Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Usai Jaga, Dokter Muda Undip Ikut Demo di Semarang: Harga Obat Naik saat Rupiah Lemah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Usai Jaga, Dokter Muda Undip Ikut Demo di Semarang: Harga Obat Naik saat Rupiah Lemah

Namanya Caraka Adhika, seorang dokter muda atau koas dari FK Undip. Ia secara sadar turun ke jalan menyuarakan keresahan masyarakat.

R. Izra
Last updated: Juni 17, 2026 8:57 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
MAHASISWA MENGGUGAT - Mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Semarang menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Jateng, menuntut evaluasi total dan penghentian program MBG, Rabu (17/6/2026). (dul)
MAHASISWA MENGGUGAT - Mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Semarang menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Jateng, menuntut evaluasi total dan penghentian program MBG, Rabu (17/6/2026). (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Di tengah ratusan mahasiswa yang menggelar aksi demonstrasi di depan DPRD Jawa Tengah, ada satu sosok yang cukup mencuri perhatian.

Namanya Caraka Adhika, seorang dokter muda atau koas dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip). Di sela kesibukannya menjalani pendidikan klinik, ia memilih ikut turun ke jalan untuk menyuarakan keresahan yang menurutnya juga dirasakan banyak anak muda.

Caraka mengaku ada beberapa isu yang membuatnya memutuskan ikut bergabung dalam aksi tersebut. Salah satunya terkait semakin terbukanya peluang aparat aktif menduduki jabatan sipil.

Bacaaja: Kunci Rupiah Mau Bangkit? Guru Besar Undip Bilang MBG dan KDMP Harus Dievaluasi
Bacaaja: PMII Semarang Turun Jalan Soroti MBG, Isyaratkan Gelombang Demo Belum Selesai

Menurutnya, kondisi itu perlu menjadi perhatian karena dikhawatirkan bisa mengarah pada praktik yang pernah terjadi di masa lalu.

“Kekhawatiran saya adalah ketika aparat menduduki jabatan-jabatan sipil. Takutnya kembali seperti masa dwifungsi ABRI,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).

Selain soal demokrasi dan tata kelola pemerintahan, Caraka juga ngungkapin kekhawatirannya terhadap kondisi ekonomi yang menurutnya punya dampak langsung ke sektor kesehatan.

Ia menyoroti melemahnya nilai tukar rupiah yang bisa berimbas pada harga obat-obatan di Indonesia.

Pasalnya, hingga saat ini industri farmasi nasional masih cukup bergantung pada bahan baku impor dari luar negeri.

“Kalau rupiah melemah, harga obat juga ikut naik. Karena banyak obat di Indonesia yang masih bergantung pada impor,” katanya.

Bagi Caraka, persoalan ekonomi bukan sekadar angka-angka yang muncul dalam laporan pemerintah. Dampaknya bisa langsung terasa di ruang pelayanan kesehatan dan akhirnya dirasakan pasien.

Sebagai dokter muda yang sedang menjalani pendidikan profesi, Caraka mengaku memang tidak berada di posisi yang bisa menentukan arah kebijakan ekonomi nasional.

Namun ia menilai penggunaan anggaran negara harus benar-benar diperhitungkan agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dalam praktik sehari-hari, kata dia, tenaga kesehatan sering kali harus mencari pilihan pengobatan yang tetap efektif tetapi lebih terjangkau bagi pasien.

Salah satunya dengan memanfaatkan obat generik yang kualitas dan manfaatnya setara, namun memiliki harga yang lebih ramah di kantong.

Menurut Caraka, langkah-langkah seperti itu sering dilakukan agar masyarakat tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan tanpa terbebani biaya yang terlalu tinggi.

Caraka juga menepis anggapan bahwa dirinya ikut aksi hanya karena ajakan teman atau organisasi tertentu.

Ia menegaskan keputusan turun ke jalan lahir dari kesadaran pribadi sebagai warga negara yang merasa perlu ikut menyampaikan pendapat.

