untuk masyarakat luas.

Baginya, gerakan sederhana seperti ini bisa menjadi langkah kecil yang berdampak besar dalam membangun budaya literasi.

“Semoga lapak baca seperti ini terus tumbuh dan berkembang. Tidak hanya di Taman Ngaliyan, tetapi juga hadir di taman-taman lain, bahkan sampai ke desa-desa, sehingga masyarakat bisa mengakses ilmu pengetahuan secara gratis,” katanya.

Ke depan, pengelola berencana menambah berbagai kegiatan kreatif, termasuk aktivitas edukatif untuk anak-anak. Namun, keterbatasan biaya masih menjadi tantangan karena seluruh kegiatan sejauh ini berjalan secara mandiri tanpa dukungan pendanaan tetap.

Meski begitu, semangat mereka tak surut. Garry bahkan punya mimpi besar yang menurutnya bisa dimulai dari langkah-langkah sederhana seperti hari ini.

“Kalau pemerintah punya target jutaan lapangan pekerjaan, saya punya mimpi sederhana, ada jutaan lapak baca yang tumbuh di berbagai daerah. Karena dari membaca, perubahan besar bisa dimulai,” tuturnya. (dul)

You Might Also Like

Investor Australia Siapkan Investasi 350 Juta Dollar AS di Batang

Warga Kalap Borong Keramik di Bazar Sango: Mumpung Murah!

Lapangan Krobokan Semarang Becek dan Gak Keurus, Warga: Bikin Kami Khawatir

Perang Jenderal di Pusaran Korupsi BUMD Cilacap, Dibongkar Istri Eks-Pangdam di Sidang

Fakta Jatuhnya Pesawat India Air; Pilot Matikan Saklar Bahan Bakar

TAGGED:Garry Satrio Nusuwantoroheadlinelapak baca gratisSemarangtaman ngaliyan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SEKOLAH PARALEGAL--Perwalilan buruh dari berbagai serikat mengikuti launching Sekolah Paralegal di Kota Lama Semarang, Sabtu (20/6/2026). (ist) PHK Kian Marak, Buruh Jateng Bikin Sekolah Paralegal untuk Perjuangkan Hak
Next Article Semarang Masuk Smart City ASEAN, Agustina: Jangan Kebanyakan Aplikasi, Warga Malah Bingung

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sekolah Rakyat Disiapkan Jadi Jalan Keluar Kemiskinan

Rektor SCU Soroti Dana MBG: Jangan Sampai Besar Anggaran, Kecil Dampaknya

JALANI SIDANG--Dua terdakwa kasus pencucian uang, Gus Yazid dan Andhi Nur Huda menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (5/8/2026). (bae)

Dituntut 6 Tahun Penjara, Gus Yazid Minta Dibebaskan dari Kasus Pencucian Uang Libatkan Letjen Widi

BERBINCANG SANTAI - Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo berbincang santai bersama BacaAja di depan kandang ayam miliknya. (dul)

Cara Unik Politikus PDIP Semarang Rawat Konstituen, Pelihara Ratusan Ekor Ayam

DEPORTASI WNA--WNA China pelaku love scamming yang sempat diamankan Imigrasi Semarang, akhirnya dideportasi ke negaranya. (ist)

Empat WN China Sindikat Love Scamming Dideportasi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi aksi demonstrasi.
Politik

Demo di DPR: Peserta Puluhan Orang, Pasukan Pengamanan yang Disiapkan 1.250 Personel

Agustus 25, 2025
Sepak Bola

Gelandang Langganan Timnas Merapat

Juni 15, 2026
Ekonomi

Duo Hartono Masih yang Tertajir

Desember 27, 2025
Viral

Ribut Video Rasis Sunda, Warganet Desak Polisi Gerak Cepat

Desember 12, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Tongkrongan Mahasiswa sampai Ojol, Lapak Baca Gratis di Taman Ngaliyan Curi Perhatian
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?