Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bukan Cuma Ngaji, Santri Juga Harus Kuat Mental
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Bukan Cuma Ngaji, Santri Juga Harus Kuat Mental

Di era media sosial dan kehidupan serba cepat, tantangan yang dihadapi santri ternyata bukan hanya soal pelajaran dan hafalan. Tekanan psikologis, perundungan, hingga kekerasan menjadi persoalan yang mulai mendapat perhatian serius.

T. Budianto
Last updated: Juni 16, 2026 4:48 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
JADI NARASUMBER: Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jateng, Nawal Arafah Yasin menjadi narasumber kegiatan Pesantren Ramah Perempuan dan Anak (Penak) di Pondok Pesantren Al Mubarok, Kabupaten Wonosobo, Senin (15/6/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, WONOSOBO– Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jateng, Nawal Arafah Yasin menegaskan, pentingnya edukasi kesehatan mental bagi santri sebagai langkah mencegah kasus bullying, kekerasan, dan berbagai persoalan psikologis di lingkungan pesantren.

Pesan tersebut disampaikan Nawal saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pesantren Ramah Perempuan dan Anak (Penak) bertema “Membangun Kesadaran Kesehatan Mental dan Santri Konselor Sebaya di Pesantren” yang digelar di Pondok Pesantren Al Mubarok, Kabupaten Wonosobo, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, kesehatan mental menjadi isu yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata, terutama bagi kalangan remaja yang hidup di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang begitu cepat.

Baca juga: Nawal Yasin Dorong Muslimat NU Terus Bersinergi Bangun Jateng

“Kesehatan mental ini menjadi salah satu isu yang terus kita berikan penguatan,” kata Nawal. Penulis buku Pesantren Anti Bullying dan Kekerasan Seksual itu menjelaskan bahwa edukasi kesehatan mental tidak hanya akan dilakukan di lingkungan pesantren, tetapi juga diperluas ke sekolah-sekolah melalui berbagai program pembinaan siswa.

“Bukan hanya di pesantren, tapi juga nanti di beberapa sekolah, kami akan mengadakan edukasi kesehatan mental ketika masa orientasi siswa,” ujarnya.

Menurut Nawal, generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. Kemudahan teknologi yang membuat segala sesuatu bisa didapat secara instan berpotensi memengaruhi daya tahan mental dan kemampuan menghadapi tekanan hidup.

Karena itu, penguatan resiliensi emosional dianggap penting agar generasi muda tidak mudah rapuh ketika menghadapi masalah. “Jadi harapannya dalam situasi di mana Gen Z yang apa-apa serba instan, untuk resiliensi emosinya ini perlu ada penguatan-penguatan dan pembinaan,” jelasnya.

Kasus Perundungan

Dalam kesempatan tersebut, Nawal juga menyoroti masih adanya kasus kekerasan dan perundungan di lingkungan pesantren. Berdasarkan data Kantor Wilayah Kementerian Agama Jateng, tercatat terdapat 30 kasus kekerasan di pesantren sepanjang periode 2019 hingga 2025. Data itu menjadi alarm bahwa lingkungan pendidikan berbasis keagamaan pun tetap membutuhkan sistem perlindungan yang kuat bagi para santri.

Sebagai langkah pencegahan, sesuai arahan Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi dan Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen, BKOW mendorong pembentukan satuan tugas (Satgas) anti-bullying dan anti-kekerasan di seluruh pesantren di Jateng.

Langkah itu dinilai penting mengingat Jateng memiliki sekitar 5.451 pesantren dengan jumlah santri mencapai lebih dari 535 ribu orang. Menurut Nawal, keberadaan satgas dapat menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang santri secara optimal.

Baca juga: 5.400 Pesantren di Jateng Bakal Punya “Tim Jaga”

Salah satu peserta kegiatan, Dinara Kholidya Safina, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru mengenai kesehatan mental dan batasan-batasan perilaku yang termasuk kategori bullying.

“Dari seminar ini, saya bisa mengetahui lebih luas, mana bullying atau tidak, mengetahui mana-mana saja batasan bullying, dan menambah wawasan luas juga tentang pesantren ramah perempuan dan anak,” ungkapnya.

Melalui program edukasi dan pembentukan satgas tersebut, diharapkan pesantren tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu agama, tetapi juga ruang aman bagi santri untuk tumbuh sehat secara mental, emosional, dan sosial.

Dulu banyak orang berpikir luka yang paling berbahaya bagi santri adalah yang terlihat di tubuh. Padahal zaman sekarang, luka yang tidak tampak justru sering lebih sulit disembuhkan. Sebab pagar pesantren bisa menjaga santri dari dunia luar, tetapi tanpa kepedulian terhadap kesehatan mental, belum tentu mampu melindungi mereka dari luka yang tumbuh di dalam dirinya sendiri. (tebe)

You Might Also Like

TMMD di Wates, Bikin Gotong Royong Naik Level

Semarang Kota Beragam, Agustina: “Toleransi Jangan Berhenti di Spanduk!”

Daftar 7 Bupati/Wali Kota Hasil Pilkada 2024 yang Terjaring OTT KPK, Dua dari Jateng

Solo Gaspol Health Tourism! Respati Pastikan Proses Take Over RS KEI Tanpa Drama

Cerita Vanisa Sritex: 19 Tahun Mengabdi, Kini Terpaksa Hidup Serabutan

TAGGED:bkow jatengnawal yasinpondok pesantrensantri
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Budiman Cs Didatangi Mahasiswa, Forum Diskusi Berubah Jadi Adu Argumen
Next Article Megawati: Kalau Masih Ada Perundungan, Pancasila Belum Hidup di Hati Kita

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Raffi Ahmad dan Willie Salim berfoto bersama di sela menghadiri acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Rabu, 29 Oktober 2026.

Raffi Ahmad Kena Cancel Culture, Musisi hingga UMKM Ramai-ramai Boikot RANS Carnival

Kuliner legendaris Ayam Goreng Suharti.

Sejarah Kuliner Ayam Goreng Suharti: Dipisahkan Perceraian, Disatukan Keturunan

RUMAH MAKAN: Rumah makan legendaris Ayam Goreng Suharti di Krapyak, Kota Semarang. (ist)

Kabar Duka, Pendiri Ayam Goreng Suharti Meninggal Dunia pada Usia 86 Tahun

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jawa Tengah, Nadi Santoso, saat ditemui di kantornya, Kamis (29/10/2026). (dul)

Perangkat Desa Harus Mengundurkan Diri setelah Ditetapkan sebagai Calon Kades

ILUSTRASI: Kereta api sedang melaju di wilayah Daop 4 Semarang. (ist)

Cara Batalkan Tiket Kereta Api via Aplikasi Tanpa Harus ke Stasium

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Vasektomi Jadi ‘Shortcut’ Papa Muda Semarang: Nggak Ribet, Dapat Cuan Jutaan

November 19, 2025
Hukum

Ampun… Pemuda Lecehkan Wanita Usia 90 Tahun

Juli 17, 2026
Ekonomi

Bapenda Jateng: Stiker Penunggak Pajak Bukan Kebijakan Pemprov

Juli 18, 2026
Pendidikan

KDM: Lebih Baik jadi Akang tapi Menyenangkan daripada jadi Bapak Kerjanya Naikin Pajak

Oktober 14, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bukan Cuma Ngaji, Santri Juga Harus Kuat Mental
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?