“Bukan karena diajak. Saya memang merasa perlu ikut menyampaikan keresahan sebagai warga negara,” ujarnya.

Kehadiran Caraka menunjukkan bahwa kritik terhadap berbagai kebijakan publik nggak cuma datang dari aktivis mahasiswa atau organisasi kemahasiswaan.

Di tengah aksi yang berlangsung, suara serupa juga muncul dari kalangan calon profesional muda yang nantinya akan terjun langsung melayani masyarakat, termasuk di sektor kesehatan. (dul)

You Might Also Like

Biar Natal Makin Hangat, Rumah Dandani Santai Seperti Ini Aja

Ngontrak “Gratisan” di Basement Rumah Orang, Pria Ini Kena Denda Rp1,2 Miliar

Cap Go Meh di Semarang: Bukan Sekadar Barongsai, Tapi Panggung Harmoni Warga Jateng

6 Makanan Rendah Kalori tapi Bikin Kenyang Lebih Lama

Gampang Banget! Rahasia Kulit Lumpia Lentur Anti Robek, Cuma Butuh 4 Bahan

TAGGED:demodokter koasdokter mudadprd jatengfk undipkantor gubernuran
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article BERI PENJELASAN - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memberi penjalasan kepada wartawan. (ist) BOP RT Rp25 Juta Segera Cair, Wali Kota Semarang Pastikan Penggunaannya Dikawal Ketat

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

MAHASISWA MENGGUGAT - Mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Semarang menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Jateng, menuntut evaluasi total dan penghentian program MBG, Rabu (17/6/2026). (dul)

Usai Jaga, Dokter Muda Undip Ikut Demo di Semarang: Harga Obat Naik saat Rupiah Lemah

BERI PENJELASAN - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memberi penjalasan kepada wartawan. (ist)

BOP RT Rp25 Juta Segera Cair, Wali Kota Semarang Pastikan Penggunaannya Dikawal Ketat

MAHASISWA MENGGUGAT - Mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Semarang berjalan kaki menuju gedung DPRD Jateng, menuntut evaluasi total dan penghentian program MBG, Rabu (17/6/2026). (dul)

Tak Ada Pejabat Temui Massa Aksi, PMII Semarang: Mengecewakan! Kami Datang Bawa Kajian

MENCERDASKAN ANAK BANGSA - Ilustrasi guru honorer sedang mengajar siswa. Meski mereka berjuang sekuat tenaga mencerdaskan anak bangsa, nasib mereka acap kali terbaikan oleh kebijakan.

Anggaran Lagi Diketatkan, Saleh Minta Nasib 1.814 Guru Honorer Jangan Diabaikan

MENGGUGAT MBG - Mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Semarang menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Jateng, menuntut evaluasi total dan penghentian program MBG, Rabu (17/6/2026). (dul)

PMII Semarang Turun Jalan Soroti MBG, Isyaratkan Gelombang Demo Belum Selesai

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Suasana Sidang Umum PBB yang kosong karena ditinggal para diplomat daru negara peserta saat PM Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato
Unik

Netanyahu Serang Balik, Prabowo Tegas Soal Palestina: Dunia Beri “Cold Shoulder” ke Israel di PBB

September 27, 2025
Unik

Bicara Lewat Kopi, Kafe Unik di Kendal Ini Digawangi Barista Tunarungu

Agustus 16, 2025
Viral

Beringin Sakti Tak Mau Tumbang Tiba-Tiba Tegak Lagi, Warga Heboh Banget

April 14, 2026
Gambar udara lokasi tambang di kawasan Raja Ampat.
Unik

Anak Buah Bahlil Klaim Tambang Nikel Raja Ampat Tak Bermasalah, Bupati Justru Mengeluh Tak Punya Kuasa

Juni 8, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Usai Jaga, Dokter Muda Undip Ikut Demo di Semarang: Harga Obat Naik saat Rupiah Lemah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?