Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Reformasi Belum Selesai! Aksi Mahasiswa Semarang Sorot Nasib Demokrasi dan UU Polri
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Reformasi Belum Selesai! Aksi Mahasiswa Semarang Sorot Nasib Demokrasi dan UU Polri

Mahasiswa di Semarang menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Jateng, menyoroti nasib demokrasi dan pengesahan UU Polri yang dinilai cacat.

R. Izra
Last updated: Juni 12, 2026 8:01 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
DIJAGA KETAT POLISI - Foto Presiden Prabowo Subianto dan hasil hitungan matematika sederhana, terpampang di gerbang gedung DPRD Jateng, dalam aksi demonstrasi mahasiswa yang dijaga ketat kepolisian, Jumat (12/6/2026). (dul)
DIJAGA KETAT POLISI - Foto Presiden Prabowo Subianto dan hasil hitungan matematika sederhana, terpampang di gerbang gedung DPRD Jateng, dalam aksi demonstrasi mahasiswa yang dijaga ketat kepolisian, Jumat (12/6/2026). (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Aksi demonstrasi mahasiswa di depan DPRD Jawa Tengah tak hanya menyoroti persoalan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Di balik spanduk dan orasi yang bergema, ada satu isu lain yang juga menjadi perhatian besar mahasiswa, yakni kondisi demokrasi di Indonesia.

Bagi Fikho Abhipraya Nusantara Malik, salah satu peserta aksi, semangat reformasi yang diperjuangkan sejak 1998 masih relevan untuk dikawal hingga hari ini. Menurutnya, sejumlah persoalan yang dulu menjadi alasan masyarakat turun ke jalan justru masih terasa sampai sekarang.

“Kalau bicara reformasi, banyak hal yang dulu diperjuangkan ternyata belum selesai sampai hari ini,” ujar Fikho saat mengikuti aksi di depan DPRD Jawa Tengah, Jumat (12/6/2026).

Bacaaja: Mahasiswa Segel Kantor BI Jateng, Bakar Uang Mainan: Rupiah Sekarat!
Bacaaja: Pelaku Usaha Tekstil Lokal Sekarat! Terhimpit Harga Bahan Baku dan Banjir Pakaian Impor

Mahasiswa menilai berbagai kebijakan yang muncul belakangan ini perlu mendapat perhatian publik. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pembahasan Undang-Undang Polri yang dinilai memunculkan kekhawatiran di kalangan mahasiswa terkait arah demokrasi ke depan.

Karena itu, mereka merasa perlu terus mengawal berbagai kebijakan agar tetap berjalan sesuai prinsip demokrasi dan kepentingan masyarakat luas.

Menurut Fikho, aksi yang dilakukan mahasiswa bukan bentuk perlawanan terhadap pemerintah, melainkan bagian dari hak warga negara untuk menyampaikan pendapat dan melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.

“Aksi ini bukan untuk mencari konflik. Kami ingin memastikan suara masyarakat tetap didengar dalam proses pengambilan kebijakan,” katanya.

Hal senada disampaikan Dika Kusuma, mahasiswa lain yang turut bergabung dalam aksi tersebut. Ia menilai kehadiran mahasiswa di jalan merupakan bentuk kepedulian terhadap berbagai persoalan yang sedang dihadapi masyarakat.

Menurutnya, demokrasi yang sehat membutuhkan ruang dialog dan kritik yang terbuka. Kritik dari masyarakat seharusnya dipandang sebagai masukan untuk perbaikan, bukan dianggap sebagai ancaman.

“Hari ini banyak pejabat berbicara di media, tetapi masyarakat juga ingin didengar secara langsung. Itu yang kami perjuangkan,” ujar Dika.

Bagi para mahasiswa, demonstrasi bukan sekadar aksi turun ke jalan. Lebih dari itu, aksi menjadi cara untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mengingatkan bahwa reformasi bukan hanya peristiwa sejarah, melainkan proses panjang yang masih terus berjalan hingga hari ini.

Dengan membawa berbagai tuntutan dan suara masyarakat, mereka berharap ruang demokrasi tetap terjaga dan kebijakan publik benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat. (dul)

You Might Also Like

COO Bacaaja: Media Berperan Edukasi Pelajar, Cegah Mereka Tak Terpapar Terorisme

Dokter IGD Ini Viral, Cara Ngomongnya Bikin Adem Banget

Harimaunya Kok Tinggal Empat? Pemkot Semarang Buka Suara

Suspek Campak di Jateng Tembus 2.000 Kasus

Mahasiswa Terdakwa Penyekap Intel Polisi: Hukuman Penjara Bukan untuk Balas Dendam

TAGGED:aksi demonstrasiaksi mahasiswaheadlinePraboworeformasireformasi jilid iiSemarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PERBAIKAN JALAN - Sejumlah pekerja melakukan pengecoran jalan rusak. Saleh Apresiasi Langkah Pemprov Relokasi Anggaran Rp200 M: Mempercepat Perbaikan Jalan
Next Article Bos Vendor Emmo jadi Tersangka, Pusaran Kasus MBG Kian Melebar

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Saat Pertamax Melonjak, Bensin Malaysia Malah Masih Murah Banget

Thailand Berduka Lima Belas Hari, Putri Sulung Raja Meninggal Dunia

Langit Jogja Bikin Heboh, Cahaya Oranye Ternyata Belum Tentu Meteor

ilustrasi kereta api

Jakarta Semarang Makin Dekat, Kereta Jadi Andalan Banyak Orang

Ribuan Pil Diamankan, Dua Titik Bikin Polisi Bergerak Cepat

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Politik

Minyak Dunia Memanas, Istana Gercep Panggil Menteri ESDM

Maret 2, 2026
Ilustrasi pembayaran tunai menggunakan mata uang rupiah.
Daerah

Gara-gara OTT KPK, THR ASN Belum Cair

Maret 17, 2026
Terdakwa AKP Hariyadi (berpeci) mengikuti sidang dakwaan kasus penganiayaan di PN Semarang, Selasa (17/6/2025). (bai)
Hukum

Polisi Jogja Aniaya Warga Semarang hingga Tewas Dibui 2,5 Tahun

Oktober 16, 2025
Info

Peternakan di Purworejo Sukses Kembangkan Sapi Premium

April 25, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Reformasi Belum Selesai! Aksi Mahasiswa Semarang Sorot Nasib Demokrasi dan UU Polri
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?