BACAAJA, SEMARANG- Ada wajah baru di kawasan Pasar Johar. Pemkot Semarang resmi membuka New PM atau New Pasar Maling sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali denyut perdagangan di salah satu ikon kota tersebut.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bahkan punya target yang cukup ambisius. Menurutnya, Pasar Johar tidak boleh hanya menjadi tempat jual beli, tetapi juga harus berkembang menjadi ruang aktivitas masyarakat yang lebih berwarna.
Saat meninjau langsung kawasan New PM, Senin (15/6/2026), Agustina berharap kehadiran area baru tersebut bisa menghadirkan lebih banyak pedagang sekaligus menarik keramaian pengunjung.
“Ya mudah-mudahan menjadi tambahan pedagang dan keramaian. Saya ingin Pasar Johar ramai dengan berbagai macam kegiatan yang tidak hanya berjualan, tetapi juga ada kegiatan seni, olahraga, dan lain-lain,” ujarnya.
Menurut Agustina, tantangan pasar tradisional saat ini jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Kehadiran marketplace dan platform belanja online membuat banyak pedagang maupun pembeli beralih ke dunia digital.
Baca juga: Cek Harga, Dirut Bulog Blusukan ke Pasar Johar
Karena itu, pasar konvensional harus berani berubah agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini. “Sekarang zamannya online. Banyak yang meninggalkan Pasar Johar karena berjualan secara online. Karena itu pasar harus menyesuaikan dengan kebutuhan pelanggan,” katanya.
Tak sekadar mengisi lapak dagang, Agustina melihat New PM punya potensi menjadi ruang kreatif yang multifungsi. Area tersebut bisa digunakan untuk pelatihan UMKM, kegiatan seni budaya, hingga menjadi etalase produk-produk lokal Kota Semarang.
Bahkan, area kosong di bagian atas bangunan sudah masuk dalam rencana pengembangan. Nantinya lokasi tersebut akan menjadi etalase bergilir bagi produk UMKM yang diperbarui secara berkala.
“Yang kosong di ujung sana akan saya jadikan etalase berkala. Bisa gantian setiap minggu. Teman-teman pedagang di sini juga bisa ikut. Pelatihan juga bisa dilakukan di sini, jadi tidak perlu ke hotel,” jelasnya.
Format Terbaik
Tak berhenti di situ, Pemkot Semarang juga tengah mencari format terbaik untuk menghadirkan sentra kuliner khas Semarang dalam satu kawasan terpadu di Pasar Johar.
“Mungkin bisa jadi kumpulan makanan khas Kota Semarang jadi satu. Ini sedang dicari formatnya. Karena pasar itu harus menyesuaikan dengan keinginan pelanggan,” tambah Agustina.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva mengatakan, respons pedagang terhadap New PM cukup menggembirakan. Hingga saat ini sudah ada 912 pedagang yang mendaftar untuk menempati lapak yang tersedia.
Menurutnya, konsep New PM tetap mempertahankan identitas legendaris Pasar Maling yang selama puluhan tahun melekat di ingatan warga Semarang, namun dengan tampilan yang lebih modern dan tertata.
“New PM itu Pasar Maling model baru. Jadi identitasnya tetap ada, hanya dikembangkan menjadi lebih baik,” ujarnya. Saat ini tingkat keterisian lapak sudah menembus angka lebih dari 80 persen atau sekitar 800 pedagang aktif. Produk yang mendominasi masih berasal dari sektor fesyen dan kuliner.
Baca juga: KUR Tanpa Agunan? UMKM Semarang Udah Siap Gaspol!
Ke depan, lantai dua hingga lantai empat juga akan dioptimalkan agar seluruh area bisa hidup dan ramai dikunjungi masyarakat. Untuk menarik lebih banyak pengunjung, Dinas Perdagangan menyiapkan berbagai strategi promosi.
Selain menjaga harga tetap kompetitif, mereka juga akan memperkuat promosi melalui media dan influencer. “Kita akan menggandeng influencer dan media untuk memperkenalkan bahwa di Pasar Johar sekarang ada hal baru, yaitu New PM,” pungkas Aniceto.
Pasar zaman sekarang memang tidak cukup hanya menyediakan lapak dan pedagang. Di era ketika orang lebih sering scroll layar daripada jalan ke pasar, tempat belanja harus punya “cerita” agar dilirik.
New PM tampaknya paham soal itu. Sebab kalau pasar hanya menjual barang, internet selalu lebih cepat. Tapi kalau pasar bisa menjual pengalaman, suasana, dan kenangan, itu yang belum tentu bisa dikirim lewat jasa ekspedisi. (tebe)

